Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Sering-Sering Nengokin


__ADS_3

"Kalau tidak meleset, bayinya akan lahir dua minggu lagi ya, Pak Jerry dan Bu Yura", ucap Dokter Charly.


"Saya sudah gak sabar, Dok", balas Jerry dengan wajah yang sumringah.


"Semoga Dokter Charly dan Mbak Dita segera diberikan momongan ya, Dok", ucap Yura yang membuat jantung Charly seperti tiba-tiba berhenti.


"Dokter", Jerry melambaikan tangannya di depan wajah Charly, karena sudah hampir dua menit Charly terdiam.


"Oh, maaf Pak Jerry, Bu Yura. Sepertinya saya sedikit lelah. Maklum, saya cuti selama dua minggu, jadi, kemarin ketika saya kembali praktik, pasien saya langsung membludak", sanggah Charly.


Yaa, kemarin ketika Charly mulai kembali praktik, pasiennya memang langsung sangat banyak. Hari ini juga begitu, untung saja Jerry sudah mendaftar dari dua hari sebelumnya, jadi mereka bisa dapat antrian atas dan tidak perlu lama menunggu. Namun yang membuat Charly bengong, bukanlah karena kelelahan, tapi karena sudah dua hari ini Dita mendiamkannya. Dita memang tetap memasak dan menyiapkan keperluan Charly, namun dia sama sekali tidak menegor Charly. Bahkan ketika Charly mengajaknya bicara, Dita hanya menjawab seadanya, bahkan diam. Yaa, ini memang salah satu rencana dari Pak Edward. Dia ingin melihat sejauh mana anak sulungnya itu berusaha untuk membujuk sang istri.


"Yasudah, kalau begitu, kami permisi ya, Dok", ucap Jerry sambil menjabat tangan Charly.


"Satu minggu lagi, kita kontrol baby nya lagi ya, Yura. Kita akan lihat apakah air ketubannya masih jernih atau tidak. Untuk saat ini, persalinan normal masih bisa dilakukan, tapi kita tetap lihat perkembangannya satu minggu lagi ya. Oh iya, Pak Jerry sudah bisa sering-sering nengokin bayinya", ucap Charly sambil tertawa kecil yang membuat Jerry semakin bersemangat dan langsung memegang tangan Yura yang membuat Yura menggeleng.

__ADS_1


"Baik, Dok. Terimakasih banyak ya", jawab Yura lalu menjabat tangan Charly.


"Mam, denger kan apa kata Dokter Charly tadi? Papi harus sering-sering nengokin Charlie", ucap Jerry yang saat ini sedang mengendarai mobil.


"Sebelum Dokter Charly ngomong, perasaan Papi selalu nengokin anak kita, tiap malam malah", jawab Yura yang membuat Jerry tertawa.


"Iya sih, Mam. Habisnya, Mami seksi sih. Bikin Papi pengen terus", balas Jerry.


"Emang dasar Papi nya aja yang mesum", Yura mencubit pipi kiri suaminya.


"Pasti pakai mie kuning kan", tebak Jerry.


"Iya donk, Pa. Pokoknya nanti kita pesan tiga mangkuk ya. Papi wajib makan dua mangkuk bakso telur pakai mie kuning, kalau Mami satu mangkuk aja", balas Yura.


"Papi ikut apa mau Mami aja, yang penting Mami bahagia", Jerry meraih tangan istrinya dan menciumnya sebentar, sambil matanya tetap fokus melihat jalan.

__ADS_1


Malam harinya...


"Kamu gak makan, Dit?", tanya Charly saat Dita tengah asyik menonton tivi.


"Aku sudah makan tadi pas pulang dari rumah sakit", jawab Dita tanpa melihat Charly.


"Sama siapa?", Charly penasaran.


"Pacarku", jawab Dita asal yang membuat Charly beranjak dari kursi makan dan mendekati Dita.


"Pacar? Yakin kamu punya pacar? Emang ada lelaki yang mau sama kamu?", ucap Charly yang kini berdiri di hadapan Dita, seperti sedang meremehkan wanita cantik tersebut.


"Banyak bahkan sangat banyak", jawab Dita, kemudian dia mematikan tivi menggunakan remote yang dari tadi dia pegang.


"Kamu kenapa sih, Dit, dari hari Minggu malam, kamu seperti mengibarkan bendera perang kepadaku", protes Charly.

__ADS_1


"Aku ingin kita berpisah, Mas", jawab Dita, lalu dia membaringkan tubuhnya di sofa dan membelakangi Charly.


__ADS_2