
"Sayang, semalam gimana ceritanya kog Papa, Dave, dan Reza bisa tidur disini?", tanya Charly.
"Iiihh, jawab dulu, kamu tadi ngetawain apa? Jangan-jangan kamu ngetawain aku lagi tidur ya?", selidik Dita.
"Ya ampun, nggak loh, Mom, Daddy lagi lihat ini", Charly menunjukkan handphonenya kepada sang istri.
"Kamu ngetawain Papa? Berdosa loh, Dad, ngetawain orangtua", ucap Dita.
"Kasihan sih memang, tapi ya lucu juga", balas Charly.
"Hussh, gak boleh gitu. Papanya kesakitan kog dibilang lucu", Dita menoyor kening Charly.
"Aduuuh, dosa loh noyor-noyor kening suami", ledek Charly.
"Bodo amat", ucap Dita lalu kembali tidur dan memunggungi Charly.
"Yaah, kog malah tidur lagi, Mom", rengek Charly sambil memeluk Dita.
"Mom..", ucap Charly.
"Apa?", tanya Dita.
__ADS_1
"Daddy mau donk", jawab Charly.
"Hah? Mau apa?", tanya Dita sedikit bingung.
"Mau buat dedek", bisik Charly.
Reflek, Dita pun memutar posisi tidurnya, dan kini dia berhadapan dengan Charly.
"Semalem aja, bininya dianggurin. Daddy buat aja sendiri", ucap Dita.
"Masa' Daddy buat sendiri? Sama siapa? Bantal guling?", protes Charly.
"Ya terserah Daddy mau sama siapa", balas Dita.
"Ngapain juga mereka pake acara menginap disini?!", gerutu Charly.
"Daddy kan udah lihat sendiri rekaman video semalam. Udah tahu lah jawabannya", ucap Dita.
"Tapi kenapa gak tidur di kamar satu lagi sih, Mom? Kenapa harus di ruang tamu tidurnya?", protes Charly lagi.
"Hei, Charly Brotoseno, Papa bisa dibopong sampe ruang tamu aja, udah syukur. Semalam Papa kesakitan banget, kasihan tauu", jawab Dita yang kini memeluk tubuh sang suami.
__ADS_1
"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?", tanya Charly.
"Papa gak mau. Katanya dibalurin balsem aja, sama dikompres pake handuk hangat. Jadi semalaman, Dave dan Reza yang jadi perawatnya Papa. Kayaknya mereka berdua baru tidur subuh tadi deh. Tadinya aku yang mau menanganinya, tapi kata Papa, aku tidur aja, sekalian bujuk kamu biar gak marah lagi", jawab Dita.
"Terus kenapa kamu gak bujuk aku?", tanya Charly.
"Kamu semalam udah ngorok, wahai Charly Brotoseno", jawab Dita.
"Udah ah, Mas, jangan marah lagi sama Papa. Kan Papa sudah mengakui semua, dan sudah minta maaf. Harusnya kamu bersyukur, kalau saja Papa gak buat skenario ini, kamu sampai sekarang pasti masih kasar sama aku. Dengan adanya ide konyol dari Papa, kamu bisa jadi manusia bucin akut kayak sekarang", Dita menasihati sekaligus meledek Charly.
"Sebenarnya aku gak marah sama Papa, hanya kesal aja. Kog bisa-bisanya tega sama anak sendiri. Selama ini aku kurang apa coba? Apa aja maunya Papa dan Mama aku ikutin. Bahkan ketika mereka menjodohkanku, memaksaku untuk menikah dengan Mommy, aku pun gak menolak", balas Charly.
"Ooh, jadi ceritanya kamu menyesal menikah sama aku? Terpaksa banget gitu ya? Makanya kamu waktu itu kasar banget sama aku", Dita malah menjadi kesal.
"Yaudah kalau begitu, mending aku balik ke apartemen Reza, aku tinggal disana", ucap Dita.
"Kog malah ke apartemen Reza sih? Gak bisa gitu donk. Keenakan si Reza nya nanti. Gak boleh gak boleh. Mommy cuma milik Daddy. Titik", jawab Charly.
"Lagian kamu ngeselin. Pagi-pagi udah buat istri kesal", gerutu Dita.
"Maafin Daddy ya, Sayang. Pliiiss. Daddy cinta banget sama kamu. Iya, Daddy gak akan kesal lagi sama Papa. Justru nanti Daddy akan berterimakasih sama Papa. Tapi Mommy jangan kesal lagi sama Daddy ya dan jangan ke apartemen Reza lagi", bujuk Charly.
__ADS_1
"Dasar bucin akut", ucap Dita sambil tersenyum lalu memeluk sang suami.