Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Bermanjaan


__ADS_3

"Jerry langsung balik ya, Pa. Pasti Yura udah nungguin di rumah", ucap Jerry, lalu mencium punggung tangan Papanya, ketika tiba di depan rumah orangtuanya, sekembalinya mereka dari Palembang.


Tadi pagi Jerry memarkirkan mobilnya di Bandara, jadi malam ini ketika mereka tiba di Makassar, Jerry bisa langsung pulang sekalian mengantarkan Papanya.


"Oh iya, Pa, ini kasih buat Pak Anton dan Pak Ujang aja ya", tambah Jerry sambil memberikan dua kotak pempek.


"Ini kan pemberian Joanna untuk kamu, Jer", Pak Yudo meledek Jerry sambil menerima dua kotak tersebut.


Tadi siang, ketika Jerry dan Pak Yudo tiba di Bandara, ternyata Joanna menyusul mereka dengan membawa tiga kotak pempek. Dua untuk Jerry dan satu untuk Pak Yudo.


"Wanita itu membuatku geli, Pa. Hiiihh. Bisa-bisanya dia menggoda pria beristri", ucap Jerry sambil sedikit menggoyang tubuhnya.


"Pesona kamu memang sangat kuat, Nak. Sama kayak Papa, hahaha", jawab Pak Yudo sambil tertawa.


"Jangan bilang kalau Papa sering digoda juga sama karyawan Papa", selidik Jerry.


"Resiko lelaki tampan ya gitu, Nak. Yang penting kan kita setia sama pasangan kita", jawab Pak Yudo.


"Toss dulu donk, Pa", Jerry mengajak Papanya untuk toss.


"Yasudah, kasihan Yura menunggu di rumah sendiri. Kamu hati-hati ya", Pak Yudo menepuk pundak Jerry.


"Salam sama Mama ya, Pa. Maaf karena Jerry gak mampir", kata Jerry.


"Iya, Nak. Nanti Papa sampaikan salam untuk Mama ya. Sampaikan juga salam Papa untuk Yura ya, Nak", ucap Pak Yudo.


Tiga puluh menit kemudian, Jerry tiba di rumahnya. Benar saja, Yura belum tidur. Dia sedang menonton tivi.


"Halo, Sayang, Papi sudah di depan pintu nih, bukain donk", Jerry menelepon Yura.


"Yeeayy, bentar, Pa", jawab Yura.


"Selamat malam, Istriku yang paling cantik di dunia", ucap Jerry saat Yura membukakan pintu.

__ADS_1


"Selamat Malam, Suamiku yang paling ganteng sejagat raya. Puji Tuhan, Papi sudah pulang. Mami kangen banget", balas Yura sambil memeluk suaminya.


"Papi bawain pempek dan kerupuk pesanan Mami tadi pagi", ucap Jerry.


"Waahh, makasih ya, Sayang. Sini pempeknya Mami masukin kulkas. Besok aja kita goreng", Yura mengambil kotak pempek yang Jerry bawa.


"Sayang, dapat salam dari Papa", ucap Jerry sambil menutup pintu.


"Salamnya diterima, Sayang. Hehehe", balas Yura sambil memasukkan pempek ke dalam kulkas.


"Setelah mengunci pintu, Jerry meletakkan kerupuk yang dia bawa di atas meja makan, lalu menghampiri Yura yang masih berada di dapur.


"Ke kamar yok, Mam", Jerry memeluk istrinya dari belakang.


"Papi pengen nengokin Charlie", bisik Jerry.


"Iiihh, Papi baru juga sampe loh. Mandi dulu", titah Yura.


"Papi udah makan malam belum?", tanya Yura mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, tadi pas transit, sambil menunggu, aku dan Papa makan malam di Bandara", jawab Jerry yang dibalas anggukan oleh Yura.


"Ayok kita ke kamar. Dari tadi yang Papi pikirin cuma Mami. Papi kangen, Mam", bisik Jerry lalu mencium tengkuk sang istri.


"Papi mandi dulu", titah Yura lagi.


"Makanya ayok ke atas, biar Papi mandi, habis itu biar bisa nengokin Charlie", goda Jerry.


Lima belas menit kemudian, Jerry sudah selesai mandi. Wajah tampannya terlihat sangat segar. Tanpa menggunakan pakaiannya, Jerry langsung naik ke ranjang, mendekati Yura yang sedang asyik membaca novel.


"Ayok, Mam", ajak Jerry.


"Astaga, Papi. Kenapa belum pake baju?", tanya Yura.

__ADS_1


"Ngapain pake baju kalau nanti mau dibuka lagi", jawab Jerry sambil mencium perut sang istri.


"Apa kabar, Anak Papa?", Jerry mengajak bicara anaknya yang masih berada di dalam perut Yura.


"Sehat terus ya, Nak. Sebentar lagi kita ketemu. Kita akan sama-sama menjaga Mami kita yang cantik", ucap Jerry sambil mengelus perut Yura.


"Iya, Papi. Aku juga gak sabar mau ketemu Papi dan Mami, balas Yura seolah anaknya yang menjawab.


Kemudian Jerry mendekatkan telinganya ke perut Yura.


"Apa, Nak? Malam ini pengen ketemu Papi?", ucap Jerry sambil menaik turunkan alisnya, melihat Yura.


"Emang dasar Papi mesum", ucap Yura sambil mencubit hidung Jerry.


Akhirnya malam itu Jerry dan Yura melakukan penyatuan. Jerry menengok Charlie, anak mereka yang masih berada di dalam kandungan Yura.


"Sayang, Papi bobonya sambil minum susu ya", pinta Jerry dengan nada manja, setelah penyatuan mereka selesai, sambil menyelimuti tubuh mereka yang masih polos.


"Tadi kan udah, Pa", jawab Yura yang heran dengan tingkah manja suaminya.


"Tapi Papi mau lagi", rengek Jerry.


"Heemmp, yaudah, tapi jangan lama-lama ya. Biar kita bobo", ucap Yura.


"Gak lama-lama, setengah jam aja", jawab Jerry sambil memainkan put*ng sang istri.


"Terserah Papi aja deh. Kalau Mami ketiduran, jangan marah ya", ucap Yura, lalu kembali memanjakan Jerry dengan merelakan buah dadanya dihisap oleh Jerry, seperti seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya.


Jerry, Jerry, kamu berbeda banget kalau sedang di depan karyawan kamu. Sangat berwibawa. Tapi wibawa kamu itu lenyap begitu saja kalau sedang berduaan sama Yura. Hahaha.


Saat Jerry sedang bermanjaan dengan Yura, di tempat lain seorang lelaki justru sedang terbaring lemah di tempat tidur. Bukan karena sakit, namun karena merindukan sang istri yang belum juga dia temukan sejak beberapa hari yang lalu.


Para Readers tahu siapa lelaki yang Author maksud?

__ADS_1


__ADS_2