
Keesokan harinya..
"Apapun yang terjadi diantara kita, ketika dihadapan kedua orangtua kita tetaplah bersikap layaknya suami istri yang harmonis, Mas. Aku tidak mau melihat mereka sedih", Yura memecah keheningan di dalam kamar pengantin mereka ketika mereka bersiap untuk sarapan pagi di hotel.
"Baiklah" jawab Jerry singkat tanpa melihat Yura.
"Halo.. selamat pagi anak-anakku, sudah segar sekali pagi ini, mama harap malam kalian indah ya,, hehehe" goda Bu Mery kepada Jerry dan Yura ketika mereka tiba menghampiri Pak Yudo, Pak Bram, Bu Mery, Bu Sinta, dan Bude Rum di meja makan hotel untuk sarapan pagi.
"Pagi Papa, Mama", jawab Yura.
"Mas Jerry dan Non Yura sumringah bener. Bude Rum jadi inget waktu masih muda dulu ketika baru menikah sama Almarhum suami bude", goda Bude Rum.
"Bude, udah ah, nanti mereka malu", Bu Sinta menyenggol tangan Bude Rum sambil tersenyum.
Pak Bram dan Pak Yudo pun ikut tersenyum mendengar ledekan Bude Rum.
Kecuali Jerry, yang sedari tadi hanya menunjukkan wajar datarnya.
"Jer, kapan kalian kembali? Apakah sepulang dari sini kalian akan ke rumah Papa Yudo, Papa Bram, atau langsung ke rumah pribadi kalian?" Tanya Pak Yudo setelah mereka selesai sarapan.
"Kami langsung ke rumah pribadi saja ya, Pa, Ma. Kami mau mulai belajar membina rumah tangga kami" jawab Jerry dengan datar.
Pak Bram tersenyum lega mendengar jawaban Jerry. "Papa dan Mama tenang dan senang mendengarnya, Nak. Semoga kalian bahagia ya. Papa, Mama, dan Bude Rum juga nanti langsung kembali ke Jakarta karena kebetulan besok pagi ada meeting penting di kantor", kata Pak Bram.
"Sesekali ketika waktu kalian luang, datang ke rumah Papa dan Mama ya, sayang. Kami pasti sangat merindukan kalian" Bu Sinta menambahkan.
__ADS_1
"Iya Pa, Ma. Doakan kami ya" jawab Yura dengan lembut.
"Eheemm, Jerry.. jangan lama-lama memberikan cucu untuk kami ya" kata Bu Mery yang membuat semua tertawa.
Dua hari kemudian..
Jerry dan Yura sudah tinggal di rumah pribadi mereka. Seperti yang dikatakan Jerry kepada Yura ketika di hotel, mereka tidur di kamar yang berbeda.
Semua karyawan memang sudah kembali kerja di hari Selasa, namun Jerry dan Yura belum terlihat di kantor. Semua mengira bahwa mereka masih menikmati masa-masa pengantin baru padahal sebenarnya alasan kenapa mereka belum masuk kantor hari ini adalah karena mereka sedang merapikan barang mereka di kamar mereka masing-masing.
Apalagi Jerry tidak mau menggunakan asisten rumah tangga. Jadi mau tidak mau, Yura sendiri yang membereskan semua pekerjaan rumah.
Apakah Jerry membantu sang istri?
Rabu pagi hari..
Mas, sebelum berangkat ke kantor, sarapan dulu ya karena aku sudah masak", kata Yura ketika melihat suaminya menuruni anak tangga hendak berangkat kerja.
"Hei kamu, tidak usah sok peduli sama aku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggapmu ada di hidupku. Jadi jangan pernah berharap aku akan mencintaimu. Oh iya, bahkan untuk menyebut namamu pun aku tidak akan sudi!", kata Jerry dengan sangat ketus tanpa melihat wajah istrinya.
Jleb...
Kata-kata yang terlontar dari mulut pria itu sangat menggores hati wanita berhati lembut ini. Air matanya pun kembali menetes.
"Kuatkan aku, Tuhan" batin Yura.
__ADS_1
Setibanya di kantor..
"Pengantin baru seger bener sih", goda Ryan ketika melihat Jerry sudah tiba di kantor.
"Eh, nyonya CEO belum masuk hari ini? Apakah karena sulit berjalan? Upss" kembali Ryan menggoda Jerry.
"Diam dan kembalilah bekerja. Atau kamu mau aku pecat?" Jawab Jerry dengan sangat ketus sambil menatap Ryan tajam.
"Astaga, serem bener ancamannya Pak Bos. Bercanda kali ah" Jawab Ryan sambil tertawa dan kembali ke ruang kerjanya.
Kring...
"Halo, Ma. Ada apa pagi-pagi telepon Jerry?" Jerry menjawab telepon mamanya.
"Kog ngomongnya jutek gitu, Nak. Kamu tidak suka mama menelepon? Mama cuma mau tanya kabar kamu dan Yura. Tadi mama telepon Yura tapi tidak diangkat. Mama kira Yura ada sama kamu" jawab Bu Mery lewat sambungan teleponnya.
"Aku di kantor, Ma. Ada rapat penting hari ini. Menantu mama di rumah, dia belum masuk. Mungkin masih merasa kecapean. Tadi pas aku berangkat juga, Yura belum bangun, aku tidak tega membangunkannya", bohong Jerry kepada mamanya.
Padahal dia tahu bahwa Yura sedang membereskan rumah seorang diri.
"Aduh, mama senang mendengarnya. Kalian baik-baik ya, Nak. Belajarlah mencintai Yura" harap Bu Mery.
"Ma, aku tutup ya, aku mau meeting penting" jawab Jerry menyudahi pembicaraannya dengan sang mama.
Padahal hari itu tidak ada meeting penting seperti yang Jerry katakan kepada mamanya.
__ADS_1