Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Jerry Dermawan


__ADS_3

Keesokan harinya ketika Jerry dan Yura baru keluar dari ruang praktik Dokter Charly, ketika mereka menuju apotek rumah sakit, Jerry dan Yura berpapasan dengan Pak Ujang, supir pribadi Bu Mery. Pak Ujang terlihat sangat terburu-buru.


"Pak Ujang", sapa Jerry.


"Eh, Mas Jerry, Non Yura", jawab Pak Ujang sambil setengah membungkukkan badannya.


"Pak Ujang kelihatannya buru-buru banget, Pak. Ada apa?", tanya Jerry.


"Iya, Mas Jerry. Anak saya sedang dirawat di rumah sakit ini", jawab Pak Ujang dengan sopan.


"Sakit apa, Pak?", Yura penasaran.


"Anak saya kebetulan sedang hamil, Non. Usia kandungannya sudah sembilan bulan. Kalau prediksi dokter, cucu saya akan lahir sekitar dua minggu lagi. Tapi tadi pagi tiba-tiba, dia mengalami pendarahan. Dan istri saya langsung membawanya ke rumah sakit ini, dibantu tetangga sebelah rumah. Saya juga baru dikabari istri saya, Non, makanya buru-buru datang kesini", jawab Pak Ujang.


"Lalu apa kata dokter, Pak? tanya Yura lagi.


"Menurut dokter, bisa jadi anak saya mengalami stres, kemungkinan itu salah satu faktor yang membuatnya mengalami pendarahan. Dan katanya bayi harus segera dilahirkan secepatnya dengan operasi caesar. Begitu tadi istri saya memberi info kepada saya, Non", jawab Pak Ujang.


"Jadi kapan akan dilakukan operasi?", tanya Jerry yang dari tadi serius mendengarkan Pak Ujang.


"Semoga bisa secepatnya, Mas. Tapi ini saya mau berusaha untuk cari pinjaman dulu, untuk membiayai operasi anak saya", jawab Pak Ujang.


"Mohon maaf sebelumnya, Pak Ujang, kalau saya terlalu berani untuk bertanya, kenapa Pak Ujang yang membiayai operasinya? Dimana menantu Bapak?", selidik Jerry.

__ADS_1


"Menantu saya sekarang berada di penjara, Mas. Dan terancam hukuman seumur hidup. Dia adalah Galang, pelaku pembunuhan Non Fely", jawab Pak Ujang sambil tertunduk yang membuat Jerry dan Yura terkejut namun juga merasa kasihan.


"Sejak kasus meninggalnya Non Fely, anak saya selalu menangis, setiap hari dia histeris meratapi nasibnya dan nasib calon bayinya", tambah Pak Ujang.


"Ditambah lagi, ternyata Galang merupakan kurir obat-obat terlarang, Mas. Kami benar-benar tidak menyangka ternyata dia seperti itu. Selama ini, dia juga ternyata selingkuhan Almarhum Non Fely. Padahal yang kami tahu, Galang orang yang baik dan bertanggungjawab. Ternyata kami sudah tertipu, Mas", sesal Pak Ujang lagi.


Yaa, menantu Pak Ujang adalah Galang, yang merupakan kekasih dari Almarhum Fely, mantan kekasih Jerry. Galang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan dan kesalahannya. Dia pun harus mengorbankan kebahagiaan keluarganya.


"Pak Ujang, Bapak tidak usah memikirkan biaya. Sekarang yang penting adalah anak Bapak harus segera dioperasi. Semua demi kesalamatannya dan calon cucu Pak Ujang", ucap Jerry.


"Maksud Mas Jerry?", Pak Ujang melihat Jerry dengan mata yang bertanya-tanya.


"Saya yang akan membayar semua biayanya, Pak", jawab Jerry yang membuat Yura merangkul tangan kiri Jerry.


"Pak Ujang, saya hanya perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong keluarga Bapak. Berterimakasihlah kepada Tuhan", Jerry memeluk Pak Ujang.


Jerry menepati ucapannya untuk membayar semua biaya rumah sakit bagi anak Pak Ujang. Bahkan dia mendampingi Pak Ujang untuk mengurusi semua administrasi yang harus dilengkapi.


Tiga jam kemudian...


Kring.. kring..


"Halo, Pak Ujang", Jerry yang sudah berada di rumah menerima panggilan telepon dari Pak Ujang.

__ADS_1


"Mas Jerry, cucu saya sudah lahir. Seorang laki-laki", ucap Pak Ujang.


"Puji Tuhan. Selamat ya, Pak. Kami ikut berbahagia", jawab Jerry.


"Terimakasih, Mas Jerry dan Non Yura. Semua berkat kalian, sehingga anak dan cucu saya bisa selamat", kata Pak Ujang.


"Semua karena kebaikan Tuhan, Pak", ucap Jerry.


"Oh iya, kalau kami boleh tahu, siapa nama cucu Pak Ujang?, tanya Jerry.


"Namanya Jerry Dermawan, Mas. Tidak apa-apa kan saya memakai nama Mas Jerry untuk cucu saya? Ini sebagai bentuk ucapan terimakasih kami kepada Mas Jerry yang sangat dermawan", jawab Pak Ujang.


"Wah, saya sangat tersanjung, Pak. Terimakasih", ucap Jerry.


"Sama-sama, Mas Jerry. Titip salam untuk Non Yura ya. Semoga sehat selalu", Pak Ujang mengakhiri panggilan teleponnya.


Yura yang sedang tidur di sebelah Jerry langsung memeluk suaminya.


"Papi, aku sangat bangga padamu. Teruslah menjadi saluran berkat ya, Pa. Karena sifat kamu yang dermawan, kamu sudah menyelamatkan dua nyawa sekaligus", ucap Yura.


"Aku semakin mencintaimu, Papi", Yura mengeratkan pelukannya.


"Terimakasih untuk rasa banggamu, Mam. Papi juga mencintai Mami, sangat mencintai Mami, lebih dari apapun", Jerry mencium kening Yura dan membalas pelukan sang istri.

__ADS_1


__ADS_2