
"Jangan pernah pergi lagi, aku mohon", ucap Charly.
"Mas, tidak bisakah pintunya ditutup dulu?", pinta Dita.
"Baiklah", jawab Charly lalu melepas pelukannya.
Setelah pintu kamar ditutup, Charly bersujud di hadapan Dita yang kini duduk di pinggir ranjang.
"Maafkan aku", ucap Charly sambil menunduk.
"Untuk apa, Mas?", tanya Dita.
"Untuk semuanya, Dit", jawab Charly dengan suara yang lemah.
"Mas, bangunlah. Aku sudah memaafkanmu. Duduklah di sebelahku", ucap Dita sambil memegang tangan Charly.
"Kamu jelek, Mas", ucap Dita lagi saat Charly duduk di sebelahnya.
"Kamu cantik", balas Charly sambil menatap Dita.
"Gak makan nasi dan makanan yang bergizi selama lima hari, membuatmu bisa ngegombal ya, Mas", ucap Dita.
"Aku mencintaimu, istriku", kata Charly yang membuat Dita membelalakkan matanya.
"Kamu ngomong apa, Mas? Aku kurang jelas dengernya", bohong Dita. Padahal saat ini hatinya sedang deg-degan tidak karuan.
"Aku mohon, jangan pergi lagi, jangan tinggalkan aku lagi. Lebih baik aku mati daripada aku harus kehilangan kamu, Dit", Charly kembali memeluk Dita. Dan air matanya pun mengalir sehingga membasahi pundak Dita.
"Aku mencintaimu, Sayang. Sangat mencintaimu", bisik Charly yang tidak sanggup lagi mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
Dita pun membalas pelukan Charly dan mengusap punggung suaminya.
"Sayang? Dia memanggilku Sayang?", batin Dita.
"Aku juga sangat mencintaimu, Mas. Bahkan sudah sejak lama", ucap Dita.
"Kita mulai lagi dari awal ya. Aku janji, akan menjadi saumi yang baik buat kamu. Aku akan memberikan keluarga, seperti yang kamu idamkan", Charly mengurai pelukannya, lalu menggenggam tangan Dita.
"Aku bersum-pah, kalau aku tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita lain. Hanya kamu satu-satunya wanita yang aku bawa ke apartemenku", tambah Charly meyakinkan istrinya.
"Kamu masih mau kan hidup denganku? Sampai maut yang akan memisahkan kita", ucap Charly lagi.
Dita pun tidak bisa membendung air matanya.
"Aku mau, Mas. Aku mau", jawab Dita lalu memeluk suaminya yang langsung dibalas oleh Charly.
"Terimakasih, Sayang. Aku mencintaimu", ucap Charly lagi.
"Apa, Sayang?", tanya Charly lembut.
"Kata Papa, kamu hanya makan mie instan dan minum kopi ya selama lima hari ini? Kenapa, Mas? Apa kamu sengaja biar kamu sakit? Kamu sengaja mau buat aku sedih?", tanya Dita dengan memanyunkan bibirnya.
"Mas mau memberi pelajaran kepada diri Mas, Sayang. Mas tidak peduli kalau Mas sakit. Mas berpikir, untuk apa Mas menjaga kesehatan kalau Mas harus kehilangan kamu", jawab Charly.
"Tapi aku gak mau kalau kamu sakit, Mas", rengek Dita.
"Makanya masak yang enak untuk Mas ya. Mas hanya mau makan kalau kamu yang masakin", jawab Charly yang dibalas anggukan oleh Dita.
"Mas Charly mau makan apa? Biar aku masak sekarang", ucap Dita.
__ADS_1
"Apapun yang kamu masak, Mas akan terima, Sayang. Tapi masaknya nanti aja ya, Mas masih mau berdua sama kamu disini", balas Charly.
"Emang mau ngapain disini?", tanya Dita polos.
"Mas mau memelukmu sampai Mas puas", jawab Charly sambil merentangkan tangannya.
"Kata Papa, Mas Charly gak tidur ya karena mencariku?", bukannya menerima pelukan suaminya, Dita malah menurunkan tangan Charly.
"Sekarang lebih baik Mas istirahat. Mas tidur. Aku akan menemani Mas disini", ucap Dita yang dibalas anggukan oleh Charly.
"Temani Mas tidur ya, Sayang", pinta Charly.
"Berbaringlah disini. Mas ingin tidur sambil memelukmu", ajak Charly.
Dita pun menuruti suaminya. Dia berbaring dalam dekapan Charly.
"Terimakasih, Tuhan. Terimakasih ya, Sayang, karena sudah menerimaku kembali. Aku mencintaimu", ucap Charly lalu mencium kening Dita, kemudian memeluk istrinya dengan penuh cinta.
"Tuhan, aku sangat mencintai lelaki tampan ini. Terimakasih karena sudah membukakan hatinya untukku", batin Dita yang kini sedang menikmati dekapan Charly.
Sementara itu di rumah Jerry...
"Papi, apakah Mami boleh minta sesuatu?", ucap Yura yang sedang bersantai di kamar dengan suaminya.
"Mami mau minta apa?", tanya Jerry sambil mengusap rambut Yura.
"Tapi Papi janji ya mau ngabulin permintaan Mami", pinta Yura.
"Iya, Sayang. Semua akan Papi berikan untuk Mami. Yang penting Mami bahagia, Papi pasti bahagia", jawab Jerry.
__ADS_1
"Mami pengen Sate Padang, Pa. Tapi yang makan harus Albert. Dan harus makan di rumah kita", ucap Yura yang membuat Jerry lemas seketika.
"Kenapa harus Albert, Mam? Kan ada Papi yang bisa makan Sate Padangnya", protes Jerry.