Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Terimakasih, Yura


__ADS_3

"Jangan ngambek begitu donk, Sayang, nanti cantiknya hilang", bujuk Jerry melihat Fely yang sedari tadi hanya diam karena merasa ditolak.


"Habisnya kamu sih seperti tidak tertarik melihatku", rengek Fely.


Jerry terdiam sejenak lalu memanggil Fely.


"Fel..." kata Jerry. Kemudian dia langsung mencium bibir Fely dan sudah pasti mendapat balasan dari Fely. Lama-kelamaan ciuman itu seakan menuntut, tangan Jerry pun mulai bergerilya ke bagian dada Fely. Semakin Fely mendesah, Jerry semakin bersemangat. Dan kini tangan Jerry sudah berada di dalam baju Fely dan berhasil memasuki penutup dadanya. Jerry memainkan put*ng Fely, ******* Fely semakin tidak bisa terelakkan. Ciuman Jerry pun semakin turun ke leher putih Fely.


Saat Jerry akan mengangkat baju Fely dan bersiap menikmati dadanya layaknya seorang bayi yang sedang menyusu kepada ibunya, tiba-tiba terdengar suara handphone Jerry.


Kring.. kring...


Jerry pun tersadar dari "khilafnya".


"Astaga, apa yang aku lakukan?", batin Jerry sambil mengusap wajahnya kasar.


Ahh dasar Jerry, runtuh juga pertahanannya melihat betapa moleknya tubuh sang pacar.


Sementara Fely kembali merasa kecewa karena impiannya untuk bisa bersetubuh dengan Jerry akhirnya gagal.


"Halo, ada apa kamu meneleponku malam-malam begini?" Jerry mengangkat telepon yang ternyata dari Yura.


"Mas, kamu bawa kunci rumah kan? Jangan pulang terlalu larut, Mas", Yura menjawab Jerry.


"Ya, aku selalu membawa kunci rumah. Tenang saja, aku bukan anak kecil yang perlu dikhawatirkan", kata Jerry.

__ADS_1


"Kamu suamiku, Mas. Wajar kalau aku mengkhawatirkanmu. Apalagi kamu belum pulang sudah tengah malam begini" kata Yura.


"Yasudah, aku tutup teleponnya" Jerry langsung menutup teleponnya sepihak.


Ada rasa hangat di hatinya ketika dia megetahui Yura mengkhawatirkannya. Entah kenapa, dia merasa bersalah kepada Yura atas apa yang sudah dia lakukan sama Fely tadi. Tapi dia tetap bersyukur karena panggilan Yura menyadarkannya.


"Terimakasih, Yura", batin Jerry.


"Sayang, siapa yang meneleponmu?" Fely menghampiri Jerry sambil memeluk tubuhnya.


"Ayo, kita lanjutkan lagi. Aku sangat suka sentuhanmu", ajak Fely.


"Maaf, Fel. Mama meneleponku. Aku harus pulang ya. Besok juga aku harus kembali ke kantor", tolak Jerry.


"Tapi, Jer.. kita belum selesai. Bahkan kamu belum menikmati buah dadaku", rayu Fely.


Tiga puluh menit kemudian...


"Hufth.. untung saja aku belum sempat melakukan dosa", batin Jerry yang saat ini sudah berada di kamarnya.


"Apakah Yura sudah tidur? Kenapa aku tiba-tiba merindukan dia?" Jerry bertanya pada dirinya sendiri.


"Ahsudahlah.. aku tidur saja."


Satu bulan kemudian...

__ADS_1


"Jer, aku butuh uang untuk perawatan. Di wajahku timbul jerawat. Aku tidak mau menjadi jelek", Fely menelepon Jerry.


"Aku juga sudah lama tidak membeli tas dan sepatu, Sayang" kata Fely.


"Yasudah, aku transfer ke rekening kamu ya, Fel. Uang bulananmu, uang untuk perawatanmu, dan untuk membeli tas dan sepatu baru", Jerry mengabulkan permintaan kekasihnya.


"Terimakasih, sayangku" Jawab Fely lalu menutup teleponnya.


"Jerry, kamu masih tetap berhubungan dengan Fely? Bahkan kamu memenuhi semua kebutuhannya? Kamu sadar ga sih, Jer?, kesal Ryan yang sedari tadi berada di ruang kerja Jerry dan mendengar percakapan Jerry dan Fely.


"Dia kekasihku. Aku harus membahagiakannya", jawab Jerry singkat.


"Apakah kamu melakukan hal yang sama kepada Yura? Kamu mencukupi semua kebutuhannya kan? Kamu bertanggungjawab untuk semua kebutuhan rumah tangga kalian kan?" tanya Ryan.


"Untuk apa aku memberikannya uang? Dia memiliki uangnya sendiri. Dia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri", jawab Jerry enteng.


"Bahkan untuk kebutuhan rumah tangga kalian, Jer?" tanya Ryan heran.


"Ya. Aku tidak pernah memberikannya uang sepeser pun", jawab Jerry.


Ryan menggeleng dan langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Jerry.


"Aku pergi" kata Ryan.


Jerry terdiam di kesendiriannya. Dia termenung.

__ADS_1


"Yura bahkan tidak pernah meminta uang dariku padahal aku suaminya. Sedangkan Fely?" Jerry berbicara dalam hatinya.


__ADS_2