Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Kebingungan Jerry


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


"Jer, Nyonya CEO kenapa gak masuk kantor seminggu ini? Padahal meja kerjanya sudah dipindahin ke ruangan lu. Jangan bilang kalau Yura masih ngambek gara-gara lu nyuruh dia berhenti kerja", tanya Ryan saat makan siang bersama Jerry.


"Gue udah bilang ke Yura, Ry, kalau gue ngizinin dia tetap kerja asalkan gak boleh ikut kalau ada meeting di luar kota ataupun luar negeri. Karena kan sekarang dia lagi hamil. Udah gue bilang juga kalau dia sekarang seruangan sama gue, biar bisa gue perhatiin setiap saat. Tapi dia malah marah setiap kali gue ngebahas tentang kantor. Ujung-ujungnya dia malah bahas tentang gue yang mau cari sekretaris baru. Dari pada ribut kan, yaudah gue tunggu aja sampe dia siap buat ke kantor lagi", jawab Jerry.


"Emangnya kalau Yura ga ngantor lagi, lu bakal beneran nyari sekretaris baru, Jer?", Ryan penasaran.


"Ah, lu, sama aja kayak istri gue, mikirnya begitu, ya nggak mungkinlah", jawab Jerry yang membuat Ryan bingung.


"Terus misalnya Yura emang ga jadi sekretaris lu lagi, siapa yang bakalan handle kerjaan dia, Jer?", tanya Ryan lagi.


"Kan ada elu, Ry. Sebelum ada Yura juga kan, lu yang handle semua", jawab Jerry yang membuat Ryan membelalakkan matanya.


"Hah?? Pusing lagi donk gue, Jer", tatapan Ryan sangat memelas.


"Gue gak mau gara-gara gue cari sekretaris baru, hubungan gue dan Yura jadi retak, Ry. Semenjak hamil, Yura jadi cemburuan sama gue", jawab Jerry.


"Lebay lu, Jer. Eh, lu bukan suami-suami takut istri kan?", Ryan menelisik dalam. Hahahaha.


"Muke gile lu, ya gak lah. Gue cuma terlalu sayang sama istri gue, Ry", jawab Jerry yang membuat Ryan mengangguk-angguk sambil mengucapkan kata "OooooO".

__ADS_1


"Ehh.. By the way, kemarin tim gue lihat Fely lagi, Jer", Ryan membuat Jerry menatap serius.


"Tim lu ada dimana-mana ya, udah kayak intel", kata Jerry.


"Hiyahiyalaahh, Ryan gitu loh", jawab Ryan sambil menarik kerah bajunya sebelah kanan.


"Nih, fotonya", Ryan menunjukkan foto Fely kepada Jerry.


"Dia terlihat pucat, Jer. Ini tim gue lihat dia di dekat apotek M. Kayaknya habis nebus obat gitu", Ryan menerangkan yang dibalas anggukan oleh Jerry.


"Ya..ya..ya.. Kayaknya udah cukup deh kalian ikutin dia, Ry. Foto-foto yang tim lu kasih sudah cukup membuktikan kalau dia ada di kota ini", kata Jerry.


"Terus lu kapan mau nemuin dia? Emang lu tau dia dimana?", tanya Ryan.


"Maksudnya, lu mau ke apartemennya?", tanya Ryan bingung.


"Gak mau gue. Ntar gue tergoda pula dengan keseksian dia. Bahaya, Ry", jawab Jerry.


"Jangan bilang dulu lu sama dia sudah...", Ryan menggantung ucapannya.


"Sembarangan lu. Gue masih perjaka sampai gue nidurin Yura", Jerry melempar Ryan dengan tissue yang dari tadi dia gulung-gulung kecil.

__ADS_1


"Kirain kan, Jer", Ryan menangkis tissue yang mengarah ke wajahnya.


"Berarti urusan gue udah beres ya, Jer. Jangan lupa bonus gue. Sekarang lu yang mikir gimana caranya ngelabrak kekasih tercinta lu itu", Ryan terkekeh.


"Kekasih tercinta monyong lu. Gak habis pikir gue sama diri gue sendiri, kog bisa ya dulu gue sebodoh itu?", kata Jerry seperti menyesali masa lalunya.


"Oh iya, untuk bonus, gue transfer nanti sore", jawab Jerry lagi.


"Nah gitu donk.. Udah ahh, Jer. Jangan bahas Fely terus. Nanti lu jadi jatuh cinta lagi sama dia, gak rela gue. Balik kantor yok, nanti sore kita ada meeting bulanan dengan para Kepala Cabang", ajak Ryan.


"Ihh amit-amit, Ry. Gue udah punya Yura sekarang. Gak ada yang bisa gantiin dia", jawab Jerry sambil berjalan disebelah Ryan.


"Awas aja kalau Nyonya CEO gue sampe lu bikin nangis lagi ya, Jer, gue kasih bogem lagi lu kayak dulu", Ryan merangkul pundak sahabatnya.


"Ampun Tuan Muda", kata Jerry yang dibalas tawa oleh Ryan.


Tiga jam kemudian..


Kring..kring..


Ponsel Jerry berdering mendapat panggilan dari 'Mami Sayang'. Namun Jerry tidak mengangkatnya karena handphonenya memang tertinggal di atas meja kerjanya, sementara Jerry sedang meeting bulanan bersama para Kepala Cabang di ruang meeting.

__ADS_1


Tujuh panggilan tak terjawab dari 'Mami Sayang'.


Author gak ikutan ahh kalau Yura ngambek lagi. Jangan minta tolong sama aku ya, Jer.


__ADS_2