
"Kamu masih takut, Sayang?", tanya Charly karena Dita hanya diam.
"Daddy gak akan memaksa kalau kamu belum siap", ucap Charly lagi sambil menatap mata sang istri.
"Boleh aku menghabiskan air jaheku dulu?", akhirnya Dita kembali bersuara.
"Oh iya, tentu, Sayang", jawab Charly.
"Daddy, aku ke kamar mandi bentar ya, kayaknya perutku gak enak nih", ucap Dita sambil berjalan ke kamar, setelah menghabiskan minumannya.
"Iya, Mom", jawab Charly yang sedang fokus dengan handphonennya.
"Apa karena air jahe buatanku makanya Mommy sakit perut ya?", batin Charly.
Lima belas menit lamanya, Dita belum juga keluar dari kamar.
"Waduh, kayaknya ada yang gak beres nih. Aku harus membawa istriku ke rumah sakit", gumam Charly sambil berjalan ke kamar.
Ketika membuka pintu kamar, Charly merasa ada yang aneh, karena kamar mereka sangat gelap tanpa ada cahaya sedikit pun.
"Hah? Apa lampunya putus? Tapi gak mungkin ah", batin Charly.
"Mom, Mommy, masih di kamar mandi ya?", Charly sedikit berteriak sambil meraba berjalan ke arah kamar mandi.
Tok.. Tok... Tok...
"Mom, are you okay?", Charly mempercepat tempo ketukannya, karena tidak mendapat respon dari Dita.
"I'm okay, Baby", bisik Dita yang saat ini memeluk Charly dari belakang.
"Mom", Charly memegang tangan Dita yang melingkar di perutnya.
Charly pun balik badan dan membalas pelukan Dita.
Namun ketika tangannya melingkar di pinggang ramping sang istri, Charly terkejut karena Dita hanya menggunakan kain tipis.
__ADS_1
Tangan Charly pun mengelus lengan Dita yang terasa polos.
Yaa, saat ini Dita menggunakan ling*ri*.
Charly meraih handphone yang berada di saku celananya, lalu menghidupkan senter handphonenya, sehingga dia bisa melihat Dita yang sangat seksi.
"Mom, kamu pakai...", belum selesai Charly berbicara, Dita menutup mulut Charly dengan satu tangannya.
"Aku sudah siap, Sayang", ucap Dita.
"Kamu yakin?", bisik Charly yang dibalas anggukan oleh Dita.
Charly pun menghidupkan lampu kamar mereka.
Setelah itu, tanpa berlama-lama, Charly langsung mencium bibir sang istri. Ciuman yang sangat menuntut.
Tangan Dita pun melingkar di leher Charly sehingga membuat Charly leluasa untuk membelai buah dada Dita yang masih tertutup ling*ri*.
"Kamu sangat seksi, Mommy", bisik Charly lalu dia mencium telinga sang istri.
"Kita pindah ke ranjang ya", ajak Charly yang dibalas anggukan oleh Dita.
Ciuman antara suami istri itu kembali terjadi, bahkan ciuman Charly turun ke leher Dita dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di sana.
Charly membuka pakaian yang dia kenakan.
"Bolehkah aku membukanya?", tanya Charly sambil mengelus perut Dita.
Bukannya menjawab, Dita malah menarik Charly, hingga kini Charly kembali berada di atas Dita.
"Lakukan apa yang kamu mau, Daddy", bisik Dita.
Charly pun membuka ling*ri* yang Dita pakai, dan kini mereka sudah sama-sama polos.
"Aku ingin mencobanya", bisik Charly sambil tangannya meremas kedua buah dada Dita.
__ADS_1
"Kamu menyukainya?", tanya Dita saat Charly sedang menghis*p buah dadanya bergantian kanan dan kiri.
"Aku sangat menyukainya, Sayang", jawab Charly sambil tangannya memainkan bagian pu-ting Dita.
"Aaahh", des*h*n halus terdengar dari mulut Dita.
"Kamu suka, Sayang?", tanya Charly yang dibalas anggukan oleh Dita.
"Aku akan menghamilimu", bisik Charly yang membuat Dita tertawa kecil.
Jleebb.
Sempurna.
"Awwh, sakit, Dad", Dita sedikit meringis.
"Relax ya, Mom, Daddy tidak akan kasar", ucap Charly lembut.
Perlahan namun pasti, Charly menaik turunkan pinggulnya.
"Kalau sudah mulai nyaman, bisa imbangin ritme gerakan Daddy ya, Mom", ucap Charly.
"Iya, Dad", jawab Dita.
"Ahh", Dita kembali mendes*h dan kini dia sudah bisa mengimbangi gerakan Charly.
"Dad, faster, please", pinta Dita.
"Okey, Sayang", jawab Charly sambil mempercepat gerakannya.
"Aahh", kini Charly yang mendes*h.
"Aku mau sampai, Dad", ucap Dita.
"Kita sama-sama ya, Mom", jawab Charly.
__ADS_1
Charly pun semakin mempercepat gerakannya, dan...
"Aaaahhhh", desa*h*n halus keduanya terdengar sangat merdu saat mereka sama-sama sudah mencapai puncak kenikmatan dan Charly berhasil menyiram lahar panas di dalam rahim Dita.