Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Hari Jadi


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Selamat Pagi, Istriku yang paling cantik di dunia, satu-satunya wanita yang membuat aku tergila-gila. Selamat ulangtahun pernikahan kita yang ke satu tahun, Mam", Jerry menghampiri Yura yang sedang memasak, dan memeluk istrinya itu dari belakang. Tidak lupa Jerry menghujani bagian tengkuk sang istri dengan ciuman.


"Selamat pagi, Suami tampanku, yang selalu membuat aku terpesona. Selamat ulangtahun pernikahan kita yang ke satu tahun dan selamat ulang tahun untukmu, Papi. Aku mencintaimu", Yura mematikan kompor lalu memutar tubuhnya dan membalas pelukan dari Jerry.


"Aku juga mencintaimu, Mam. Sangat mencintaimu", ucap Jerry kemudian mencium kening Yura.


Setelah sarapan, Jerry membantu Yura untuk mencuci piring. Walaupun dia seorang CEO yang sukses dan terkenal, Jerry tidak segan untuk melakukan pekerjaan rumah, seperti saat ini.


"Mam, kamu pengen jalan-jalan gak?", tanya Jerry kepada Yura yang sedang mengelap kompor.


"Mami lebih senang di rumah, Pa. Emang Papi ada rencana mau keluar?", tanya Yura.


"Enggak juga sih, Mam. Jadi Mami mau ngerayain hari jadi kita di rumah aja, nih?", Jerry balik bertanya.


"Bagi Mami, setiap hari adalah hari jadi kita, Pa. Yang penting Papi selalu sama Mami dan gak kasar lagi sama Mami seperti setahun yang lalu di awal pernikahan kita", jawab Yura.


Yura yang saat ini duduk di kursi makan, terdiam dan tidak disangka air matanya menetes.


"Mam..", Jerry menghampiri sang istri.

__ADS_1


"Kamu menangis?", Jerry mengusap air mata Yura.


"Aku terharu, Pa. Aku bersyukur karena akhirnya aku bisa mendapatkan balasan cinta darimu. Bahkan di hari jadi kita yang ke satu tahun ini, aku bisa mengandung anak kamu. Dulu aku selalu bertanya sama Tuhan, apakah aku bisa kuat menghadapi kamu yang tidak pernah melihatku, bahkan kamu tidak pernah menyebut namaku. Aku sempat putus asa, apalagi kamu pernah bilang sama mantan kekasihmu itu, kalau pernikahan kita tidak akan lama, karena tidak dilandasi cinta. Aku pernah menangis sejadi-jadinya karena melihat kamu mencintai dan sangat memilih wanita lain tepat di depan mataku. Jujur, awalnya aku ingin menyerah, Pa", Yura mengeluarkan apa yang menjadi isi hatinya selama ini.


"Sayang..", ucap Jerry lalu menarik Yura masuk ke dalam pelukannya.


"Maafkan semua sikapku dan ucapanku yang selalu membuat kamu terluka di awal pernikahan kita dulu. Mataku dan hatiku benar-benar tertutup. Aku dibutakan dengan obsesiku yang salah", ucap Jerry sambil mengelus punggung Yura yang masih menangis.


"Hei, Mam. Lihat Papi. Disini hanya ada kamu. Sampai kapan pun. Bahkan kalau Papi tidak ada lagi di dunia ini, Papi akan tetap mencintaimu di Alam Sana. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, Sayang", Jerry mengarahkan tangan Yura untuk menyentuh dadanya.


"Dan disini, ada anak kita. Buah cinta kita berdua. Aku mempercayakan penerusku lahir dari rahim kamu. Itu salah satu bukti kalau aku sangat mencintaimu", Jerry memegang dan mengelus perut Yura.


"Halo, jagoan Papi. Janji ya, Nak. Kita harus sama-sama jaga dan sayangi Mami", Jerry mengajak bayinya yang masih berada di dalam perut Yura berbicara.


Yaa, hasil USG menunjukkan bahwa bayi yang dikandung Yura berjenis kelamin laki-laki. Wahhh, apakah nanti anak mereka akan diberi nama Charlie? Seperti apa yang pernah Yura katakan di awal kehamilannya? Mengingat Yura sangat mengidolakan Dokter Charly Brotoseno. Hehehe.


"Aku gak sedih, Pa. Mami justru menangis bahagia. Mami terlalu bahagia", ucap Yura sambil kembali memeluk Jerry.


Jerry membalas pelukan Yura dengan erat dan mengelus kepala sang istri.


"Papi, kamu mau minta kado apa dari Mami?", tanya Yura dengan suara yang masih serak, khas orang yang habis menangis.

__ADS_1


"Papi hanya minta Mami tidak pernah jauh dari Papi dan tidak pernah meninggalkan Papi", jawab Jerry.


"Kalau itu sudah pasti, Pa. Maksud Mami, Papi ada mau sesuatu gak?", Yura melepas pelukannya dan memandang wajah tampan sang suami.


"Hheemmm, apa ya?? Ini aja deh. Papi mau Mami beliin parfum yang sama dengan punya Mami", jawab Jerry yang membuat Yura mengernyitkan dahinya.


Yaa, Jerry sangat menyukai aroma parfum Yura. Kebetulan cocok dipakai untuk lelaki dan wanita, jadi gak salah kalau Jerry juga suka memakai parfum istrinya.


"Papi mau berapa banyak?", tanya Yura dengan senyum manisnya.


Aduh Yura, awas nanti Jerry makin tergila-gila loh. Jangan manis-manis banget senyumnya. Hehehe.


"Papi mau tiga botol. Anggap saja satu untuk Papi, satu untuk Mami, dan satu untuk Charlie", jawab Jerry.


"Charlie?", tanya Yura sedikit bingung.


"Iya, Charlie. Anak kita", jawab Jerry lalu mencium singkat bibir sang istri.


"Baiklah, Bapak CEO. Kirain Papi minta 30 botol, parfumnya, sesuai umur Papi tahun ini", ucap Yura.


"Kalau begitu sekalian beli sama pabriknya aja, Mam", balas Jerry yang membuat keduanya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2