Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Aku Haus


__ADS_3

Akhirnya Jerry sudah mendapatkan apa yang dipesan Yura. Es cincau hijau dan nasi rendang.


Setibanya di rumah, Jerry langsung menuju kamar melihat kondisi istrinya.


"Mas, kamu sudah pulang?", tanya Yura dengan nada yang sangat lemas.


"Sayang, wajah kamu sangat pucat. Kata Bu Asih, kamu barusan muntah-muntah lagi ya?", tanya Jerry panik sambil mengelus kepala istrinya


"Aku nggak apa-apa, Mas", jawab Yura sambil tersenyum.


"Mana pesananku tadi, es cincau hijau dan nasi rendangnya, Mas?", tanya Yura.


"Sayang, kamu makan bubur saja ya. Biar aku minta Bu Asih untuk membuatnya. Jangan makan nasi rendang dulu. Es cincau hijaunya aku masukin kulkas saja dulu, ya. Nanti sore kalau kamu sudah benar-benar sehat, baru deh diminum es nya", bujuk Jerry.


Namun bukannya mendapat jawaban dari sang istri, Jerry malah melihat Yura menitikkan air matanya.


"Sayang, apa aku ada salah bicara? Kenapa kamu menangis?", tanya Jerry panik.


"Sayang, maafkan aku", kata Jerry karena tangis Yura semakin menjadi.


Jerry pun langsung memeluk sambil mengusap punggung istrinya hingga Yura sedikit tenang.


"Mas, boleh aku mencicip es nya sedikit saja? Aku pengen banget, Mas", rengek Yura.


"Nasi rendangnya juga boleh ya aku makan, Mas. Pliiiss", rengek Yura lagi.


"Hheemm, oke kalau begitu. Kamu boleh menikmatinya", kata Jerry sambil tersenyum.

__ADS_1


"Suapin ya, Mas. Tapi aku maunya makan di kamar aja", kata Yura dengan gaya manja.


"Istri aku kenapa jadi manja begini yaaa?", kata Jerry sambil mencubit gemas hidung mancung sang istri.


"Sekali-sekali manja sama suami kan nggak apa-apa. Masa kamu aja yang bisa manja sama aku, Mas", balas Yura yang membuat Jerry tertawa.


"Yasudah sekarang kamu makan ya, Sayang", kata Jerry sambil menyuapi Yura.


Benar saja, Yura menghabiskan Nasi Rendang dan Es Cincau Hijau tersebut. Setelah selesai makan dan membuang bungkus bekas nasi rendang dan es cincau hijau, mereka berbincang santai di atas ranjang dengan posisi Yura bersandar di bahu Jerry dan tangan Jerry melingkar di pinggang Yura.


"Sayang, nanti sore kita ke dokter kandungan ya", kata Jerry yang membuat Yura bingung.


"Kenapa ke dokter kandungan, Mas?", tanya Yura.


"Hehehe, karena kamu sakitnya seperti gejala orang hamil, Sayang. Tidak ada salahnya kan kalau kita periksa langsung. Kali aja kan usahaku yang terus menyembur lahar panas ke rahim kamu membuahkan hasil", jawab Jerry.


"Kita akan berusaha lagi, Sayang", jawab Jerry.


"Baiklah Mas, kita ke dokter nanti sore untuk memeriksakannya ya", kata Yura sambil memeluk sang suami.


"Aku senang kalau kamu manja seperti ini, Yura", kata Jerry sambil mencium kening istrinya.


"Sayang, nanti sebelum kita ke dokter, bolehkah aku dimanja sebentar sama kamu?", tanya Jerry yang kembali membuat Yura bingung.


"Ha? Dimanja bagaimana, Mas?", tanya Yura balik.


Jerry mengarahkan tangan Yura ke arah bagian intinya yang sudah mengeras.

__ADS_1


"Sayang, tingkah manja kamu siang ini membangunkannya", kata Jerry.


"Astaga, Maaass", kata Yura sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.


"Boleh yaa", pinta Jerry dengan wajah memelas yang dibalas anggukan oleh Yura.


Siang itu mereka pun kembali menyatu berbagi peluh. Jerry mengikis jarak di antara mereka. Ciuman yang awalnya lembut perlahan menjadi menuntut. Tangan Yura melingkar ke leher Jerry yang membuat tangan Jerry leluasa bermain di dada Yura yang masih tertutup daster. Perlahan kancing daster Yura dilepas oleh Jerry dan kini tangannya masuk untuk mencari buah dada Yura. Yaaa, Yura yang tak kuasa menahan kenikmatan dari permainan tangan Jerry mendesah begitu saja, apalagi saat Jerry memainkan put*ngnya yang sudah mengeras.


"Aahhh", desah Yura pelan.


"Sayang, aku mau minum", Jerry melepaskan ciumannya.


"Kamu haus, Mas? Aku ambilkan air putih ke dapur, ya", kata Yura.


"Aku tidak butuh air putih, Sayang. Aku mau minum susu", kata Jerry sambil menunjuk ke dada Yura.


"Dari tadi kamu bermain disitu, Mas. Biasanya juga kamu langsung menghisapnya, tidak pernah izin. Lagi pula kan belum ada airnya, Mas. Hahaha", kata Yura sambil menggeleng melihat tingkah suaminya.


"Seperti yang aku bilang tadi, aku ingin dimanja, Sayang. Walaupun belum ada airnya, tapi aku suka, aku ingin kamu memberiku minum susu seperti anak bayi", pinta Jerry dengan gaya manjanya.


"Astagaa, dasar kamu ya bayi besarku. Yasudah dengan senang hati, Sayangku", jawab Yura dengan senyum yang mengembang.


Jerry pun membuka daster istrinya. Dan kini Yura hanya menggunakan Bra dan CD saja. Sementara Jerry hanya menggunakan celana boxer tanpa memakai baju. Kini Yura memposisikan dirinya dengan tidur miring menghadap Jerry sambil mengelus kepala suaminya, sedangkan Jerry tidur disebelah Yura sambil menghisap payudara sang istri seperti bayi yang sedang haus dan memejamkan matanya.


Enak ya, Jer..


Hehehehe

__ADS_1


__ADS_2