Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Yura Cantik


__ADS_3

"Mas, sarapan dulu yok", ajak Dita kepada Charly yang sedang menonton tivi, dan dibalas anggukan oleh Charly.


"Kenapa hati gue sebahagia ini?", batin Charly sambil berjalan menuju meja makan.


"Kamu mau makan apa, Mas?", tanya Dita.


"Aku mau roti tawar aja, pake selai strawberry ya", jawab Charly yang saat ini sudah duduk di kursi makan.


"Minumnya mau kopi atau teh?", tanya Dita lagi, sambil mengoles selai pada roti tawar.


"Kopi aja, tapi jangan manis ya, pake creamer kalau ada", jawab Charly sambil mencuri pandang pada Dita.


"Ini roti kamu, Mas", ucap Dita dengan senyum di wajahnya ketika memberikan roti tawar pesanan Charly, kemudian membuatkan kopi yang Charly mau.


"Makasih ya, Dit", jawab Charly.


"Sama-sama, Mas", lagi-lagi Dita tersenyum manis, lalu meletakkan segelas kopi di depan Charly.


"Lihatlah aku terus, Mas. Sampai kamu mencintaiku", batin Dita.


Setelah memberikan menu sarapan yang Charly inginkan, Dita pun menikmati sarapannya, yaitu sandwich dan susu coklat. Keduanya saling diam, sepertinya masih canggung satu sama lain.


"Kamu mau berenang?", Charly memecahkan keheningan di antara mereka.


"Rencananya sih gitu, Mas", jawab Dita sambil mengarahkan matanya ke jendela.


Yaa, hotel yang mereka tempati saat ini merupakan hotel bintang lima, yang memiliki private pool. Jadi hanya Charly dan Dita yang akan menikmati kolam renang itu. Hehehe.


"Yaudah, yokk", ajak Charly.


"Kita ibadah Minggu dulu ya, Mas. Lewat live streaming aja", jawab Dita dengan lembut.


"Oh iya, ini hari Minggu ya. Aku ganti celana dulu deh. Kita kan harus tetap sopan kalau menghadap Tuhan, walaupun kita ibadahnya online", ucap Charly sambil berjalan ke kamar mandi untuk mengganti celananya.


Dua jam kemudian, di rumah Jerry...

__ADS_1


Ting.. Tung..


Ting.. Tung..


"Hai, Bro, Selamat Hari Minggu, boleh saya masuk?", ucap Albert dengan gaya somplaknya ketika Jerry membukakan pintu.


"Mau ngapain kesini? Lu udah ibadah emangnya?", tanya Jerry yang blum mempersilakan Albert masuk.


"Udah donk, Bro. Albert gitu loh. By the way, apakah boleh saya masuk? Gue mau silaturahmi", ucap Albert sambil menunjukkan oleh-oleh yang dia bawa.


"Yaudah, masuk", Jerry membuka pintu rumahnya lebar dan Albert pun masuk.


"Bagus banget rumah kalian", ucap Albert ketika masuk ke rumah Jerry dan melihat foto pernikahan Jerry dan Yura.


"Rumah gue yang bagus, atau istri gue yang cantik?", tanya Jerry karena melihat Albert malah memandangi foto Yura.


"Semua orang yang melihat Yura pasti akan mengatakan kalau Yura cantik, Bro", jawab Albert dengan santai lalu duduk di sofa empuk yang berada di ruang tamu dan meletakkan oleh-oleh yang dia bawa di atas meja.


"Dan gue orang yang paling beruntung karena menjadi suami Yura", Jerry menyombongkan diri.


Jerry hanya membuang nafasnya kasar mendengar ucapan Albert barusan lalu memanyunkan bibirnya.


"Yura mana, Bro? Kog gak kelihatan?", tanya Albert yang belum melihat keberadaan Yura.


"Istri gue lagi ganti baju, kami mau pergi jalan", jawab Jerry sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


"Ooh, mau kemana? Gue ikutan ya", pinta Albert dengan wajah isengnya.


"Yura lagi pengen makan seafood yang di dekat Pantai Losari. Yaudah ayok kalau lu mau ikut", jawab Jerry.


"Wow, kebetulan sekali, gue belum pernah ke Pantai Losari", ucap Albert antusias.


"Tapi lu bawa mobil sendiri ya, gak usah nebeng gue sama Yura. Entar lu curi-curi pandang pula sama istri gue", balas Jerry dengan jutek.


"Iya iya, aman, tenang aja. Gue bawa mobilnya Dave kog", ucap Albert santai.

__ADS_1


"Lu kenapa gak ajak Frans?", tanya Jerry.


"Bang Frans ikut Om Edward dan Dave main golf", jawab Albert sambil tersenyum karena melihat Yura menuruni anak tangga.


"Kenapa lu gak ikutan mereka?", Jerry penasaran.


"Males lah. Mending gue kesini, ketemu sama si Cantik gue", jawab Albert tanpa melihat Jerry.


"Hei, Al", sapa Yura.


"Pantesan si lelaki sok ganteng ini senyam senyum, ternyata ngeliatin istri gue dari tadi", batin Jerry.


"Hai, Cantik, yokk kita berangkat", ucap Albert yang membuat Jerry sedikit geram.


"Berangkat kemana, Al?", Yura bingung karena Albert tiba-tiba mengajaknya pergi dan hal itu jelas membuat Jerry mengernyitkan dahinya.


"Katanya mau makan sea food di dekat Pantai Losari kan? Aku ikutan ya. Tadi udah dapet izin dari suami kamu", jawab Albert sambil mengarahkan jempol kanannya ke arah Jerry dan dibalas anggukan oleh Jerry.


"Tapi inget, lu bawa mobil sendiri", ucap Jerry sambil berdiri dan memegang tangan Yura.


"Ayok, Mam, kita berangkat", ajak Jerry yang membuat Yura menggeleng dan tertawa.


"Kamu bawa mobil siapa, Al?", tanya Yura saat mereka sudah di teras rumah.


"Aku bawa mobilnya Dave, Yur. Om Edward, Dave, dan Bang Frans lagi main golf. Yaudah, aku pinjem aja mobilnya Dave. Hehehe", jawab Albert lalu berjalan ke halaman dan masuk ke mobil.


"Bu Asih, kami pergi. Tolong tutupin gerbang ya, Bu", ucap Jerry kepada Bu Asih.


"Iya, Pak Jerry, Bu Yura. Hati-hati ya. Selamat menikmati suasana indah Pantai Losari", jawab Bu Asih.


"Kami pergi sebentar ya, Bu", pamit Yura yang dibalas lambaian tangan dan senyum oleh Bu Asih.


Tinn tinn..


"Kami jalan ya, Bu", ucap Albert ketika keluar dari halaman rumah Jerry saat Bu Asih akan menutup gerbangnya, lalu melajukan mobilnya mengikuti mobil Jerry.

__ADS_1


__ADS_2