
Satu setengah bulan kemudian...
"Pengumuman kepada seluruh karyawan Kantor Pusat Jerryan Corps, karena hari Minggu nanti adalah Pernikahan Pak Hansel Jerry dan Bu Cyntiara Jenya, maka diumumkan bahwa hari Senin nanti kantor DILIBURKAN. Sampai bertemu Hari Minggu di Bali dan hari Selasa jangan lupa untuk kembali bekerja. Demikian pengumuman resmi ini disampaikan"
Begitulah isi pengumuman yang disampaikan Gerald Ryando, sang Wakil Direktur di Grup Jerryan Corps. Semua karyawan meresponnya dengan bahagia. Bagaimana tidak? Karena mereka semua diundang untuk menghadiri pernikahan CEO Ganteng mereka, Hansel Jerry. Pernikahannya diadakan di Bali pula. Jadi mereka bisa sambil berlibur singkat. Lumayan kan, berangkat Jumat sore sepulang kerja dan kembali lagi Senin sore. Wehehee.
Hari Bahagia pun tiba..
Semua undangan terpukau melihat ketampanan Jerry dan kecantikan Yura.
Tidak terkecuali Jerry, diam-diam dia pun mengagumi kecantikan Yura, namun dia mengingkari perasaannya sendiri.
"Anakku, semoga kamu bahagia ya" kata Pak Bram kepada Yura. Beliau memeluk anak kesayangannya dengan sangat erat. Pak Bram sampai menitikkan air mata bahagianya.
"Papa, ini hari bahagia anak kita, kenapa Papa menangis? Nanti Yura ikut menangis, Pa" kata Bu Sinta sambil mengelus pundak suaminya.
"Papa terlalu bahagia, Ma", jawab Pak Bram sambil melepas pelukannya dari Yura.
__ADS_1
"Papa, Mama.. terimakasih untuk cinta kalian kepada Yura. Tetap doakan Yura ya, semoga Yura dan Mas Jerry bisa mengarungi rumah tangga kami dengan baik" Yura meminta doa restu kepada orangtuanya.
"Papa sangat bangga sama kamu, Jerry. Kamu pasti akan menjadi suami yang bertanggungjawab. Papa yakin itu" kata Pak Yudo sambil memeluk Jerry.
"Jaga dan cintai Yura ya, Nak" sambung bu Mery.
"Jerry usahakan, Pa, Ma", jawab Jerry lemah.
Yaa.. mereka berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri. Apa yang sudah Tuhan persatukan, tidak boleh diceraikan manusia kecuali maut yang memisahkan.
Malam hari setelah semua acara selesai, para undangan dipersilahkan melakukan acara pribadi. Ada yang langsung kembali ke kamar hotel untuk beristirahat, ada juga yang masih menikmati indahnya Pulau Bali sambil berjalan-jalan.
Yaa mereka masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Namun tidak seperti pengantin baru pada umumnya, sesampai di kamar, Jerry dan Yura sibuk dengan urusan masing-masing.
Bahkan setelah bergantian membersihkan diri, tidak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka. Dan mereka pun tidak tidur di satu ranjang yang sama.
"Aku disini, kamu disana", kata Jerry kepada Yura sambil menunjuk Sofa.
__ADS_1
"Hah?? aku di sofa, Mas?" tanya Yura heran.
"Ya. Aku tidak sudi satu ranjang dengan wanita yang sama sekali tidak aku sukai. Kamu jangan bermimpi untuk bisa tidur sekamar bahkan seranjang denganku. Sepulangnya dari Bali, kita akan tinggal di rumah pribadiku. Dan kita TIDAK AKAN PERNAH TIDUR BERSAMA DAN DILARANG MELAKUKAN KONTAK FISIK" serbu Jerry dengan tegas kepada Yura.
Yura hanya terdiam mendengar kata-kata Jerry yang baginya sangat menyakitkan. Tanpa dia sadari air matanya pun menetes, deras, dan semakin deras.
Yura pun merebahkan tubuhnya di sofa.
"Tuhan, kuatkan aku" batin Yura sambil terisak.
Apakah Jerry peduli dengan air mata Yura?
Tidak. Dia bahkan langsung menutup matanya dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
"Kenapa aku begitu tidak menyukai wanita ini?" batin Jerry yang ternyata sedari tadi dia tidak tidur.
"Yaa semua karena aku hanya mencintai Fely, hanya Fely" kembali Jerry berkata dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara di Sofa, Yura sudah tertidur karena terlalu lelah menangis.