
Di tempat lain..
"Kepalaku berat sekali, perutku pun terasa sangat mual", Fely bangun dari tidurnya dalam keadaan yang sangat kusut.
Dia meraih handphonenya dan mencoba menghubungi Jerry, namun selalu gagal.
"Kenapa dia tidak bisa dihubungi sih? Perasaan kemarin aku masih bisa nelpon dia. Sebenarnya ada apa dengan Jerry? Kemarin juga dia sangat ketus menjawab panggilanku. Apa jangan-jangan sekarang dia sudah mencintai Sekretarisnya itu? Dan tidak menyukaiku lagi? Ah.. tidak tidak. Itu tidak boleh terjadi. Jerry hanya milikku. Dia masa depanku, ladang emasku. Semua kebutuhanku terpenuhi kalau aku bersama Jerry. Yahh walaupun sebenarnya aku tidak pernah dipuaskan oleh Jerry. Kepuasan batinku justru aku dapat dari Galang, dia memang bisa memuaskan kebutuhan ranjangku, dia sangat pintar memuaskan hasr*tku, tapi tidak dengan gaya hidupku yang hedun. Uangnya bahkan sudah habis. Makanya aku pergi meninggalkannya dan akan kembali ke pelukan Jerry. Tapi bagaimana kalau Jerry masih belum mau menjamahku? Bagaimana aku bisa mendapat kepuasan dari nafsu liarku ini? Heehmm, tapi tenang saja, aku cantik dan seksi, pasti banyak lelaki di luar sana yang mau membelaiku. Tujuanku saat ini adalah kembali mendekati Jerry, karena aku butuh uangnya. Sepertinya aku harus langsung mendatanginya. Tapi kemana? Aku tidak tahu alamat rumahnya. Tidak mungkin aku ke rumah orangtuanya. Yaa.. lebih baik aku datang ke kantornya", Fely bermonolog di kamar apartemennya.
Kring.. Kring...
"Hei Wanita Jal*ng! Dimana kamu?! Selama ini aku membiarkanmu menggunakan semua fasilitasku, kau bahkan aku tampung tinggal di rumahku? Tapi apa balasanmu, Wanita Jal*ng?! Setelah kamu menghabiskan semua uangku, sekarang kau pergi meninggalkanku. Apa kau lupa bahwa selama ini aku selalu memenuhi kebutuhan hidupmu dan juga ranjangmu?! Kau hanya wanita liar yang selalu haus akan belaian. Dan kau menganggapku sebagai b*dak s*ksmu! Setelah kau bosan denganku, kau meninggalkanku. Dasar, Kau Wanita Jal*ng!" Galang memaki Fely lewat sambungan telepon.
"Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja. Kau akan menyesal karena sudah mempermainkan perasaanku, Fely!", kata Galang lalu mengakhiri panggilannya tanpa memberikan waktu kepada Fely untuk berbicara.
"Aaargghh, sialan!", geram Fely.
"Aaaaww, kenapa ini?", Fely memegang perutnya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Aaawwhh, kenapa kulitku juga terasa gatal?", batinnya.
Kembali ke rumah Jerry dan Yura.
__ADS_1
"Jer, gue ada info terbaru mengenai Fely. Tim gue semalem lihat dia keluar dari salah satu Club malam di kota ini bersama tiga orang lelaki. Fely kayaknya mabuk berat. Mereka masuk ke mobil dan pergi entah kemana", Ryan mengirimi Jerry pesan melalui WA.
"Jadi dia sekarang ada di Makassar?", balas Jerry.
"Kayaknya sih gitu, Jer. Ini gue kirim foto-fotonya ke lu ya", Ryan membalas dan mengirim foto Fely dalam keadaan mabuk bersama tiga orang lelaki.
"Ok, Bro. Thanks ya. Update terus kabarnya ke gue ya", balas Jerry.
"Sayang, kita ke rumah sakit yokk. Kita periksa kandungan kamu, aku juga ingin melihat anak kita melalui layar monitor USG", ajak Jerry kepada Yura yang masih merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memeluk guling kesayangan Jerry.
"Kamu gak berangkat ke kantor?", tanya Yura dengan suara yang lemah karena habis menangis.
"Hari ini aku hanya mau menemani kamu, Sayang. Aku akan menghantarmu ke dokter kandungan, setelah itu mengikuti keinginanmu kemanapun kamu mau", jawab Jerry sambil tersenyum
"Mas...", belum selesai Yura melanjutkan kalimatnya, Jerry langsung memotong, "Papi. Panggil Papi atau Sayang. Aku gak mau kamu panggil aku dengan sebutan Mas lagi. Karena siapapun bisa memanggilku dengan sebutan itu. Oke, Sayang?", kata Jerry yang dibalas anggukan oleh Yura.
"Papi, aku boleh tanya sesuatu?", tanya Yura.
"Ada apa, Sayang? Mami boleh menanyakan apapun pada Papi", jawab Jerry.
"Kenapa kamu selalu memakai jam tangan itu? Setahuku, koleksi jam tanganmu sangat banyak. Sewaktu kita menikah, aku memberikanmu hadiah berupa jam tangan sebagai hadiah ulangtahunmu, apakah kamu ingat, Papi? Dan ini.. jam tangan yang selalu kamu pakai, bukankah ini pemberian Fely? Itu artinya kamu belum melupakan dia sepenuhnya kan?", pertanyaan Yura yang membuat Jerry terjebak.
__ADS_1
Jerry menarik napasnya dalam-dalam. Bagaimana mungkin dia bisa seceroboh ini. Dari sekian banyak koleksi jam tangannya, benar saja, memang jam tangan pemberian Fely yang selalu dia pakai, setiap hari. Kecuali saat acara penting, seperti undangan pernikahan ataupun undangan dari client, dia akan memakai koleksi jamnya yang lain. Karena memang jam dari Fely itu selalu dia letakkan di atas nakas dekat ranjang mereka. Sementara koleksi jam tangannya yang lain, dia simpan dengan sangat rapi di laci lemarinya yang cukup besar.
"Kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku? Bukankah jam tangan pemberianku memang sudah kamu buang di tempat sampah satu jam sebelum acara pernikahan kita dimulai?", Yura kembali menyerang Jerry dengan pertanyaan yang membuat dia hanya bisa diam.
Yaaa, tujuh bulan yang lalu, satu jam sebelum acara pernikahan mereka dimulai, Yura memberikan Jerry jam tangan sebagai hadiah ulangtahunnya. Karena memang hari pernikahan mereka bertepatan dengan ulangtahun Jerry yang ke 29 tahun. Namun, bukannya menerimanya, Jerry justru langsung membuangnya ke tempat sampah, dan itu disaksikan oleh Yura di depan matanya sendiri.
Astagaaa, ternyata dulu Jerry sejahat itu ya.
Jerry hanya tertunduk mendengar pernyataan Yura.
"Papi, sekarang apakah kamu masih akan membuangnya?", Yura beranjak dari tempat tidur, mengambil jam tangan yang dulu pernah dibuang Jerry dari dalam tas nya dan menyerahkannya kepada sang suami.
Yaa, waktu itu Yura mengambil jam tangan itu kembali dari tempat sampah, berharap suatu hari nanti Jerry akan menerimanya. Dan Yura selalu menyimpan jam tangan itu di dalam tasnya.
"Sayang, kamu menyimpannya?", tanya Jerry ketika menerima jam tangan yang masih berada dalam kotak bertulisan Rolex.
"Iya, aku berharap suatu hari kamu akan menerimanya", jawab Yura sambil menatap suaminya dengan sangat dalam.
"Aku pasti memakainya, Sayang", Jerry melepaskan jam tangan pemberian Fely dan membuangnya ke tempat sampah.
"Mami, aku sudah membuang masa laluku. Aku akan memakai jam tangan pemberianmu", Jerry membuka kotak jam tangan tersebut dan alangkah terkejutnya dia karena ternyata Yura memesan jam tangan tersebut khusus untuk Jerry. Ada nama Hansel Jerry terukir di tali jam berbahan platinum tersebut.
__ADS_1
"Ini sangat bagus, Sayang. Terimakasih. Maafkan aku", Jerry memeluk erat istrinya.