Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Makin Cinta


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Selamat pagi, istri cantikku", sapa Charly saat Dita baru membuka matanya.


"Mas, kamu sudah bangun duluan?", tanya Dita heran.


"Iya, Sayang, aku sengaja bangun duluan untuk buatin sarapan buat kamu", jawab Charly.


"Serius?", Dita beranjak dari tempat tidur dan mendekati Charly yang sedang membuka horden kamar.


"Gak demam", gumam Dita sambil menyentuh jidat Charly.


"Mas sehat, Sayang. Mas ingin menjadi suami yang baik. Mas ingin memanjakan kamu", ucap Charly sambil tersenyum.


"Terimakasih, Mas", Dita memeluk suaminya.


"Sama-sama, Mom", jawab Charly sambil mengeratkan pelukan.


"Hah? Mom?", Dita mengurai pelukannya.


"Ya, Mommy. Mulai hari ini panggilan dari Mas untuk kamu adalah Mommy", jawab Charly.


"Mom-my, Dad-dy", Dita menunjuk dirinya dan Charly bergantian.


"Mommy bisa memanggilku Daddy, tapi kalau merasa kurang nyaman, tetap panggil Mas juga gak apa-apa", ucap Charly.


"Daddy. Manis juga panggilannya. Yasudah, Daddy sekarang mandi ya, biar nanti kita gantian. Sambil tunggu Daddy selesai mandi, aku bersihin rumah", kata Dita.

__ADS_1


"Okey, Mommy. Pengennya sih mandi bareng", goda Charly.


"iihhh, Maaas", Dita menggelitiki perut Charly.


"Aduh, aduh, iya iya, maaf, Sayang. Daddy bercanda", ucap Charly.


Empat puluh menit kemudian, baik Dita maupun Charly, sudah memakai baju kerja.


"Mommy, Daddy boleh mengatakan sesuatu?", tanya Charly saat mereka sedang menikmati sarapan pagi, yaitu nasi goreng spesial buatan Charly.


"Ada apa, Dad? Katakan saja", jawab Dita.


"Mom, sebenarnya Daddy maunya Mommy gak usah kerja lagi. Atau kalaupun Mommy tetap mau kerja, sama Daddy aja ya, temani Daddy di ruang praktik", ucap Charly.


"Aku pikirin dulu ya, Mas. Aku belum bisa langsung kasih keputusan", jawab Dita.


"I love you, too", balas Dita.


Di klinik...


"Halo, Nak, selamat atas kelahiran cucu Papa dan Mama. Rasanya kami pengen langsung kembali ke Indonesia", ucap Bu Sinta melalui panggilan video kepada Jerry.


"Terimakasih, Ma. Selamat juga karena sekarang Papa dan Mama sudah menjadi Kakek dan Nenek", jawab Jerry.


"Kami sangat senang kalau Papa dan Mama kembali ke Tanah Air", tambah Jerry.


"Kami akan usahakan secepatnya ya, Nak. Kami tidak sabar ingin melihat baby Charlie secara langsung. Mama pengen gendong Charlie", ucap Bu Sinta.

__ADS_1


"Pa, Ma, ini Yura sudah selesai memberikan ASI kepada Charlie. Mama dan Papa mau bicara?", tanya Jerry.


"Boleh, Nak", jawab Pak Bram.


Jerry pun meletakkan handphonenya sebentar dan mengambil alih untuk menggendong baby Charlie, agar Yura bisa leluasa untuk melepas rindu dengan kedua orangtuanya melalui panggilan video.


Sambil menggendong Charlie, Jerry duduk di sebelah Yura, agar Pak Bram dan Bu Sinta tetap bisa melihat cucu mereka.


"Sayang, kamu semakin cantik", puji Pak Bram.


"Makasih, Pa. Padahal Yura makin gemuk, selama hamil, bobot Yura naik dua puluh dua kilogram", ucap Yura.


"Tapi aku makin cinta kog", celetuk Jerry yang masih menggendong baby Charlie.


"Yang penting kamu dan cucu Papa sehat, Nak", balas Pak Bram.


"Mana nih cucu gantengnya Mama?", ucap Bu Sinta antusias.


Yura mengarahkan handphonenya ke arah Jerry.


"Halo, Kakek dan Nenek, cepetan balik ke Indonesia ya, biar bisa main sama Charlie", ucap Jerry menirukan suara anak kecil, seolah baby Charlie yang bicara.


"Lucunyaaa. Kakek dan Nenek segera datang ya, Sayang", jawab Bu Sinta.


"Bawa oleh-oleh yang banyak ya, Nek", ucap Yura yang juga menirukan suara anak kecil.


"Khusus untuk Charlie, Nenek bawain satu koper. Hehehe", balas Bu Sinta yang diikuti tawa oleh Pak Bram.

__ADS_1


__ADS_2