
Malam harinya...
"Mam, Mami masih mau balik ke Makassar kan?", tanya Jerry kepada istrinya saat mereka sudah berada di dalam kamar.
"Mami ikutin Papi aja, kalau Papi balik ya Mami ikut balik juga ke Makassar", jawab Yura sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Jadi Mami beneran masih mau balik sama Papi kan?", tanya Jerry antusias.
"Iyaaa", jawab Yura dari dalam kamar mandi.
Jerry sangat senang mendengar jawaban sang istri. Padahal kemarin sore ketika Albert menelepon, Yura mengatakan kalau dia tidak akan kembali lagi ke Makassar. Syukurlah, karena ternyata itu hanya ungkapan emosi sesaat Yura. Author ikut lega.
Selesai mandi, ketika keluar dari kamar mandi, Yura hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh mulusnya dan berjalan dengan santai di depan Jerry yang sedang asyik bermain game online di handphonenya. Mencium aroma bunga lily yang sangat Jerry sukai, membuat Jerry sadar bahwa sang istri melewatinya. Ketika Jerry mendongakkan kepalanya, ternyata saat ini Yura sedang memakai pakaiannya, tanpa rasa bersalah, di depan Jerry. Melihat beberapa bagian tubuh Yura yang semakin berisi, membuat Jerry terkagum-kagum.
"Apakah dia sedang memancingku?", batin Jerry. Dipandangnya tubuh Yura yang semakin gemuk di usia kandungannya yang sudah memasuki empat bulan.
"Sayang, kamu sangat cantik", ucap Jerry kepada Yura yang sekarang sudah mengenakan kaos over size dan celana pendek.
__ADS_1
"Kapan sih aku gak cantik di mata Papi?", balas Yura yang membuat Jerry merasa semakin terpancing.
"Aku menginginkanmu malam ini, Mam", ucap Jerry sambil mencium pipi istrinya yang sedang duduk di sofa sambil membaca novel, namun tidak mendapat respon dari Yura.
"Mami, apa kau tidak mendengarkanku?", tanya Jerry yang membuat Yura tersenyum dan menoleh kepadanya.
"Tapi Papi belum mandi", jawab Yura halus yang membuat Jerry memanyunkan bibirnya.
Sepertinya malam ini memang rezeki untuk Jerry. Baru saja Jerry akan beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi, tiba-tiba listrik padam dan membuat gelap seisi ruangan yang membuat Jerry tersenyum lebar seperti mendapatkan kemenangan.
"Papi", ucap Yura yang spontan memeluk Jerry yang masih berdiri di depannya.
"Iya, Sayang, Papi disini, tidak akan kemana-mana", Jerry memeluk Yura.
"Malam ini akan menjadi malam yang indah, Mam", bisik Jerry yang membuat Yura mencubit perutnya.
"Aawhh, sakit, Mam", protes Jerry.
__ADS_1
Jerry pun kembali duduk di sofa bersama Yura. Tangan Yura memeluk erat pinggang Jerry yang duduk di sebelahnya, kepalanya disandarkan di dada bidang Jerry. Lagi-lagi merasa terpancing. Jerry mengangkat wajah Yura dan langsung mencium bibir sang istri. Awalnya Yura menolak namun Jerry tetap mempertahankan ciumannya. Jerry tidak peduli dengan Yura yang berulang kali memukul lembut dada bidangnya. Perlahan namun pasti, Yura pun akhirnya terhanyut dalam suasana malam yang gelap tanpa cahaya di dalam kamar tersebut. Dia pun akhirnya membalas ciuman Jerry. Yaa, bukan Jerry namanya kalau tidak pintar memanfaatkan situasi romantis seperti ini.
Sekarang baik Jerry maupun Yura, keduanya sudah polos, tanpa menggunakan apapun.
"Boleh kan, Mam?", bisik Jerry meminta persetujuan yang dibalas anggukan oleh Yura.
Untung ukuran sofanya lebar, jadi Jerry bisa leluasa untuk mempertemukan kedua bagian inti mereka.
Jerry terus menaik turunkan pinggulnya, dengan sangat hati-hati, mengingat saat ini Yura sedang hamil. Sambil sesekali tangannya meremas buah dada istrinya yang semakin membesar dan menghisapnya seperti anak bayi yang sedang menyusu pada ibunya.
Jerry sedikit mempercepat tempo permainannya, dan "Aaahhhh", desah*n halus dari mereka berdua terdengar ketika mereka sama-sama sampai pada puncak kenikmatan, dan Jerry menyiram lahar panas di dalam sana.
Satu menit setelah olahraga malam mereka selesai, masih dengan tubuh yang polos, listrik kembali menyala, yang membuat Jerry dan Yura saling memandang dan tertawa.
"Mau kita lanjutkan di ranjang, Mam?", goda Jerry.
"Boleh, Pa", balas Yura yang kembali mengalungkan tangannya ke leher Jerry.
__ADS_1
Jerry pun menggendong Yura ke ranjang, dan mereka kembali berbagi pe-luh.
"I Love you, Sayang. Selamat ulang tahun. Aku sangat mencintaimu", bisik Jerry kepada Yura di tengah-tengah aktivitas mereka di malam yang indah ini.