Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Cemburu


__ADS_3

"Halo, Bu Yura, maaf mengganggu. Apakah hari ini ada waktu? Saat jam makan siang mungkin, karena ada yang ingin saya berikan kepada Pak Jerry dan Bu Yura", Dokter Charly menelepon Yura.


"Saya tadi coba menelepon Pak Jerry tapi tidak bisa, Bu. Handphone nya sepertinya mati", tambah Dokter Charly.


"Halo, Dokter Charly. Kebetulan hari ini saya gak ke kantor, Dok. Oke, sekitar jam dua belas siang kita ketemuan aja ya. Tapi dimana, Dok?", jawab Yura.


"Bagaimana kalau di Restoran F? Sekalian makan siang disana saja, Bu Yura. Saya yang traktir deh. Ajak Pak Jerry ya", ucap Dokter Charly.


"Oke, Dok. Dengan senang hati. Kita ketemu disana ya. Nanti saya akan hubungi suami saya. Kebetulan dia lagi di kantor", balas Yura.


Di kantor Jerry...


Jerry yang sedang sibuk mempelajari berkas bahan meeting siang ini tidak sadar kalau ternyata handphonenya mati karena kehabisan baterai.


Pantesan aja Dokter Charly dari tadi gak bisa menghubungi handphone Jerry.


"Jer, satu jam lagi kita meeting. Jangan lupa", Ryan mendatangi ruangan kerja Jerry.


"Iya, Ry. Gue inget kog. Dimana lokasi meetingnya?", tanya Jerry.


"Nah itu dia, makanya gue dateng ke sini. Awalnya kita meeting di VIP room Restoran D, tapi barusan gue dihubungi pihak client, katanya lokasi meetingnya diganti di VIP room Restoran F", jawab Ryan.


"Oh gitu. Berarti setengah jam lagi kita berangkat ya", ujar Jerry.


Di rumah..


"Ihh, Papi kemana sih? Kog dari tadi gak bisa dihubungi. Sibuk banget kayaknya", gumam Yura yang dari tadi mencoba untuk menelepon Jerry tapi tidak berhasil.


"Yaudahlah, aku pergi sendiri aj, naik taxi", batin Yura.


"Papi, aku siang ini ke Restoran F. Mau ketemu sama Dokter Charly. Katanya ada yang mau dia berikan. Dari tadi Dokter Charly menghubungi Papi tapi gak bisa", Yura mengirim pesan singkat kepada Jerry.


"Bu Asih, aku pergi bentar ya. Mau ketemuan sama teman. Satu atau dua jam lagi, aku udah balik kog. Bu Asih nanti makan siang ya. Gak usah sungkan", kata Yura kepada Bu Asih yang sedang menjemur pakaian.


"Iya, Bu. Nanti saya makan siang. Bu Yura pergi naik apa, Bu?", tanya Bu Asih.

__ADS_1


"Aku naik taxi, Bu Asih. Karena selama hamil, aku gak dibolehin Mas Jerry nyetir mobil", jawab Yura.


"Hati-hati ya, Bu Yura", ucap Bu Asih.


Sesampainya di Restoran F.


"Hai, Bu Yura", sapa Dokter Charly sambil melambaikan tangan saat melihat Yura memasuki restoran F.


"Maaf saya lama ya, Dok. Jalanan agak macet tadi", ucap Yura sambil berjabat tangan dengan Dokter Charly.


"Tidak apa-apa, saya juga baru datang kok, Bu. Silahkan duduk, Bu Yura. Pak Jerry gak ikut?", tanya Dokter Charly.


"Mas Jerry sepertinya sibuk, Dok. Handphone nya juga gak bisa dihubungi", jawab Yura.


"Oh begitu. Yaudah, kita sambil makan siang aja ya. Bu Yura mau pesan apa?", Dokter Charly memberikan buku menu yang tadi sudah ditaruh di atas meja oleh seorang pramusaji.


Setelah memilih menu makan siangnya, sambil menunggu makanan datang, Dokter Charly dan Yura berbincang santai.


"Bu Yura terlihat semakin cantik", puji Dokter Charly.


"Oh iya, jadi sebenarnya maksud saya mengajak Pak Jerry dan Bu Yura bertemu adalah untuk memberikan ini, Bu", Dokter Charly menyerahkan undangan kepada Yura.


"Berhubung Pak Jerry tidak ada, yah saya rasa tidak masalah kalau saya berikan kepada Bu Yura saja. Nanti tolong disampaikan kepada Pak Jerry ya, Bu", ucap Dokter Charly.


"Panggil Yura aja, Dok. Biar lebih akrab. Kesannya terlalu kaku kalau saya dipanggil Bu Yura oleh Dokter Charly", kata Yura sambil membuka undangan yang diberikan Dokter Charly yang dibalas anggukan oleh sang dokter.


"Wah, Dokter mau menikah dua minggu lagi? Selamat ya, Dok. Saya dan Mas Jerry pasti datang", jawab Yura antusias.


Yura memotret undangan tersebut dan mengirimkannya kepada sang suami.


"Ada undangan nih, Pa. Dokter Charly mau menikah dua minggu lagi. Kita dateng yaa", Yura mengirim foto undangan tersebut kepada Jerry melalui WA.


"Beruntung banget yang jadi istri dari dokter tampan ini", batin Yura sambil mengelus perutnya.


Dua puluh menit kemudian, Dokter Charly dan Yura sudah menyelesaikan makan siang mereka.

__ADS_1


"Jer, client kita sudah menunggu di VIP room", ucap Ryan kepada Jerry saat mereka memasuki Restoran F.


"Lu duluan ke sana ya, gue mau ke toilet bentar. Kebelet gue", Ryan menepuk pundak Jerry dan berlari kecil.


"Iya iya", jawab Jerry yang langsung menghentikan pandangannya ke sudut restoran tersebut.


"Yura? Dokter Charly? Mereka makan siang berdua? Ada apa ini?", batin Jerry. Ia menghentikan langkahnya ketika melihat Dokter Charly dan Yura yang tidak menyadari bahwa saat ini Jerry juga berada di Restoran F dan memperhatikan mereka.


"Awh", Yura tiba-tiba merasakan perih pada matanya dan spontan mau mengucek mata.


"Jangan dikucek matanya, Yura. Nanti malah iritasi. Restoran ini sangat bersih, kayaknya gak mungkin kemasukan debu. Kemungkin mata kamu kemasukan bulu mata deh", ucap Dokter Charly.


"Maaf, apakah aku boleh bantu untuk meniup mata kamu?", tanya Dokter Charly yang dibalas anggukan oleh Yura.


"Bagaimana? Masih perih ya? Coba kamu pejamkan dulu aja mata kamu dalam beberapa detik", ujar Dokter Charly yang saat ini duduk di sebelah Yura karena tadi dia membantu Yura untuk meniup matanya.


"Iya, Dok, masih perih", jawab Yura sambil memejamkan matanya.


Hati Jerry panas melihat keakraban Dokter Charly dan Yura. Jerry mengepalkan tangannya menahan emosi yang mulai menyesakkan dadanya.


"What??!! Apa yang mereka berdua lakukan di belakangku?", batin Jerry.


Yaa, Jerry pasti salah paham nih.


Apakah Jerry akan cemburu? Sudah pasti Jerry cemburu. Apalagi dia tahu kalau istrinya sangat mengidolakan Dokter Charly.


"Gue akan coba telepon Yura. Kira-kira dia bohong gak sama gue", batin Jerry sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.


"Ahh, si*lan. Handphone gue mati pula", geram Jerry yang saat ini duduk di kursi.


"Loh, Jer, lu masih disini? Kenapa gak masuk ke VIP room?", tanya Ryan yang baru kembali dari toilet.


"Gue gak tahu ruangannya dimana", jawab Jerry datar tapi matanya tetap ke sudut ruangan.


"Yaelahh. Yaudah, ayok kita kesana sekarang. Kita udah ditungguin dari tadi", ajak Ryan.

__ADS_1


__ADS_2