
Jerry kembali ke kamar mereka dan melihat Yura tidak ada di sana. Tapi kopernya belum berpindah tempat. Ternyata Yura sedang berada di dalam kamar mandi.
Jerry teringat bahwa handphonenya mati. Lalu dia mengambil handphone dari saku celananya dan langsung mengisi daya nya.
Dua puluh menit sudah Yura berada di dalam kamar mandi namun tidak kunjung keluar. Ada perasaan khawatir di hati Jerry.
"Sebenarnya dia lagi ngapain di dalam?", batin Jerry.
Jerry merasa daya di handphonenya sudah cukup, jadi dia menekan tombol power untuk menghidupkan handphonenya walaupun masih tetap terhubung dengan cas-an. Sangat banyak notifikasi yang masuk. Hal yang pertama Jerry lakukan adalah membuka aplikasi WA. Jantungnya langsung seperti berhenti berdetak ketika membaca beberapa pesan dari Dokter Charly.
"Selamat Pagi, Pak Jerry. Apakah hari ini kita bisa bertemu? Ada sesuatu yang ingin saya berikan kepada Pak Jerry dan Bu Yura".
"Maaf Pak Jerry, dari tadi saya coba untuk menelepon tetapi handphone Bapak sepertinya mati. Jadi saya kirim pesan melalui room chat ini saja. Saya dan Bu Yura akan bertemu sekaligus makan siang di Restoran F jam dua belas siang ini. Kalau Pak Jerry sudah membaca pesan ini sebelum jam yang sudah ditentukan, Bapak bisa datang ke Restoran F ya, kita makan siang bersama di sana".
Ada pula satu foto yang dikirimkan oleh Dokter Charly.
"Pak Jerry, saya dan Bu Yura sudah di Restoran F. Kalau Bapak tidak bisa datang, izinkan saya dan Bu Yura makan siang ya. Karena sekalian saya mau memberikan sesuatu kepada kalian".
Yaa, Dokter Charly mengirim foto Yura yang duduk di depannya sedang memilih menu makanan.
__ADS_1
Tangan Jerry pun gemetaran ketika dia membaca pesan dari Yura.
"Papi, aku siang ini ke Restoran F. Mau ketemu sama Dokter Charly. Katanya ada yang mau dia berikan. Dari tadi Dokter Charly menghubungi Papi tapi gak bisa".
Air matanya menetes ketika dia melihat foto undangan yang dikirimkan oleh Yura.
"Ada undangan nih, Pa. Dokter Charly mau menikah dua minggu lagi. Kita dateng yaa".
Jerry mengusap kasar wajahnya dan mengacak rambutnya sehingga kini dia terlihat sangat berantakan.
Ternyata Yura mengirim dua pesan lagi melalui WA. Dan pesan inilah yang membuat dia semakin merasa bersalah karena dia sudah sangat merobek perasaan sang istri dengan tuduhan yang sangat tidak pantas. Yaa, Jerry sudah menjadi orang jahat bagi istrinya sendiri.
"Papi, aku pulangnya dianter sama Dokter Charly ya".
Jerry menangis sejadi-jadinya ketika membaca dua pesan Yura yang terakhir.
"Maafkan aku, Sayang", gumam Jerry.
Seketika dia sadar bahwa sejak tiga puluh menit yang lalu Yura berada di dalam kamar mandi dan belum keluar hingga sekarang. Jerry langsung meletakkan handphonenya dan berjalan cepat ke kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang, buka pintunya", Jerry menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Sayang, aku mohon buka pintunya", teriak Jerry namun tidak ada jawaban dari Yura.
Ketika dia menekan handle pintu kamar mandi, pintu itu langsung terbuka karena ternyata Yura tidak menguncinya.
"Ya Tuhaaan. Sayaang", Jerry menghampiri Yura yang sudah terduduk lemas sambil menyandarkan tubuhnya di dinding bath up.
Jerry langsung menggendong sang istri dan membaringkannya di ranjang mereka. Mata Yura sangat sembab, karena dari tadi, selama tiga puluh menit di dalam kamar mandi, dia terus menangis. Dia tidak menyangka Jerry akan melontarkan kata-kata yang sangat menyakitkan. Bahkan suaminya itu meragukan bayi yang dia kandung adalah anaknya kandungnya.
"Kamu minum dulu ya", Jerry memberikan Yura minum menggunakan sedotan.
"Aku bukan wanita nakal. Aku gak pernah berselingkuh. Aku gak pernah berselingkuh. Aku bukan wanita nakal. Aku bukan wanita nakal", Yura bergumam dengan air matanya yang terus mengalir.
"Sayang, maafkan aku. Aku sudah bersalah. Aku sangat berdosa. Maafkan aku, maafkan aku", ucap Jerry yang duduk di samping Yura sambil menciumi tangan istrinya. Yaa, Jerry menangis menyesali setiap kata-kata yang sudah dia lontarkan yang sangat melukai perasaan sang istri.
Yura menggelengkan kepalanya sambil terisak.
"Aku tidak pernah berselingkuh, aku tidak berselingkuh", ucap Yura lagi yang membuat Jerry semakin menangis.
__ADS_1
"Sayaaang, maafkan aku", Jerry pun ikut terisak.