
"Sayang, mulai saat ini, aku akan memanggil kamu Mami. Boleh kan?", tanya Jerry sambil mengajak Yura bangkit dari duduknya.
"Tentu saja boleh, Mas", jawab Yura dengan menganggukkan kepalanya.
"Kamu juga harus panggil aku Papi donk", pinta Jerry.
"Hehehe, iya, Mas. Aku hanya belum terbiasa", balas Yura.
"Pa-pi", Jerry memenggal ucapannya sambil memegang pipi Yura dengan kedua tangannya.
"Eh iya, Pa-pi. Maaf ya, Pa, aku masih canggung dengan panggilan barunya", Yura mengikuti Jerry memenggal kata Papi. Hahaha.
Ccupp..
"Mami, aku sangat mencintaimu", Jerry mencium bibir sang istri.
"Pa.. lebih baik sekarang kita ke Supermarket yokk", Yura menjauhkan wajahnya dari Jerry.
"Kenapa menjauhkan wajahmu? Kamu masih belum mau aku cium?", Jerry mengerucutkan bibirnya.
Yura hanya tersenyum melihat ekspresi suaminya.
"Ayokk kita belanja, Sayang", ajak Yura sambil merangkul tangan sang suami.
Dua jam kemudian, Jerry dan Yura sudah selesai berbelanja, Yura mengajak Jerry makan siang.
"Mas, kita makan yokk. Aku lapar", kata Yura.
"Panggil Papi, Mam", pinta Jerry.
"Oh iya, aku lupa", Yura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Papi, kita makan yokk. Aku lapar", Yura memegang perutnya.
"Anak Papi juga sudah lapar ya?", Jerry mengelus perut Yura yang dibalas anggukan kepala oleh Yura.
__ADS_1
"Aku mau makan sop iga sapi, Papi", kata Yura mengikuti suara anak kecil sambil mengelus perutnya seolah anak mereka yang meminta.
"Baiklah kalau begitu, Mami harus makan yang banyak ya, biar anak kita sehat", balas Jerry.
Setelah selesai makan siang, Jerry dan Yura kembali ke rumah.
"Sayang, biar belanjaannya aku yang beresin. Kamu cuci kaki, cuci tangan, ganti pakaian, terus istirahat ya. Hari ini sudah lelah kan? Ingat, sekarang kamu sedang hamil, jadi tidak boleh terlalu lelah", kata Jerry.
"Mau aku antar ke kamar?", tanya Jerry lagi.
"Iya, tapi aku mau kamu juga ikut istirahat, Pa", Jawab Yura.
"Setelah selesai membereskan belanjaan kita tadi, aku juga istirahat kog. Yaudah, ayok Papi antar ke kamar", ajak Jerry.
Kini Yura berada di kamarnya, sementara Jerry kembali ke dapur untuk membereskan semua belanjaan mereka dan menatanya di tempat-tempat seharusnya.
Kring.. Kring..
Handphone Jerry berbunyi, namun dibiarkan saja olehnya. Lima menit kemudian, handphonenya berbunyi lagi.
"Sayaaang, aku kangeeeen. Kamu kog ketus gitu? Kamu gak pernah hubungin aku lagi loh. Hampir lima bulan kita gak ketemu. Kamu gak kangen sama aku?", suara itu membuat mood Jerry jelek seketika.
Yaa, ternyata yang menelepon Jerry adalah Fely. Haduuhh, ngapain dia balik lagi sih??
"Apa mau kamu. Kenapa meneleponku?", tanya Jerry ketus.
"Aku mau kamu, Sayang. Kapan kamu ke apartemenku lagi?", jawab Fely manja.
"Aku gak punya waktu", Jerry langsung menutup panggilan teleponnya dan langsung memblokir kontak Fely.
Hahahaha. Kasihan deh kamu, Fel.
"Kayaknya dia tidak bersama lelakinya lagi, dan pasti sekarang dia sudah kehabisan uang, makanya kembali menghubungiku. Gara-gara kamu, aku jadi gak bisa tidur sekamar sama istriku. Dasar wanita brengs*k", gerutu Jerry.
Iya, Jerry mengomel sendiri gara-gara si Fely.
__ADS_1
Malam harinya...
"Papi, aku mau nasi goreng spesial buatan kamu", Yura menghampiri Jerry yang sedang asyik menonton pertandingan bola.
"Sebentar ya, Sayang. Bentaaar lagi. Lagi seru banget ini", Jerry menjawab Yura tanpa melihatnya. Sang istri pun hanya diam mendengar jawaban sang suami.
Sepuluh menit lamanya Yura duduk di samping Jerry.
Yaampun Jer, buat mood bumil jadi jelek deh kamu.
"Yasudah kalau memang tontonanmu itu lebih penting", kata Yura lalu pergi ke dapur meninggalkan Jerry.
Mengetahui istrinya sedang ngambek, Jerry langsung beranjak dan mengikuti Yura ke dapur.
"Sayang, maaf. Biar aku masakin nasi goreng spesialnya ya. Kamu duduk aja di sofa", Jerry membujuk Yura namun istrinya itu tetap diam saja sambil berusaha mengupas bawang. Padahal lengan kiri Yura masih dibalut perban elastis.
"Mami, jangan ngambek donk. Maafin Papi ya. Tangan kamu masih belum pulih total, jadi biar Papi yang kupas bawangnya ya", Jerry berusaha mengambil bawang dan pisau yang ada di tangan Yura dan akhirnya diberikan oleh Yura.
Kini Yura duduk di sofa sambil membaca Novel kesukaannya. Siaran televisi tidak dia ganti, tetap pertandingan bola yang Jerry tonton tadi.
"Bantal, guling, dan selimut Mas Jerry sudah di sini. Apakah dia mau tidur di sofa lagi malam ini?", batin Yura.
"Sayang, nasi goreng spesialnya sudah jadi. Kita makan malam yokk", Jerry mendekati Yura dengan membawa satu piring nasi goreng spesial.
"Kita sepiring berdua aja ya. Aku mau kamu suapin aku", Jerry menyerahkan piring berisi nasi goreng tersebut kepada Yura.
"Gak mau", kata Yura yang membuat Jerry terkejut.
"Aku maunya kamu yang suapin aku, Papi", kata Yura dengan nada manja dan memegang paha Jerry.
"Mam, kamu mulai manja lagi deh, sengaja ya mau mancing Papi?", tanya Jerry yang membuat Yura bingung.
"Maksud Papi mancing gimana?", Yura balik bertanya.
"Aku sangat suka kalau kamu lagi manja. Tapi kamu tahu sendiri kan, Mam, setiap Mami mulai manja, dia pasti langsung bangun. Dan artinya Mami sudah siap kalau sebentar lagi Papi yang akan gantian minta dimanjain sama Mami. Paham kan maksudnya?", kata Jerry memainkan sebelah matanya dan mengarahkan tangan Yura untuk memegang bagian intinya yang memang sudah menegang.
__ADS_1
Astaga Jerry... inget Jer, Yura belum mau kamu sentuh, belum mau bobo sekamar juga sama kamu. Hahahaha.