Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Pecat


__ADS_3

"Aku telepon Papa ya", ucap Jerry yang membuat Yura bingung apa maksudnya.


"Kenapa bawa-bawa Papa?", tanya Yura.


"Biar kamu percaya, Sayang", jawab Jerry.


Lima menit kemudian...


"Halo, Pa, lama bener sih Pa angkat teleponnya", gerutu Jerry.


"Kamu kenapa, Jer? Papa barusan dari kamar mandi", jawab Pak Yudo.


"Pa, masih ingat sama Joanna?", ucap Jerry.


"Joanna? Joanna yang mana ya?", Pak Yudo malah bertanya.


"Aduh, Pa, itu loh, yang di Palembang", jawab Jerry.


"Bentar bentar, Jo-an-na, Joanna yang naksir sama kamu itu?", ucap Pak Yudo yang membuat Yura melotot.


Yaa, Jerry memang mengaktifkan loudspeaker, agar Yura bisa mendengar.


"Apaan sih, Pa", gerutu Jerry.

__ADS_1


"Emang iya kan? Yang ngejar-ngejar kamu, sampe nyusulin kamu ke bandara demi kasih oleh-oleh pempek, yang pempeknya kamu kasih sama Pak Ujang", jelas Pak Yudo.


"Pa, jangan buat suasana makin keruh donk", protes Jerry.


"Loh, kan kamu nanya sama Papa, inget gak sama Joanna. Ya Papa hanya mendeskripsikan, Jer", balas Pak Yudo santai.


"Emang ada apa sih, Jer? Kog kamu bahas dia? Kangen ya?", goda Pak Yudo.


"Papa, pliss deh. Ini gara-gara dia, Yura marah sama aku, Pa. Aku gak mau tahu, Papa harus pecat dia. Aku gak mau punya karyawan yang jadi perusak rumah tangga orang", jawab Jerry.


"Maksudnya gimana, Jer?", tanya Pak Yudo.


"Dia bilang, sekarang dia mau ke Makassar, Pa. Dia ambil cuti tahunannya yang masih full. Terus dia kirim foto ke aku melalui WA", jawab Jerry.


"Tadi Yura yang buka WA dia, Pa. Mana si Joanna itu ngajak ketemuan lagi. Nyebelin banget", lagi-lagi Jerry menggerutu.


"Terus kamu mau ketemuan sama dia?", ledek Pak Yudo.


"Ya Tuhan, Pa, ya gak mau lah. Emangnya aku lelaki apaan, ketemuan sama wanita lain, padahal sudah punya istri", jawab Jerry sambil melirik Yura.


"Ya tapi kan gak mungkin Papa yang pecat dia, Jer. Itu kan perusahaan kamu", ucap Pak Yudo.


"Tapi kan, Pa..", belum selesai Jerry berbicara, langsung dipotong oleh Sang Papa.

__ADS_1


"Papa boleh ngomong sama Yura? Biar Papa yang jelasin, biar kamu gak galau lagi karena istri kamu salah paham", ucap Pak Yudo.


"Bicara aja, Pa, dari tadi Yura dengerin kog. Karena aku loudspeaker", jawab Jerry.


"Halo, Pa, Yura ada disini kog", ucap Yura.


"Nak, kamu jangan salah paham tentang Joanna ya. Yang Papa tahu, Jerry gak ada hubungan lebih sama dia. Hanya sebatas Bos dan karyawan. Itu sih yang Papa tahu, gak tahu juga kalau ada hal yang Papa gak tahu tentang mereka", Pak Yudo mencoba menjelaskan diselingi dengan bercanda.


"Papa...", Jerry merengek seperti anak kecil.


"Apa sih, Mas, kayak anak kecil aja", omel Yura.


"Papa bercanda, Nak Yura. Joanna memang tergila-gila sama Jerry, tapi Papa bisa jamin, kalau Jerry sama sekali tidak menyukainya. Dia hanya mencintai kamu, Nak", ucap Pak Yudo.


"Yah, namanya juga lelaki tampan, resikonya pasti banyak disukai wanita. Kayak Papa waktu muda dulu", tambah Pak Yudo yang berhasil membuat Yura tersenyum.


"Jadi Papa dulu juga suka dikejar-kejar wanita?", tanya Yura.


"Namanya juga lelaki tampan, Nak", jawab Pak Yudo yang diikuti dengan tawa.


"Nanti aku kasih tahu Mama ya, Pa", canda Yura.


"Ja ja jangan ya, Nak. Papa gak mau galau gara-gara Mama cuekin. Kalau Mama kalian itu marah atau cemburu, dia pasti diemin Papa. Mendingan Papa dengerin Mama ngomel deh, daripada Papa didiemin", Pak Yudo malah curhat.

__ADS_1


__ADS_2