
Setelah berdoa bersama, Charly mematikan lampu kamar mereka.
"Sayang, tidurlah disini", ucap Charly sambil memberikan tangannya, agar Dita menjadikannya bantal.
"Tangan kamu bisa pegal kalau aku jadiin bantal, Mas", ucap Dita.
"Ayolah, Sayang. Mas ingin memelukmu", balas Charly.
"Emangnya aku bantal guling?", protes Dita.
"Yasudah kalau kamu tidak mau", Charly menarik tangannya dan memiringkan badannya.
"Aku gak mau kamu jadikan bantal guling, Mas. Aku maunya kamu jadikan Ibu dari anak-anakmu", bisik Dita sambil memeluk punggung Charly.
Mendengar pernyataan istrinya, Charly tersenyum dan memutar badannya, kini mereka tidur berhadapan.
"Kamu mengizinkan Mas untuk menyentuhmu, Sayang?", tanya Charly sambil memeluk pinggang Dita.
"Dari tadi juga kamu sudah menyentuhku, Mas", jawab Dita.
"Maksudnya, kamu mau memberikan hak Mas sebagai seorang suami?", tanya Charly lagi.
"Mas keberatan? Atau Mas hanya ingin menjadikanku bantal guling?", ledek Dita.
"Gak, gak, Sayang. Mas justru sangat senang mendengarnya", balas Charly lalu mencium kening sang istri.
"Tapi jangan malam ini ya, Mas", ucap Dita.
"Kamu belum siap, Sayang?", tanya Charly pasrah.
"Aku lagi palang merah, Mas", jawab Dita setengah berbisik.
"Astagah. Mas akan pastikan akan membuatmu hamil setelah masa palang merah kamu selesai, Sayang", ucap Charly sambil memeluk Dita.
"Berapa hari lagi?", tanya Charly.
"Ini sudah hari keempat, Mas. Biasanya lima hari", jawab Dita.
"Baiklah kalau begitu, dua atau tiga hari lagi Mas akan menghamilimu", ucap Charly.
"Siapa takut", jawab Dita seolah menantang sang suami.
"Berarti sekarang kita langsung tidur yok", ajak Dita.
__ADS_1
"Malam ini mau ya jadi bantal guling Mas", pinta Charly.
"Iya, Sayang", jawab Dita.
"Apa? Coba ulangi, tadi manggil apa?", tanya Charly.
"Iya, Sayang. Sayangku, Cintaku, Suamiku", jawab Dita sambil meletakkan kepalanya di tangan Charly.
"Jangan berubah lagi ya, Mas. Tetaplah seperti ini", pinta Dita.
"Pasti, Sayang. Jangan tinggalkan Mas lagi ya", pinta Charly.
"Tapi Mas masih punya hutang sama aku", ucap Dita.
"Hutang apa, Sayang?", tanya Charly yang terdengar bingung.
"Mas harus membuktikan kalau wanita yang waktu itu memang bukan siapa-siapa dan Mas memang tidak mengenalnya", jawab Dita.
"Walaupun Mas gak tahu bagaimana caranya, tapi Mas akan berusaha untuk membuktikannya, Sayang", ucap Charly.
"Oh iya, kamu juga masih punya hutang sama Mas", Charly tidak mau kalah.
"Aku? Hutang apa?", tanya Dita.
"Oopss, jangan overthingking dulu, Sayang. Aku pasti akan menceritakannya. Ceritanya panjang. Tapi boleh gak besok pas kita lagi santai? Malam ini aku sudah ngantuk, Mas", rengek Dita.
"Oke oke, janji ya, besok ceritakan semua", titah Charly.
"Iya, Mas. Janji", balas Dita sambil memeluk pinggang Charly.
"Tidurlah, Sayang. Boleh Mas menyanyikan satu lagu penghantar tidur untukmu?", tanya Charly.
"Dengan senang hati, Mas", jawab Dita sambil memejamkan matanya.
"Mulai malam ini, Mas akan selalu menyanyikan lagu setiap kamu mau tidur, Sayang. Ini salah satu bentuk rasa cintaku kepadamu", Charly mengelus kepala Dita kemudian menyanyikan satu lagu untuk istrinya tercinta.
π΅πΆ
The other night, dear
As I lay sleeping
I dreamed I held you, in my arms
__ADS_1
When I awoke, dear
I was mistaken
So I hung my head and I cried
You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You'll never know, dear
How much I love you
Please don't take my sunshine away
I'll always love you
And make you happy
And nothing else could come between
But if you leave me to allow another
You'll have shattered all of my dreams
You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You'll never know, dear
How much I love you
Please don't take my sunshine away
__ADS_1
πΆπ΅