Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Kesalahpahaman Yura


__ADS_3

Akhirnya Jerry memutuskan untuk melanjutkan kegabutannya. Setelah puas berkeliling kota Jakarta, kini dia memarkirkan mobilnya di salah satu Mall ternama di kota tersebut.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang ketika Jerry tiba di Mall R.


"Pantesan perutku terasa lapar, ternyata sudah jam segini", Jerry melihat jam tangannya.


"Lebih baik aku makan siang dulu lah", batin Jerry saat melewati restoran cepat saji.


Sambil menikmati makan siangnya, Jerry mengecek handphonenya.


"Kenapa Yura tidak menghubungiku lagi? Sedang apa dia sekarang ya?", gumam Jerry.


Kamu ya, Jer, bikin Author kesel dehh. Tadi pagi aja pas Yura berkali-kali nelepon, malah kamu tolak, pesan singkatnya juga gak kamu balas. Sekarang, giliran Yura gak menghubungi, kamu malah nyariin. Awas kamu ya, Jer..


"Apa sikapku keterlaluan ya mendiamkan Yura seperti ini?", batin Jerry sambil membaca kembali lima pesan singkat yang dikirim Yura tadi pagi.


"Papi, kamu dimana?"


"Papi, kenapa teleponnya ditolak?"


"Papi, kamu kenapa sih?"

__ADS_1


"Kamu ketemuan sama siapa?"


"Oh oke. Jangan harap aku menghubungimu lagi"


Ketika membaca pesan Yura yang terakhir, tiba-tiba ada perasaan takut di hati Jerry.


"Aarrghh", Jerry mengacak rambutnya kasar.


"Ma, makan siang dulu yokk", ajak Yura kepada Bu Sinta setelah mereka selesai berbelanja.


"Oke, Sayang. Kita makan dimana?", tanya Bu Sinta.


"Restoran Korea yang di lantai tiga aja yokk, Ma", jawab Yura.


"Samaa, Ma, Yura juga laper bangeeeet", balas Yura.


"Aduuh, maaf maaf, Mas, saya gak sengaja", kata seorang gadis yang tidak sengaja membuat baju Jerry basah dan kotor ketika Jerry beranjak dari duduknya. Yaa gadis itu berjalan sambil melihat handphonennya dengan membawa segelas minuman soda berwarna merah, ketika Jerry berbalik badan hendak berjalan menuju pintu keluar, gadis itu menabraknya dan menumpahkan minuman tersebut ke baju Jerry.


"Aduhhh, basah baju gue. Hati-hati donk mbak", kata Jerry yang kembali duduk sambil mengelap bajunya menggunakan tissue yang berada di atas meja.


Gadis itu pun menarik kursi dan duduk di depan Jerry mencoba untuk ikut membersihkan baju Jerry yang sekarang sudah basah karena minumannya.

__ADS_1


"Maaf ya, Mas. Saya tidak lihat jalan tadi", katanya sambil mengelap baju Jerry dengan tissue.


"Sayang, Mama ke toilet bentar ya, Kamu duluan aja, pesanin makanan untuk Mama ya", kata Bu Sinta.


"Oke, Ma", jawab Yura.


Ketika Yura melewati restoran cepat saji tempat Jerry berada saat ini, tidak sengaja dia melihat Jerry yang sedang duduk berhadapan dengan seorang gadis yang tidak dia kenal. Yura langsung masuk ke restoran tersebut dan menghampiri Jerry.


"Oh, ternyata ini teman lamamu yang kamu maksud? Kamu pergi saat aku masih tidur. Teleponku berkali-kali kamu tolak, bahkan pesanku pun tidak ada yang kamu balas. Begini ulah kamu ternyata ya, Mas", Yura menyerbu Jerry dengan kata-katanya yang membuat Jerry terkejut.


"Sayang, kamu salah paham. Ini gak seperti yang kamu pikirkan", jawab Jerry yang tidak didengar lagi oleh istrinya karena Yura langsung berlari keluar restoran ke arah yang Jerry tidak ketahui.


"Mbak, Mbak, cukup. Udah, Mbaknya pulang saja", kata Jerry kepada gadis itu sambil berdiri dan dia berlari untuk mencari Yura.


"Kamu disini, Nak? Gak jadi ke restoran? Tadi katanya mau makan?", tanya Bu Sinta saat melihat Yura berdiri di depan pintu toilet.


"Ma, kita pulang aja yokk, makan di rumah aja. Yura kayaknya lelah banget, pengen rebahan", kata Yura yang mencoba tegar agar tidak menangis di hadapan Bu Sinta.


"Oh, oke, Sayang. Kita pulang sekarang ya, kasihan juga cucu Mama kalau kamu terlalu lelah", jawab Bu Sinta sambil mengelus perut Yura.


Yura pun pulang bersama Bu Sinta menggunakan taxi. Sedangkan Jerry masih mencari Yura di dalam Mall tersebut dan terus mencoba untuk menghubungi istrinya, tetapi Yura terus menolak panggilannya.

__ADS_1


"Sayang, pliss angkat teleponnya", gumam Jerry sambil sesekali mengusap kasar wajahnya.


__ADS_2