
"Sayang, kenapa kamu kemarin mendiamkanku?", tanya Jerry setelah dia selesai makan, disuapin Yura tentunya.
"Aku marah sama kamu, Pa. Bisa-bisanya berpelukan sama wanita lain. Mantan pacar pula", jawab Yura sambil membuka horden kamarnya.
"Tapi sekarang sudah gak marah lagi kan?", tanya Jerry.
Yura hanya tersenyum melihat Jerry tanpa menjawab pertanyaannya.
"Kog cuma senyum?", tanya Jerry lagi.
"Jadi maksud Papi aku harus marah lagi?", Yura meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Enggak, Sayang, jangan. Udah cukup kamu mendiamkanku berjam-jam kemarin. Itu sangat menyiksaku", jawab Jerry.
Yura mendekati Jerry yang sedang duduk di sofa.
"Oh iya, Sayang, kamu semalam mimpi apa sampai menangis begitu?", tanya Yura yang kini sudah duduk bersama Jerry di sofa kamar mereka.
"Aku menangis?", tanya Jerry yang dibalas anggukan oleh Yura.
"Kamu menangis menyebut namaku, kamu bilang aku tidak boleh pergi", jawab Yura.
"Ini yang kedua kalinya aku bermimpi ditinggal oleh Yura. Semoga bukan pertanda yang buruk", batin Jerry.
__ADS_1
"Melihat tatapan tajammu kemarin, aku jadi takut kamu meninggalkanku, Sayang. Mungkin itu terbawa sampai alam bawah sadarku dan masuk dalam mimpiku", Jerry menyandarkan kepalanya ke bahu Yura.
"Aku sampai gak tidur semalaman, Pa, karena aku mencemaskanmu. Aku terus mengompresmu karena tadi malam suhu tubuhmu sangat panas", Yura meletakkan tangannya di kening Jerry.
"Kalau begitu, sekarang Mami sarapan ya. Habis itu mandi, lalu kita menghabiskan waktu di tempat tidur", kata Jerry kemudian mencium pipi sang istri.
"Aku sudah mengirim pesan kepada Ryan, supaya hari ini dia yang handle semua urusan di kantor", Jerry menambahi.
"Oh iya, Pa, tadi juga Bu Asih ada WA Mami, katanya hari ini belum bisa kesini, karena masih belum begitu kuat untuk bekerja", Yura menunjukkan chat dari Bu Asih.
"Tidak apa-apa, Mam. Biar Bu Asih istirahat total di rumahnya sampai dia benar-benar pulih", jawab Jerry.
Satu jam kemudian, Yura sudah selesai sarapan dan mandi, sedangkan Jerry hanya mencuci wajahnya, menggosok gigi, dan mengganti pakaiannya. Maklumlah, Jerry masih belum begitu sehat. Wehehehe.
"Asal kamu gak macam-macam aja sama aku ya, Pa", kata Yura.
"Kalau aku gak macam-macam sama kamu, anak kita gak mungkin ada disini sekarang", jawab Jerry sambil mengelus dan mencium perut Yura.
"I Love you, Mami", kata Jerry yang dibalas senyum manis oleh Yura. "I Love you too, Papi", jawab Yura.
Sementara itu di tempat lain...
"Al, kamu kenapa melamun? Masih pagi loh ini", Frans yang baru saja menghabiskan roti tawarnya menyadarkan Albert dari lamunannya.
__ADS_1
"Enggak kok, Bang, aku gak melamun. Cuma lagi pada posisi wenak aja, ternyata bengong asik juga ya, Bang", jawab Albert yang membuat Frans menaikkan alisnya.
"Ngaco deh kamu, Al. Bengong kog enak", Frans menarik tangan adiknya yang menopang dagu.
"Gak baik tangan dibuat kayak gitu, Al", kata Frans yang membuat Albert memanyunkan bibirnya.
"Sekarang lebih baik kamu habisin roti tawar kamu, atau nanti Abang yang makan ya", kata Frans.
"Jangan donk, Bang. Ini punya aku", jawab Albert sambil menggigit roti tawarnya.
"Bang, Yura apa kabar ya?", tanya Albert yang membuat Frans bingung.
"Kenapa kamu tiba-tiba nanyain Yura? Hei, Al, dia sudah menjadi istri orang sekarang. Kamu harus move on dari dia", jawab Frans.
"Aku rindu sama Yura, Bang. Kira-kira dia bahagia gak ya? Apakah suaminya memperlakukannya dengan baik?", tanya Albert yang membuat Frans menggelengkan kepala.
"Al, kamu harus membuka hati kamu untuk wanita lain. Kamu tampan, mapan, pintar, baik hati, gak ada yang kurang dari diri kamu. Abang yakin, sangat banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasih kamu", jawab Frans.
"Abang juga yakin kalau Yura sangat bahagia dengan pernikahannya, Al. Apalagi Pak Jerry adalah orang yang sangat baik. Abang sangat mengenal Pak Jerry. Yang abang tahu dia orang yang sangat bertanggungjawab. Kamu harus merelakan Yura bersama suaminya, Al", Frans mencoba menasihati Albert.
"Iya, yang Abang tahu, Jerry itu orang yang baik, tapi yang tidak Abang tahu gimana?", tanya Albert lagi.
"Ngomong apa kamu, Al? Nih kamu lihat, dua hari yang lalu, Pak Jerry mengirimkan foto dia bersama Yura. Dari senyumnya terlihat kalau Yura sangat bahagia. Apalagi sekarang Yura sedang mengandung anak Pak Jerry", jawab Frans sambil menunjukkan foto Jerry dan Yura di layar handphonenya.
__ADS_1
Bisaan aja si Jerry, sepertinya dia tahu kalau Frans akan menunjukkan foto dirinya dan Yura kepada Albert. Hahaha.