
"Hai, Tante.. apa kabar? Tante masih ingat aku kan?" Fely bertanya kepada Bu Mery.
Yaa, setelah selesai melakukan perawatan pada wajahnya, Fely berkunjung ke rumah Pak Yudo. Dia berharap kedua orangtua Jerry merestui hubungan mereka.
"Kamu Fely kan? Silahkan masuk. Apa kabar?" tanya Bu Mery dengan ramah.
Padahal dia tahu bahwa Fely pernah meninggalkan anaknya demi laki-laki lain. Dan sekarang, untuk apa Fely mengunjunginya?
"Ada keperluan apa, Fel? Apa kamu mau memberikan undangan pernikahanmu kepada Om dan Tante?", tanya Bu Mery.
"Ehh, per-ni-kahan apa maksudnya, Tante?" tanya Fely terbata-bata.
"Loh, Tante kira kamu mau menikah dengan lelaki pilihanmu. Ternyata Jerry malah membalap kamu, ya. Dia duluan yang mendapat jodoh", kata Bu Mery.
"Maksud, Tante? Jerry menikah?", tanya Fely heran.
"Kamu belum tahu, Fel. Ini foto pernikahan Jerry. Mereka sangat serasi kan? Jerry ganteng dan istrinya sangat cantik", kata Bu Mery sambil menunjukkan foto pernikahan Jerry dan Yura.
"Mmm, iya Tante", jawab Fely lemah.
"Tante, bukannya dia Sekretaris Pribadinya Jerry?, tanya Fely.
"Benar sekali. Namanya Yura. Dia adalah istri Jerry sekaligus sekretaris pribadi Jerry. Dua bulan sebelum mereka menikah, Jerry meminta agar Yura pindah dari pekerjaan lamanya dan menjadi sekretaris pribadinya saja", jawab Bu Mery antusias.
"Jadi Jerry yang minta ya?", tanya Fely.
Bu Merry mengangguk sambil tersenyum.
"Tapi bagaimana kamu tahu kalau Yura adalah sekretaris pribadi Jerry, Fel?," selidik Bu Mery.
__ADS_1
Dia mulai curiga, jangan-jangan Fely sudah kembali kepada Jerry dan Fely pernah menemui Jerry di kantor dan melihat Yura.
"Maaf, Tante. Jerry tidak cerita kalau dia sudah menikah. Dan sekarang kami kembali berpacaran. Waktu itu aku mengunjungi Jerry di kantor dan melihat Yura. Jerry mengatakan bahwa Yura hanya sekretarisnya", jujur Fely kepada Bu Mery.
Bu Mery hanya diam mendengar penjelasan Fely.
"Astaga, Jerry", batin Bu Mery.
Sepuluh menit kemudian...
"Tante, aku permisi pulang, ya" kata Fely kepada Bu Mery.
"Hati-hati di jalan ya, Fel", jawab Bu Mery.
Sepeninggalan Fely, Bu Mery langsung menelepon anaknya.
"Halo, Jerry kamu dimana? Apakah sedang sibuk?", tanya Bu Mery melalu sambungan telepon.
"Jer, hentikan hubungan kamu dengan Fely hari ini juga. Jangan sampai Papa kamu tahu mengenai ini. Apalagi kalau sampai terdengar oleh Pak Bram dan Bu Sinta. Jer, Mama minta tolong, jangan mengkhianati pernikahanmu, Nak. Belajarlah mencintai Yura. Dia wanita yang tepat untukmu", pinta Bu Mery sambil menangis.
"Ma, aku..." belum sempat Jerry menjawab mamanya, telepon dimatikan oleh Bu Mery.
"Permisi, Mas. Ini bahan meeting untuk besok", Yura memasuki ruangan Jerry.
"Jerry!!! kamu sudah membohongiku!", Fely datang menyerbu ruang kerja Jerry sambil berteriak.
"Fely, apa maksud kamu?", tanya Jerry terkejut.
Yura pun terkejut dengan kedatangan Fely yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya wanita ini?!" tanya Fely sambil menunjuk kasar ke arah Yura.
"Dia sekretarisku, Fel. Aku sudah pernah memberitahumu", kata Jerry.
"DAN JUGA ISTRIMU!!" teriak Fely.
"Bagaimana kamu mengetahuinya, Fel?" Jerry bingung kenapa Fely bisa tahu tentang pernikahannya.
"Mama kamu yang menceritakan semuanya, Jer. Aku tadi mengunjungi rumahmu", kata Fely sambil terisak.
"Fel, aku bisa menjelaskan semua. Kamu tenang dulu ya", Jerry membujuk Fely dan membawanya duduk di sofa.
"Aku memang sudah menikah dengan sekretarisku itu. Tapi itu semua demi Papa dan Mamaku. Mereka menjodohkanku. Apalagi ketika mereka tahu kalau waktu itu kamu meninggalkanku. Fel, percaya kepadaku, aku hanya mencintaimu. Aku sama sekali tidak menyukai wanita yang sekarang menjadi istriku. Hatiku hanya untukmu", terang Jerry.
"Tapi kamu sudah menikah, Jer", tangis Fely.
"Sayang, pernikahanku tidak didasari cinta. Aku yakin itu tidak akan bertahan lama. Aku tidak pernah menyentuh wanita. Bahkan kami tidak tidur dalam satu kamar", Jerry menjelaskan kepada Fely.
"Percaya sama aku ya, aku pasti akan menikahimu. Karena aku hanya mencintaimu", kata Jerry sambil memeluk Fely.
"Kamu janji?", tanya Fely.
"Ya, aku janji", jawab Jerry.
Felly tersenyum sambil memeluk Jerry. Dia merasa menang.
Tanpa Jerry sadari, sedari tadi Yura masih berada di ruangannya. Mematung. Shock mendengar apa yang dikatakan Jerry. Air matanya pun mengalir dengan derasnya.
Dan ternyata Ryan juga ada di ruangan itu. Dia datang ketika mendengar teriakan Fely. Ryan mendengar semua yang Jerry dan Fely katakan.
__ADS_1
Bbuugh!!
Satu pukulan keras Ryan sematkan ke wajah Jerry.