
Malam harinya...
"Mam, masih marah sama Papi?", Jerry memeluk Yura dari belakang saat sang istri sedang duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
"Aku lagi gak mau diganggu", Yura melerai tangan Jerry yang melingkar di dadanya.
"Yaudah deh, Papi gak akan ganggu. Papi juga gak akan ngomong sampai Mami maafin Papi", ucap Jerry.
"Lah, kenapa jadi dia yang diemin aku?", batin Yura.
Di rumah Pak Edward...
"Dave, besok kita ke apartemen Charly ya. Ajak Reza. Papa mau pengakuan dosa lah sama Mamas kamu", ucap Pak Edward saat sedang bersantai dengan anak bungsunya di ruang keluarga.
"Papa mau pengakuan dosa? Maksudnya gimana, Pa?", tanya Dave.
"Papa mau kasih tahu Charly tentang wanita yang mengaku sedang mengandung anaknya. Papa juga mau bilang kalau Papa yang menyuruh kalian untuk meminta Dita agar tinggal di apartemen Reza, selama Charly mencari-cari Dita", jawab Pak Edward.
"Terus tentang Papa yang memarahinya pas Mas Charly datang subuh-subuh kesini waktu itu, gimana? Yang Papa sampai menampar Mas Charly. Papa inget kan?", tanya Dave lagi.
"Papa juga akan mengakuinya kalau saat itu Papa sedang mendalami peran, Nak", jawab Pak Edward.
__ADS_1
"Besok juga Papa akan ajak si Yeti", tambahnya.
"Yeti, anaknya Bu Tini yang waktu itu Papa suruh ke apartemen Mas Charly? Emangnya sekarang dia ada disini, Pa?", Dave penasaran.
"Yeti sekarang kerja di salah satu supermarket di kota ini. Kata Bu Tini, dia ngekost di dekat tempat kerjanya", jawab Pak Edward.
"Terserah Papa aja deh. Dave ngikut aja. Besok mau jam berapa kita kesana, Pa?", tanya Dave lagi.
"Sekitar jam tujuh malam kita kesana", ucap Pak Edward.
"Oke, Pa. Besok kita kesana deh. Gimana kalau besok kita sekalian beli makanan aja, Pa. Terus kita makan bersama di apartemen Mas Charly", ide Dave.
"Boleh juga tuh", balas Papa dari Charly dan Dave itu sambil mengunyah buah pir kesukaannya.
"Jadi waktu Mommy di tempat Reza, dia tinggal dimana?", tanya Charly.
"Kami tinggal bareng lah", canda Dita.
"Apa?!", Charly sedikit menaikkan suaranya.
"Hehehe, gak kog, Dad, Reza waktu itu menginap di rumah Papa. Dia tidur di kamar Dave", jawab Dita yang dibalas anggukan oleh Charly.
__ADS_1
"Daddy kayaknya merasa kalau Reza ada rasa deh sama kamu, Mom", ucap Charly yang membuat Dita mengernyitkan dahinya.
"Kog Daddy ngomong gitu?", tanya Dita yang kini menyenderkan kepalanya di pundak Charly yang duduk di sebelahnya.
"Mata kan gak bisa bohong, Mom. Dari pas kita menikah, Daddy udah merasa kalau Reza itu beda kalau melihat kamu. Tatapannya itu dalem banget gitu. Apalagi pas resepsi kita, Reza nyanyi lagunya Anima yang berjudul Andai Saja, dia tuh liatin kamu terus loh, Mom", terang Charly sambil memegang tangan sang istri yang kini memeluknya.
"Daddy cemburu?", tanya Dita.
"Cemburu? Gak juga tuh", jawab Charly.
"Oh gitu", balas Dita sambil memanyunkan bibirnya.
"Namanya juga orang cantik, Dad, wajar kalau banyak yang suka. Reza juga ganteng dan masih muda, cocok-cocok aja sama aku", ucap Dita yang sedang memancing reaksi Charly.
"Jadi maksudnya Mommy mau kalau Reza deketin Mommy?", tanya Charly.
"Emang gak boleh?", Dita malah balik bertanya.
"Ya gak boleh lah. Kamu kan sudah punya suami", jawab Charly.
"Katanya tadi Daddy gak cemburu. Tapi kog sekarang malah ngomongnya kayak orang cemburu", ledek Dita.
__ADS_1
"Yah kan kamu istri aku, Mom. Wajar donk kalau Daddy cemburu", rengek Charly.
"Gimana sih, tadi katanya gak cemburu, sekarang bilang wajar kalau cemburu. Gak jelas banget", gumam Dita.