Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Kabar Tentang Fely


__ADS_3

"Halo, Dok, maaf mengganggu waktunya. Istri saya tiba-tiba merasa nyeri pada perutnya, Dok. Saya kasihan melihatnya, dia terlihat sangat kesakitan", Jerry terlihat panik saat menelepon Dokter Charly.


"Halo, Pak Jerry. Apakah sebelumnya Bu Yura mengalami stress atau habis menangis, Pak?", tanya Dokter Charly.


"Iya, Dok. Istri saya tadi memang menangis", jawab Jerry.


"Oke. Pak Jerry tenang dulu ya. Sekarang coba baringkan Bu Yura, cari posisi yang nyaman ya, kemudian beri sentuhan lembut pada perut Bu Yura. Jika sudah mulai tenang, beri minum air putih ya. Agar lebih rileks, nanti bisa dikompres handuk hangat, tapi jangan terlalu lama ya. Oh iya, Pak Jerry, Bu Yura jangan dibiarkan terlalu sering menangis ya. Karena itu bisa berpengaruh pada pertumbuhan bayi dalam kandungannya", jelas Dokter Charly.


"Baik, terimakasih banyak, Dok", Jerry mengakhiri sambungan teleponnya.


Jerry pun melakukan apa yang dikatakan Dokter Charly tadi. Dengan lembut dan hati-hati dia mengelus perut istrinya.


"Nak, maafkan Papi ya karena sudah membuat Mami menangis sehingga kamu menjadi gelisah", kata Jerry dengan berbisik lalu dia mencium perut istrinya.


Yura hanya diam melihat perlakuan suaminya. Dia terus saja memejamkan matanya yang sesekali masih meneteskan air mata.


"Sayang, minum dulu ya. Aku bantu kamu untuk duduk dan bersandar", Jerry membantu Yura duduk lalu memberinya minum air putih.


"Perut kamu aku kompres pakai handuk hangat ya, biar lebih rileks", Jerry meminta izin kepada Yura dengan suaranya yang lembut sambil menatap istrinya dengan sangat lekat.


"Gak usah, Mas. Udah enakan kog perutnya", jawab Yura yang dibalas anggukan oleh Jerry.


Jerry belum berani banyak berbicara apalagi membahas tentang kesalapahaman Yura beberapa jam yang lalu.


Tiga puluh menit lamanya mereka saling berdiam diri. Yura mengisi waktunya dengan membaca novel sedangkan Jerry malah tertidur di sofa yang dia tarik ke samping ranjang.


"Eehhmmm", Yura berdehem bermaksud untuk membangunkan Jerry.


"Eehhmm", katanya lagi namun Jerry tidak juga bangun.

__ADS_1


"Sepertinya dia sangat lelah", batin Yura.


Ttlliingg..


Satu pesan di aplikasi WA masuk ke handphone Jerry.


Ttllliing.. ttlliinggg.. ttlliiing..


Masuk lagi tiga pesan.


Tapi Jerry tidak kunjung bangun.


Karena penasaran, Yura pun meraih handphone Jerry yang berada di ranjang dekat kakinya.


"Hahh?? Ya Tuhan", gumam Yura kemudian dia menutup mulutnya dengan satu tangan. Lalu dia mengelus perutnya sambil bergumam "Amit-amit jabang bayi".


Ternyata Ryan yang mengirim pesan tersebut kepada Jerry. Yaa, Ryan mengirim empat foto Fely yang tew*s mengenaskan di salah satu Club Malam.


"Menurut informasi, semalam Fely ribut dengan salah satu lelaki, Jer", balas Ryan yang dia kira Jerry yang sedang membalas chatnya. Padahal Jerry lagi bobo ganteng di sofa. Hehehe.


"Ribut gimana, Ry? Lelaki itu siapa?", tanya Yura.


"Kabarnya sih itu kekasihnya Fely. Mereka berantem gitu, Jer. Awalnya berdebat mulut, terus ujung-ujungnya si lelaki main tangan terus dibalas sama Fely", balas Ryan.


"Kog bisa sampai meninggal, Ry? Apa orang-orang di sana gak ada yang nolongin?", Yura semakin penasaran.


"Kepala Fely dipukul pakai botol mi-ras, karena hilang kesadaran Fely terjatuh ke lantai. Seperti tidak puas dengan aksinya, lelaki itu menendang Fely dan menginjak pe-rutnya. Gak ada yang berani nolongin, Jer, karena orang-orang pada takut. Apalagi lelaki itu dibawah pengaruh minuman keras. Nih, gue kirimin lu video nya ya, Jer. Ini didapat dari CCTV club malam tersebut. Tanpa rekayasa", balas Ryan lagi.


"Lagi rame berita ini, Jer. Jadi trending topik di berbagai media. Lu cari aja di Internet, Seorang Mantan Model M*ti Mengenaskan di Club Malam", tambah Ryan melalui room chatnya.

__ADS_1


"Pelakunya udah ditangkap?", balas Yura yang semakin penasaran.


"Pas kejadian semalam, pihak club malam langsung menghubungi pihak berwajib, jadi polisi langsung datang dan menangkap lelaki tersebut. Walaupun ketika polisi datang, Fely sudah meninggal dunia", jawab Ryan.


"Oke, Ry. Thanks infonya ya", Yura mengakhiri percakapannya dengan Ryan melalui room chat.


"Yoi, Bro. Sama-sama", balas Ryan.


Masih diliputi rasa penasaran yang tinggi, Yura langsung mencari info tentang Fely di Internet. Dan benar saja, berita kem*tian Fely sangat ramai dibicarakan. Apalagi dia pernah menjadi seorang model yang diidolakan banyak netizen sebelum dia mengenal seorang Galang yang membuatnya rusak dan kariernya hancur. Dan benar saja dugaan Author, bahwa lelaki yang membuat Fely menigg*l dunia bernama Galang yang tidak lain adalah kekasih Fely sendiri.


Jerry terbangun saat Yura sedang menonton video yang dikirim Ryan tadi.


"Sayang, kamu lagi lihat apa?", Jerry menyapa Yura yang sedang serius namun tetap mengelus perutnya sambil sesekali bergumam "amit-amit jabang bayi".


"Hei, Mam, lagi nonton apa sih? Serius bener?", Jerry memegang tangan Yura yang saat ini berada di atas perutnya.


"Mas...", kata Yura.


"Papi, Mam", Jerry memotong Yura.


"Lihat ini", Yura memberikan handphone Jerry kepada si empunya.


"Apa sih, Mam?", tanya Jerry bingung.


"Kamu buka WA dari Ryan, Pa", jawab Yura.


Ciyeee, Yura udah balik manggil Papi lagi.


"Astagaaa", Jerry menutup mulutnya dengan satu tangan sambil sesekali menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2