Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Dua Hari seperti Dua Tahun


__ADS_3

Yura menatap Jerry dengan tatapan penuh arti.


"Sayang, kalau belum boleh, tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa", Jerry mengalah.


"Aku tahu kamu belum mau aku sentuh, sampai aku menyelesaikan hubungan dengan wanita itu", tambah Jerry.


"Walaupun aku tidak tahu kapan aku bisa menemukan dia untuk langsung mencampakkannya, karena jujur aku tidak tahu dimana dia berada saat ini. Yang aku tahu dia sudah sangat mengkhianatiku dan selama ini aku hanya dianggap sebagai ATM berjalan. Dulu aku dibutakan oleh cinta dan pesona wanita itu, sampai-sampai aku mengacuhkanmu. Maafkan aku, Sayang. Aku benar-benar sudah menghapus semua tentang dia di handphoneku. Bahkan aku juga memblokir kontaknya. Untuk foto dan video pan*s wanita itu dan pasangannya yang kamu lihat di handphoneku kemarin, aku tidak tahu nomor siapa yang mengirimnya. Ada yang mengirimku melalui WA. Bahkan sudah dua kali aku menerimanya. Itu membuat aku semakin yakin kalau memang dia tidak pantas untukku. Dan membuatku semakin sadar bahwa kamu memang pantas dan layak untuk aku cintai. Sayang, aku akan sabar menunggu kamu mengizinkanku agar kita boleh tidur bersama lagi. Aku pun tidak akan menyentuhmu tanpa seizinmu. Jika waktu itu belum juga tiba, aku akan tetap tidur di sofa ini. Aku tidak mau tidur di kamar kita sendirian, karena sangat banyak hal-hal yang mengingatkanku tentang keintima*n kita disana. Aku akan semakin tersiksa karena kerinduanku, Sayang. Aku minta maaf kepadamu karena aku belum bisa mengembalikan rasa percayamu lagi", Jerry memborong pembicaraan diantara mereka berdua.


"Papi, aku percaya sama kamu", jawab Yura yang membuat air mata Jerry yang sedari tadi terbendung menjadi tumpah.


"Aku istrimu. Aku milikmu. Kamu mempunyai hak atas diriku", Yura menghapus air mata suaminya.


"Mulai malam ini, jangan tidur di sofa lagi ya. Anak kamu butuh Papinya", Yura mengarahkan tangan Jerry untuk mengelus perutnya.


"Dia mau Papinya selalu mengelusnya melalui perut Maminya", Yura tersenyum menatap Jerry yang kini mencium perutnya.


"Halo, Anak Papi. Kita jaga Mami sama-sama ya, Nak. Jangan buat Mami sedih", Jerry mengajak anak yang masih berada di dalam perut Yura berbicara.


"Papi, aku lapar", Yura menirukan suara anak kecil.


"Astagaa. Ayo kita makan", Jerry memimpin doa makan kemudian dia menyuapi Yura makan.


"Mami, kamu makan duluan. Habis itu, gantian ya, Mami suapin Papi makan", pinta Jerry.

__ADS_1


"Tapi Mami pengen Jus Mangga", rengek Yura dengan sangat manja yang membuat Jerry semakin gemas.


"Setelah makan, Papi akan buatin Jus mangganya. Tapi janji ya, kalau sudah habis minum jus mangganya, gantian Papi yang dimanjain", Jerry mencolek hidung mancung sang istri.


"Dengan senang hati, Sayang", jawab Yura.


Karena seseungguhnya Yura pun sangat merindukan belai*n Jerry. Bagaimana tidak? Biasanya hampir setiap malam mereka berbagi peluh kecuali saat Yura sedang datang tamu bulanan. Dan meskipun sedang dalam palang merah, Jerry tetap selalu memberi belai*n lembut kepada istrinya, begitu juga sebaliknya.


Dua hari tidak tidur bersama benar-benar sangat berat bagi Jerry dan Yura.


Setelah Yura selesai makan dan Jus mangga buatan Jerry sudah habis, kini Jerry yang makan disuapin Yura. Mereka masih duduk di sofa depan TV.


"Sayang, Papi sudah kenyang. Sekarang Papi mau minum", kata Jerry.


Ternyata Jerry mengikutinya dari belakang.


Ketika Yura berbalik, hampir saja dia menyiram Jerry karena dia terkejut saat ini suaminya berdiri di hadapannya.


"Aduuhh,, kaget aku, Pa. Untung kamu gak kesiram air ini", Yura memegang dadanya.


"Udah haus banget ya? Ini minum airnya", Yura memberikan Jerry air minum.


Setelah Jerry menghabiskan air di dalam gelas tersebut dan meletakkan perabot makannya di washtafel, dia menarik tangan Yura masuk dalam pelukannya.

__ADS_1


"Sayang, aku mau minum susu", Jerry menunjuk dada istrinya dan Yura sudah paham apa yang diinginkan suaminya dan dia membalas dengan anggukan kepala.


Jerry menggendong Yura menaiki anak tangga masuk ke dalam kamar mereka.


Yaa, dua hari tidur terpisah seperti dua tahun bagi mereka. Jerry meletakkan Yura di ranjang mereka dan mulai mencium lembut bibir sang istri. Yura pun langsung membalas ciuman itu. Perlahan namun pasti. Mereka saling bertukar saliv*. Jerry sangat pandai memainkan lidahnya membuat Yura merasa melayang. Sambil terus ******* bibir sang istri, tangan Jerry mulai bergerilya ke dada Yura yang masih terbungkus baju.


"Mami, aku mencintaimu", Jerry berbisik di telinga Yura sambil tangannya masuk menerobos baju Yura. Dia terus merem*s dada sang istri yang hanya dihalangi bra.


"Ahh", terdengar suara desah Yura yang keluar begitu saja saat Jerry mencium lehernya dan membuat tanda kepemilikan di sana. Kini tangan Jerry sudah berhasil masuk ke dalam bra Yura dan dia memainkan put*ing Yura yang sudah mengeras.


"Mami, aku mau minum susu", kata Jerry dengan suara manja yang dibalas anggukan oleh Yura.


Jerry membuka kaos dan bra Yura. Hingga kini tubuh bagian atas sang istri sudah polos.


Dan Jerry juga membuka bajunya.


"Aku mau seperti bayi, Mam", pinta Jerry. Dan Yura memposisikan tubuhnya menghadap Jerry sementara Jerry menghisap payud*ranya dengan lahap.


"Pelan-pelan, Papi", kata Yura sambil mengelus kepala suaminya. Mulut Jerry terus menghisap put*ng sebelah kanan, sementara tangan kanannya memainkan put*ng sebelah kiri Yura. Namun ketika Jerry menurunkan tangan kanannya untuk menyentuh bagian inti sang istri, Yura langsung menahannya.


"Sayang, untuk malam ini kamu dimanjanya dengan dada Mami aja ya. Aku kan lagi hamil, kita juga belum periksa dan konsultasi sama dokter kandungan mengenai bisa tidaknya berhubungan ketika hamil. Tidak apa-apa kan?", Yura minta pengertian Jerry.


"Baiklah, Sayang. Aku mengerti", jawab Jerry lalu melanjutkan kegiatannya di dada sang istri. Hahahaha.

__ADS_1


__ADS_2