
Di rumah Jerry...
"Boleh tolong ambilkan aku air minum?", Yura memecah keheningan di antara mereka.
Yaa, Jerry memang melakukan aksi diam, karena menurutnya, Yura belum memaafkannya. Jadi dari kemarin, Jerry hanya merespon setiap kata-kata Yura dengan deheman.
"Mmm", jawab Jerry.
"Aku mau lihat, sampai mana kamu tahan diam seperti itu, Mas", batin Yura.
"Terimakasih", ucap Yura saat Jerry sudah kembali ke kamar mereka dan memberikan segelas air putih.
"Mmmm", Jerry kembali berdehem.
"Aku pengen jus mangga. Bisa tolong dibuatin?", pinta Yura.
Tanpa menjawab, Jerry langsung keluar dari kamar, berjalan menuju dapur.
Lima menit kemudian, Jerry kembali dengan segelas jus mangga.
"Tolong letakin di atas nakas aja, Mas", ucap Yura.
"Dia masih memanggilku dengan sebutan Mas, artinya dia belum memaafkannku. Baiklah, aku akan terus diam", batin Jerry.
Yura sibuk dengan kegiatan rutinnya, yaitu memberi ASI kepada baby Charlie, sementara Jerry sibuk dengan game onlinenya.
"Aku minta apa lagi ya, biar dia bisa mengeluarkan suara?", batin Yura, yang ternyata dari tadi dia berpikir bagaimana caranya agar sang suami tidak melakukan aksi diam lagi.
"Aku lapar", ucap Yura yang tidak digubris oleh Jerry.
__ADS_1
"Yaelah, dia malah gak merespon", batin Yura.
Karena merasa sedikit kesal dengan tingkah Jerry yang tidak menghiraukan ucapan dirinya, Yura perlahan menjauhkan diri dari baby Charlie yang sudah tidur dengan nyenyak, dan beranjak dari tempat tidur.
"Tolong lihat Charlie, aku mau cari makanan keluar. Aku lapar", ucap Yura.
"Mmm", jawab Jerry.
Kemudian Yura mengambil kunci mobil yang tergantung di samping lemari dan keluar dari kamar.
"Menyebalkan. Jadi kamu cari ribut sama aku ya, Mas. Lihat aja, kamu akan menyesal sudah mendiamkanku", batin Yura sambil dia menuruni anak tangga.
Yura benar-benar menyetir mobil untuk mencari makan. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Untuk pertama kalinya, setelah selama sembilan bulan lebih Yura tidak menyetir, malam ini dia nekat kembali menyetir mobil, karena memang dia merasa lapar yang luarbiasa. Untung beberapa hari yang lalu Yura melahirkan dengan proses normal, jadi pemulihannya lebih cepat.
Oh iya, apakah di rumah mereka tidak ada persediaan makanan?
Sepuluh menit kemudian...
"Pak, sate kambing lengkap dengan lontong, satu porsi ya, banyakin bawang gorengnya, terus sop kambingnya juga satu porsi. Makan disini ya, Pak", ucap Yura.
"Oh iya, minumnya jeruk panas ya", tambah wanita cantik itu.
"Baik, Bu. Mohon ditunggu ya. Bisa duduk di dalam", ucap pemilik usaha sate tersebut.
Lima belas menit lamanya Jerry mondar mandir di dalam kamar, sambil sesekali mengintip dari jendela, melihat apakah sang istri sudah kembali.
Ingin rasanya dia menunggu di depan pagar, namun apa daya ada sang baby yang sedang tidur dan tidak mungkin dia tinggalkan sendirian di kamar.
__ADS_1
"Kemana perginya Yura? Sudah lima belas menit berlalu tapi belum balik juga", gumam Jerry.
Tangannya bolak balik mengetik ingin mengirim chat WA kepada sang istri, namun kembali dihapus.
"Apa aku telepon aja ya?", Jerry berbicara sendiri.
"Ahh, gak usahlah. Mungkin lima menit lagi dia sampai di rumah", gumamnya.
"Pak, pesan sate kambing dan sop nya masing-masing satu porsi, tapi dibungkus ya", ucap Yura yang baru saja menghabiskan makanannya.
"Baik, Bu", jawab pria paruh baya tersebut.
"Gila ya, sudah tiga puluh menit aku keluar, dia gak ada nanyain aku", batin Yura sambil melihat handphone nya.
Lima belas menit kemudian, Yura sampai di rumah.
Setelah mencuci kaki dan tangan di kamar mandi bawah, dia naik ke lantai dua menuju kamar mereka, dengan membawa bungkusan makanan yang tadi dia pesan. Tidak lupa Yura membawa piring, mangkuk, dan sendok dari dapur. Oh iya, Yura juga membawa air minum.
Ceklek.
Yura membuka pintu kamar. Terlihat Jerry sedang tidur di sebelah baby Charlie.
"Keterlaluan. Gak ada rasa khawatir sama sekali dengan istri. Apa dia sudah gak sayang lagi sama aku?", batin Yura.
Padahal sebenarnya Jerry hanya berpura-pura tidur, ketika mendengar suara mobil Yura sudah tiba di depan rumah mereka.
"Cari makan sampai empat puluh lima menit. Makanannya cuma dibeli seporsi pula untuk dia, gak bawain buat aku", batin Jerry, saat dia bangun, berpura-pura ingin ke kamar mandi, dan melihat Yura sedang menikmati sate dan sop yang tadi dia pesan.
Loh, bukannya tadi Yura sudah makan, kog makan lagi?
__ADS_1
Iya, tadinya sate dan sop itu memang dipesan untuk Jerry. Tapi karena Yura merasa Jerry tidak mempedulikannya lagi, yaudah deh, Yura makan lagi.
"Biarin aja, biar aku gemuk sekalian. Kalau semakin gemuk kan, aku jadi gak cantik lagi, biar dia bisa cepat cari wanita lain. Menyebalkan banget", gerutu Yura dalam hati.