Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Bersyukur


__ADS_3

Karena terbawa suasana, tanpa disadari Jerry mencium kening istrinya yang sedang tidur lelap. Tidak lama kemudian Jerry pun ikut tidur dengan arah menghadap Yura.


Yaa sekarang mereka saling berhadapan.


Keesokan paginya..


"Astaga, kenapa aku bisa tidur sambil memeluk wanita ini?" batin Jerry.


Untung saja saat itu Yura masih tidur jadi dia tidak menyadari kalau ternyata Jerry memeluknya semalaman.


Heeemm, yakin Yura tidak menyadari?


30 menit sebelum Jerry bangun..


Yura merasa seperti ada yang menyentuh pinggangnya, lalu dia membuka mata. Alangkah terkejutnya dia ternyata mereka berdua tidur berhadapan dan Jerry memeluk tubuhnya.


"Ya Tuhan, kenapa begini lagi?" batin Yura.


Karena takut pergerakannya disadari Jerry, Yura kembali memejamkan matanya berpura-pura tidur.


Jerry pun langsung bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai, Jerry pergi sarapan tanpa mengajak Yura. Yaampun Jer..

__ADS_1


"Ada apa denganku ini? Apa aku mulai menyukai, Yura? Ah tidak, pasti aku hanya terbawa suasana saja" Jerry masih mengingkari perasaannya.


"Mas, kenapa kamu meninggalkanku di kamar?" tiba-tiba Yura datang menghampiri Jerry.


"Oh, kamu sudah bangun ternyata. Aku tadi sangat lapar, makanya sehabis mandi aku langsung sarapan disini" jawab Jerry.


"Aku makan dulu deh kalau begitu, tapi kamu tungguin aku disini ya, Mas. Jangan tinggalkan aku lagi" pinta Yura.


"Hhmm", Jerry hanya berdehem.


"Mas, hari ini tepat dua minggu aku menjadi istrimu. Walaupun kamu tidak pernah menyebut namaku dan belum bisa menyukaiku, aku tetap bersyukur" kata Yura sambil mengunyah makanannya.


"Iihh, apaan sih kamu, Mas. Kita sekamar dan seranjang juga kan karena kebetulan, bukan disengaja. Hemm.. aku bersyukur karena Tuhan selalu memberiku kekuatan untuk menghadapi suami seperti kamu, Mas" jawab Yura tidak mau kalah.


"Ah sudahlah. Cepat habiskan makananmu. Jangan lupa setelah ini langsung berkemas karena tiga jam lagi kita akan kembali ke Indonesia" kata Jerry menutup pembicaraan mereka.


"Hari ini kita pulang?" batin Yura.


Setibanya di Indonesia...


"Mas, kita mampir ke rumah Papa dan Mama, ya. Semenjak pulang dari Bali, kita belum ke rumah mereka" Yura memecah keheningan di dalam mobil.

__ADS_1


"Apa harus hari ini? Lagi pula kita baru tiba, apa kamu tidak lelah?" tanya Jerry sambil tetap fokus membawa mobilnya.


"Iya, Mas. Hari ini saja. Kita langsung kesana ya, Mas. Karena kalau hari biasa kita pasti sibuk jadi susah mencari waktu untuk bisa menemui mereka" kata Yura.


"Yasudah. Terserah kamu saja", Jerry menuruti Yura.


Sesampainya di rumah Pak Yudo...


"Haloo anak-anak Papa dan Mama. Bagaimana keadaan kalian, sayang? Apakah dari bandara kalian langsung kesini sepulang dari Singapura?" Bu Mery sangat antusias menyambut kedatangan Jerry dan Yura.


"Hai Ma. Kami baik-baik saja kok. Iya, dari Bandara kami langsung kesini. Nih menantu kesayangan Mama yang minta" jawab Jerry sambil mencium tangan mamanya.


"Mama, ini ada sesuatu buat Papa dan Mama" kata Yura sambil memberikan oleh-oleh yang mereka bawa dari Singapura dan dia pun memeluk ibu mertuanya.


"Terimakasih, Sayang" jawab Bu Mery bahagia.


"Papa kemana, Ma? Aku belum melihat Papa" tanya Jerry.


"Oh, baru saja Papa pergi main golf, nak. Sudah lama dia tidak bertemu teman-teman golf nya. Akhir-akhir ini Papa sangat sibuk jadi dia kurang refreshing. Makanya hari ini Papa keluar sebentar untuk bermain golf" jawab Bu Mery.


"Yasudah, sekarang kalian mandi dulu ya, istirahat. Karena pasti sangat lelah kan. Jerry, ajak Yura ke kamar kamu ya. Kalian kan sudah menjadi suami istri, jadi kamar kamu adalah kamar Yura juga" pinta Bu Mery kepada Jerry.

__ADS_1


__ADS_2