Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Tidak Jadi ke Dokter


__ADS_3

"Mas, udahan ya manjanya, katanya tadi mau antar aku ke dokter. Siap-siap yokk", Yura mengajak Jerry.


Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, Jerry malah makin memeluk tubuh Yura semakin erat. Untungnya dia sudah menghentikan kegiatannya meminum susu dari sang istri. Hahaha.


"Sayang, tapi aku masih mau kamu", kata Jerry sambil tangannya kembali memeras dada sang istri dan sesekali memainkan put*ng Yura.


"Kamu mau begini terus? Sampe jam berapa?", tanya Yura.


"Sebentar lagi ya, ayolah, pliiiss", kata Jerry kemudian kembali memposisikan dirinya seperti bayi yang sedang menyusu pada ibunya.


Seperti tidak mau rugi, kini satu tangan Jerry berada pada bagian inti Yura yang mulai basah.


"Sayang", kata Jerry sambil menatap Yura dengan gerakan kepala mengangguk yang artinya dia akan mulai untuk mempertemukan inti mereka berdua, lalu dibalas anggukan oleh Yura.


Kemudian Jerry melepas Bra dan CD Yura sehingga poloslah sudah sang istri dihadapannya. Setelah itu dia pun melepaskan boxernya.


"Aahh, Mas", kata Yura yang mencoba menyeimbangkan gerakan suaminya.


"Mas, aku mau sampai", kata Yura sambil memeluk erat tubuh suaminya yang kini berada di atasnya sambil terus menaik turunkan pinggulnya.


"Kita sampainya sama-sama ya, Sayang, tunggu aku", bisik Jerry dengan sangat mesra lalu Jerry mempercepat tempo permainannya.


"Aaahhhh", pekik desah Jerry dan Yura ketika mereka sudah mencapai pelepasannya. Jerry pun sudah menyemburkan lahar panas ke dalam rahim Yura dan dia masih bisa merasakan kedutan di bagian inti mereka yang masih menyatu.


"Aku mencintaimu, Yura", kata Jerry dan dia mencabut intinya dari istrinya lalu tidur di sebelah istrinya dan melingkarkan tangannya ke perut sang istri.


"Mas, apa kamu benar-benar sudah mencintaiku?", tanya Yura yang membuat Jerry bingung.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Jelas sekarang aku sangat mencintaimu", jawab Jerry sambil mengelus kepala sang istri.


"Bukan hanya karena aku bisa memuaskanmu di atas ranjang kan, Mas?", tanya Yura lagi.


"Aku mencintaimu, Yura. Benar-benar mencintaimu. Justru karena perasaanku padamu yang sangat dalam makanya aku mau menyentuhmu dan menyetubuhimu. Bukan sebaliknya", jawab Jerry meyakinkan Yura.


"Lalu bagaimana dengan kekasihmu?", pertanyaan Yura yang membuat Jerry terkejut.


"Apakah kalian benar-benar tidak berhubungan lagi?", tanya Yura lagi.

__ADS_1


"Sayang, aku bahkan tidak pernah mengingat wanita itu lagi. Aku pun tidak tahu dimana dia sekarang", jawab Jerry yang masih membuat Yura sedikit merasa ragu.


"Kamu sudah putus dengannya, Mas?", tanya Yura.


"Sayang, kenapa kamu jadi bahas dia? Kita sekarang sudah sangat bahagia. Aku sangat menikmati kebersamaan bersamamu", jawab Jerry lagi.


"Jawab aku, Mas. Kamu sudah putus dengan Fely?", tanya Yura dan kini dia membuat jarak dengan suaminya sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut.


"Sayang, kita baru saja bersenang-senang, kenapa pertanyaanmu membuat suasana menjadi tegang begini?", Jerry mencoba untuk lari dari pertanyaan Yura.


"Jawab aku, Mas", kata Yura dengan suara yang mulai tegas.


"Belum. Kami belum putus", jujur Jerry dengan suara yang lemah.


"Apa, Mas? Bahkan kita sudah sering berbagi peluh namun kamu belum juga putus dari dia? Kamu masih mencintainya, Mas?", tanya Yura yang membuat air matanya menetes begitu saja mendengar pengakuan sang suami.


"Selesaikan urusanmu dengan Fely. Aku tidak mau hanya jadi pelampiasan nafsumu karena kekasihmu itu sedang jauh darimu. Mungkin ini adalah penyatuan kita yang terakhir, Mas. Mulai malam ini aku akan kembali tidur di kamarku", kata Yura yang kini mulai terisak.


"Kamu bicara apa, Sayang? Aku benar-benar mencintaimu. Sedikit pun aku tidak memiliki rasa lagi terhadap Fely. Aku akan memutuskannya ketika aku mempunyai bukti yang cukup mengenai penghianatannya. Aku mohon, Sayang, jangan biarkan aku tidur sendiri lagi, karena aku tidak akan sanggup", Jerry memohon.


Yura langsung mengambil daster dan pakaian dalamnya yang berserak di lantai dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Jerry kembali menggunakan boxer nya lalu duduk di ujung ranjang sambil meremas rambutnya.


"Aargh, padahal baru saja kami mencapai puncak percintaan kami, sekarang kenapa jadi begini?", batin Jerry.


Setelah selesai mandi, Yura menuju lemari pakaian dan mengeluarkan semua pakaiannya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?", tanya Jerry.


"Aku mau kembali ke kamarku, Mas. Karena aku tidak mau dibuat sebagai pelarian dan hanya sebagai pelampiasan nafsu", jawab Yura sambil mengemasi pakaiannya.


"Sayang, jangan bicara seperti itu", pinta Jerry.


"Kita jadi ke dokter kan, Sayang? Aku akan siap-siap sebentar ya", tanya Jerry sambil memegang tangan Yura.


"Tidak, Mas. Tidak usah. Kita tidak jadi ke dokter", jawab Yura sambil berlalu membawa tas berisi pakaian dan semua perlengkapannya meninggalkan Jerry sendiri di kamarnya.


Beberapa detik kemudian..

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak jadi kan kembali ke kamarmu?", tanya Jerry antusias karena Yura kembali masuk ke kamar mereka.


"Aku akan kembali ke kamarku setelah Bu Asih pulang, karena aku tidak mau dia mengetahui apa yang terjadi di antara kita", jawab Yura tanpa melihat Jerry.


"Tidak terjadi apa-apa di antara kita, Sayang. Percayalah, aku sangat mencintaimu", kata Jerry mendekati Yura.


"Tolong jangan dekati aku, Mas. Sebelum kamu benar-benar menghargai pernikahan kita dengan tidak memiliki hubungan dengan Wanita Idaman Lain, aku tidak mau dekat denganmu apalagi untuk bersentuhan fisik", jawab Yura yang membuat Jerry terduduk lemas di pinggir ranjangnya.


Sementara itu di tempat lain...


"Aku akan mengirimkan semua video dan foto pan*s kita kepada lelaki itu. Supaya dia tahu bahwa wanita yang dia cintai ini sudah menghianatinya", Galang mengancam Fely yang akan pergi meninggalkannya.


Yaa, penghasilan Galang tidak bisa memenuhi kebutuhan Fely yang hedun, makanya dia berniat untuk meninggalkan kekasihnya itu dan ingin kembali kepada Jerry karena baginya Jerry adalah ladang emasnya.


"Hei, Galang! Apa kamu tidak sadar, apa kamu lupa, apa kamu tidak tahu malu? Uang yang kamu nikmati ketika kamu belum jadi seorang DJ adalah pemberian dari Jerry! Dan sekarang kamu tidak bisa memenuhi semua kebutuhanku jadi untuk apa aku bertahan hidup denganmu?! Apalagi kita belum menikah jadi aku bebas menentukan pilihanku!", bentak Fely.


Plakkk!!


Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Fely. Galang emosi mendengar penuturan kekasihnya itu.


"Jaga ucapanmu, Wanita Sialan! Aku tidak pernah meminta uang itu. Kaulah yang selalu memberikannya kepadaku!", Galang balik membentak Fely.


"Selama ini aku menampungmu tinggal bersamaku. Bahkan aku menghidupimu, memberikanmu kepuasan lahir dan batin. Bahkan aku mengajakmu menikah, tapi kau yang tidak mau! Selama ini kau hanya menganggapku pemuas nafsumu. Dan sekarang apa yang kau lakukan?! Ketika penghasilanku berkurang, kau mau meninggalkanku dan kembali kepada lelaki itu?!", teriak Galang.


"Buat apa aku bertahan sama lelaki tidak berguna sepertimu?!", Fely kembali membentak Galang.


"Apa?? Tidak berguna kau bilang?! Aku membiarkanmu menghabiskan semua uangku. Bahkan aku selalu mengikuti keinginanmu. Kau hanya wanita yang selalu haus belaian dan gila urusan ranjang!", teriak Galang lagi.


"Aku akan pastikan bahwa lelaki itu tidak akan pernah menerimamu lagi", ancam Galang.


"Kau bilang tadi mau mengirimkan foto dan video panas kita? Hahahah. Kau bahkan tidak memiliki nomor teleponnya", kata Fely.


"Aku bukan lelaki bodoh, sudah lama aku menyimpan nomor lelaki itu, aku mengambilnya dari handphonemu", jawab Galang.


"Aku tidak takut. Silahkan kalau kau mau mengirimkannya. Jerry tidak akan percaya dengan keaslian foto dan video itu, karena dia akan mempercayaiku", jawab Fely sambil membawa kopernya dan keluar dari rumah Galang.


"Aaargghh, tunggu pembalasanku!", teriak Galang.

__ADS_1


__ADS_2