Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Sempurna


__ADS_3

Jerry, Yura, dan Albert menikmati kebersamaan mereka dengan bersenda gurau, berbagi cerita di sekitar Pantai Losari, tentunya sambil menikmati seafood yang Yura inginkan. Jerry harus menguasai dirinya agar tidak diliputi rasa cemburu, karena Albert terus saja memuji Yura, walaupun ada Jerry di sana. Sesuai janjinya kepada Yura, bahwa dia akan berusaha untuk tidak cemburu yang berlebihan.


Malam harinya...


"Papi, makasih ya, karena Papi bisa menekan ego Papi untuk tidak cemburu kepada Albert. Bahkan Papi bisa akrab dengan dia. Seperti Papa dan Mama yang menganggap Albert seperti anak sendiri, Mami harap, Papi juga bisa menganggap Albert sebagai Saudara Papi. Walaupun Mami tahu, kalau Albert masih menyimpan rasa terhadap Mami, tapi Mami yakin kalau Albert tidak ada niat untuk merebut Mami dari Papi", ucap Yura sambil memeluk suaminya saat mereka sedang bersantai di ranjang, menjelang tidur.


"Iya, Mam. Semua demi Mami dan Charlie. Papi belajar untuk menekan ego Papi, karena Papi gak mau kalian pergi meninggalkan Papi. Sifat cemburu buta yang sering menyakiti Mami, sebenarnya bukti kalau Papi terlalu mencintai Mami. Tapi memang Papi akui kalau Papi keterlaluan kalau sedang dilanda cemburu. Otak Papi seperti tersumbat, gak bisa berpikir jernih", jawab Jerry yang juga memeluk tubuh istrinya.


"Mam, sekarang Papi tahu, kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan. Papi berusaha berbesar hati untuk bisa akrab dengan Albert. Papi tidak bisa memaksa Albert untuk berhenti mencintai Mami. Tapi Papi berharap agar Albert tidak ada niatan yang jelek untuk merebut Mami dari Papi", tambah Jerry.


"Pa, Mami sangat mencintai Papi lebih dari yang Papi tahu. Dulu memang Mami mencintai Albert. Tapi itu dulu. Saat ini dan seterusnya, cinta Mami hanya untuk seorang Hansel Jerry. Jangan pernah tinggalkan Mami ya, Pa", ucap Yura sambil mengeratkan pelukannya.


"Iya, Sayang. Papi juga sangat mencintai Mami, lebih dari apapun", balas Jerry lalu mencium kening sang istri.


Dua menit kemudian...

__ADS_1


"Hhhmmm Papi gak mau nengokin Charlie malam ini?", Yura menggoda Jerry.


"Mami lagi pengen ya?", Jerry balik menggoda Yura sambil mencolek hidung mancung istri cantiknya itu.


"Kalau Papi gak mau, ya gak apa-apa. Kita tidur aja sekarang", jawab Yura memiringkan tubuhnya membelakangi Jerry.


"Mam, kamu itu candu buat Papi. Gak mungkin Papi gak mau menikmati tubuh Mami. Papi juga pengen, Mam", bisik Jerry yang membuat bulu kuduk Yura bergidik dan berhasil mengembangkan senyum di wajah cantik Yura.


"Mam", Jerry kembali berbisik. Dia memeluk tubuh istrinya dari belakang dan tangannya langsung bergerilya di dada Yura yang masih tertutup daster.


"Mam", bisiknya lagi, lalu menciumi leher bagian belakang Yura dan tangannya sudah berhasil membuka kancing daster yang Yura pakai.


"Aahhw", desah Yura saat Jerry memainkan bagian p*tingnya.


"Balik badan donk, Sayang. Papi haus", bisik Jerry yang maksudnya sudah sangat dipahami oleh Yura bahwa suami tampannya itu ingin minum susu darinya, seperti anak bayi.

__ADS_1


Yura pun akhirnya mengubah posisi tidurnya dan kembali berhadapan dengan Jerry. Dengan cepat Jerry langsung membuka daster Yura beserta pakaian lain yang Yura kenakan.


Yaa, sekarang mereka sudah polos. Jerry tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan matanya, langsung saja dia memposisikan dirinya seperti seorang bayi yang sedang kehausan. Cukup lama Jerry menikmati gunung kembar istrinya, sekarang CEO tampan itu mencium bibir indah Yura dengan rakus dan sangat menuntut. Yura pun membalasnya dengan tidak kalah rakusnya. Dari bibir, turun ke leher Yura. Sangat banyak cap kepemilikan Jerry tinggalkan di sana. Jerry kembali melakukan aktivitas yang paling Yura sukai, yaitu memijat buah-dadanya, hingga tangan Yura pun memegang tangan sang suami seakan menuntunnya untuk terus memijat dadanya.


"Sayang, Papi gak tahan lagi. Papi tengok Charlie sekarang ya", pinta Jerry yang dibalas anggukan oleh Yura.


"Papi bersandar di headboard, Mami duduk di pangkuan Papi ya", bisik Jerry.


Yura pun duduk di pangkuan Jerry. Tangannya dikalungkan pada leher sang suami. Hanya dengan sekali dorongan saja, adiknya Jerry sudah memasuki rumahnya. Perlahan namun pasti, dengan sangat hati-hati agar perut Yura yang sudah membesar itu tidak terganggu, Yura mengimbangi gerakan Jerry, menaik turunkan pinggulnya.


"Mam, enak banget", bisik Jerry saat melepaskan ciumannya sebentar untuk mengambil nafas.


"Iya, Papi", balas Yura yang kemudian bibirnya kembali dicium sang suami.


Desah*n halus nan merdu terdengar bersahutan di kamar Jerry dan Yura. Jerry dan Yura mempercepat tempo gerakan mereka. Hingga akhirnya keduanya sama-sama sampai di puncak kenikmatan itu.

__ADS_1


"Aaahhhhww", ucap kedua sejoli yang selalu dima-buk asmara itu.


Malam yang sangat indah. Suasana yang sangat dingin dikarenakan hujan yang sangat deras pun dilalui dengan sempurna.


__ADS_2