
Keesokan harinya...
"Papi, hari ini belum ke kantor?", tanya Yura yang sedang memberikan ASI kepada baby Charlie.
Jerry hanya menggeleng sambil tersenyum.
"Kog senyum-seyum gitu sih, Pa?", tanya Yura lagi.
"Waktu itu Papi yang berada di posisi itu, Sayang. Sekarang posisi Papi berhasil direbut oleh Charlie", jawab Jerry yang masih memperhatikan Charlie yang sedang menyusu dari Yura.
"Jadi Papi harus izin dulu sama Charlie kalau mau ambil pabrik susunya", ucap Yura yang diikuti tawa suami istri itu.
"Ooowe, ooweee", Baby Charlie menangis karena terkejut mendengar suara tawa kedua orangtuanya.
"Cup cup cup, maaf ya, Sayang, Papi nya berisik ya", ucap Yura sambil mengelus pipi anaknya sambil menoleh ke arah Jerry yang saat ini duduk di sampingnya.
"Papi ikhlas, Nak, kalau saat ini kamu menguasai pabrik susu itu. Tapi tunggu masa nifas Mami selesai, kita akan berbagi ya, Nak, jangan pelit-pelit", Jerry mengelus kaki mungil sang anak, lalu mencium pipi Yura.
"What?", gumam Yura dengan menunjukkan ekspresi terkejut.
"Biar gak gede sebelah, Mam", bisik Jerry lalu kembali mencium pipi sang istri, kemudian beranjak dari duduknya sambil menunjukkan senyum jahilnya.
"Papiii", Yura mencoba menahan suaranya sambil memelototi Jerry.
"Mam, Mami mau jus mangga gak? Biar papi buatin", tawar Jerry.
__ADS_1
"Boleh deh. Sekalian buatin untuk Bu Asih juga ya, Pa", jawab Yura.
"Siap, Nyonya CEO", ucap Jerry.
Saat Jerry sedang berada di dapur, handphone Jerry yang tertinggal di kamar berbunyi menunjukkan ada pesan WA yang masuk.
Yura yang baru saja beranjak hendak ke kamar mandi merasa penasaran, lalu membuka handphone Jerry.
"Hai, Pak Jerry yang tampan, aku saat ini sedang menuju Makassar, aku ambil cuti tahunan yang masih full", tulis pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal.
"Siapa sih ini?", gumam Yura saat membaca pesan tersebut.
Ttrringg...
Nomor tersebut kembali mengirim pesan kepada Jerry, kali ini dibarengi dengan foto selfie nya.
"Hah? Seorang wanita? Ngomongnya pake aku aku lagi", gerutu Yura yang mulai geram.
"Kamu siapa?", Yura membalas pesan dari nomor tidak dikenal tersebut.
"Astaga, Pak Jerry sudah lupa ya sama wajah cantikku? Aku Joanna loh, Pak", jawab pengirim pesan tersebut.
"Oh", kembali dibalas oleh Yura.
"Selama aku di Makassar, kita bisa ketemuan donk, Pak", balas Joanna.
__ADS_1
Yaa, masih ingat Joanna kan? Manajer HRD di perusahaan Jerry yang berada di Palembang. Wanita yang sangat mengidolakan Jerry, bahkan tidak malu mengejar-ngejar Jerry walau di depan Pak Yudo sekalipun.
Huft, Author males banget deh, kenapa si centil Joanna ini harus muncul lagi sih?
"Mami, ini jus mangganya", ucap Jerry.
"Siapa Joanna?", pertanyaan singkat dan tegas Yura utarakan sambil menunjukkan wajah kesalnya kepada sang suami yang baru saja kembali ke kamar.
"Kamu selingkuh di belakangku, Mas?", tanya Yura.
Kalau Yura memanggil Jerry dengan sebutan Mas, bisa dipastikan kalau saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"Kog manggilnya Mas?", Jerry malah balik bertanya.
"Jawab pertanyaanku, Mas. Siapa Joanna?!", nada bicara Yura sedikit meninggi.
"Kamu lagi bahas apa sih, Sayang? Joanna, Joanna apa? Joanna siapa maksud kamu?", tanya Jerry bingung.
"Jangan berlagak tidak tahu, Mas", Yura menunjukkan WA Joanna kepada Jerry.
"Siapa wanita itu?!", cecar Yura.
"Astaga, wanita ini. Ngapain dia nge-WA aku?", ucap Charly sambil mengambil handphonenya dari tangan Yura.
"Dia karyawan kita, Sayang. Dia Manajer HRD di perusahaan kita yang berada di Palembang", jawab Jerry.
__ADS_1
"Hanya karyawan? Yakin kamu, Mas?", tanya Yura dengan nada curiga.