Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Gurauan Yura


__ADS_3

Sesampainya di kamar...


Jerry langsung memeluk Yura dari belakang ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar utama.


"Kita lanjut di ranjang ya, Mam", bisik Jerry.


"Kita tidur yok, Pa. Mami ngantuk", jawab Yura yang membuat Jerry menelan ludahnya kasar.


"Mami ngantuk? Tapi adiknya Papi udah bangun, Mam", Jerry mencoba pasrah.


"Besok aja gimana, Pa? Mami kan ajak ke kamar karena Mami ngantuk, bukan karena mau begituan", ucap Yura tanpa rasa bersalah. Malam ini Jerry merasa kena gurauan oleh Yura.


"Yaudah, Sayang. Kita tidur ya. Kita berdoa dulu yok", ajak Jerry dengan sabar.


Selesai berdoa, Jerry beranjak dari ranjang.


"Papi ke kamar mandi sebentar, mau tenangin si adik ya, Mam. Dari tadi dia sudah berontak", kata Jerry yang mulai merasa pusing di kepalanya karena has-ratnya malam ini tidak kesampaian.


"Habis itu tolong pijatin kaki Mami ya, Pa", ucap Yura yang sudah merebahkan tubuhnya.


Setelah Jerry menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi untuk menenangkan adiknya, dia langsung naik ke ranjang untuk menunaikan apa yang diminta oleh istrinya, yaitu memijat kaki Yura. Semenjak Yura hamil, setiap malam sudah menjadi rutinitas Jerry untuk memijat kaki sang istri sebelum dia tidur. Dengan sukacita Jerry melakukan itu, demi istri yang sangat dia cintai.


"Walaupun malam ini kamu nge gurau aku, suamimu yang tampan ini, Papi tetap mencintaimu, Mam. Papi gak punya alasan kenapa Papi bisa cinta mati sama kamu, Mam. Yang Papi tahu, Papi gak bisa jauh darimu, Papi gak mau kehilangan kamu, Mam", ucap Jerry yang kini sudah merebahkan tubuhnya di sebelah Yura sambil mengelus rambut sang istri.


"Selamat tidur, belahan jiwaku, Mami dari anak-anakku. I love you so much", bisik Jerry kepada Yura, lalu dia mencium kening dan bibir sang istri, kemudian tidur sambil memeluk Yura.


Di tempat lain..


"Kemana sebenarnya wanita itu? Sedang apa dia sekarang? Apa dia baik-baik saja?", gumam Charly yang terlihat khawatir karena Dita tidak juga pulang ke kostan nya.

__ADS_1


"Handphonenya juga masih belum aktif. Ya Tuhan, ada dimana Dita sekarang?", Charly mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa aku tidak bisa berbicara halus kepada kamu? Dita, maafkan aku. Aku gak tahu perasaan apa ini. Tapi aku benar-bener mencemaskanmu. Dimana kamu, Dita?", Charly berbicara sendiri. Tanpa dia sadari, butiran bening telah membasahi pipinya.


Malam itu, sekitar jam sepuluh malam, Charly memutuskan untuk mencari Dita. Dia mengelilingi kota tersebut, berharap bisa menemukan keberadaan Dita. Namun hingga subuh tiba, usahanya tidak membuahkan hasil.


"Dita, sebentar lagi hari pernikahan kita, kamu dimana?", ucap Charly yang saat ini menundukkan kepalanya ke setir mobil.


Charly kembali mencoba untuk menelepon Dita dan hasilnya tetap sama, nomor Dita tidak bisa dihubungi.


Akhirnya Charly memilih untuk pulang ke rumah.


"Halo, Dave, bukain pintu donk, Mas ada di depan", Charly menelepon Dave.


"Pencet bel aja, Mas. Nanti pasti Bu Tini bukain pintu", jawab Dave dengan suara yang sangat berat.


"Yaudah, tunggu bentar. Lagian Mas Charly dari mana sih jam tiga subuh baru pulang", gerutu Dave sambil berjalan menuruni anak tangga untuk membuka pintu depan.


"Haish, malah dimatiin handphonenya", omel Dave karena Charly mematikan sambungan teleponnya sepihak.


Ketika Dave membuka pintu depan, dia terkejut karena melihat wajah Charly yang pucat dan tampak sangat lemas.


"Mas, Mas kenapa?", Dave memegang kening Charly.


"Mas gak kenapa-napa kog, Dave", jawab Charly sambil berjalan memasuki rumah dan menaiki anak tangga untuk menuju kamar nya.


"Ada apa dengan si dokter tampan itu?", gumam Dave lalu kembali masuk ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


Lima jam kemudian, jam delapan pagi, Charly bangun dari tidurnya. Dia langsung mandi untuk membersihkan dirinya. Wajahnya masih terlihat lesu, tak bersemangat sama sekali. Pak Edward malam nanti baru kembali dari luar kota, sedangkan Dave sudah berangkat ke kantor. Di rumah ada Bu Tini yang sedang sibuk dengan segala urusan pekerjaan rumah. Sementara di luar ada Pak Satpam yang sedang berjaga di posnya.

__ADS_1


"Aku harus kembali mencari Dita", batin Charly yang saat ini sedang sarapan seorang diri.


Setelah menghabiskan sarapannya, Charly bergegas mengambil kunci mobilnya dan kembali mencari Dita. Tujuan pertama Charly adalah kostan Dita. Dia berharap Dita sudah kembali. Namun sesampainya di kostan Dita, dia belum juga bertemu dengan sang calon istri.


"Mbak, maaf numpang tanya, Dita nya ada gak ya?", tanya Charly kepada tetangga kost Dita.


"Kayaknya Mbak Dita dari kemarin belum pulang, Mas. Mungkin dia lembur", jawab wanita tersebut.


"Oh begitu. Makasih ya, Mbak", ucap Charly.


Sementara di hotel R...


Dita nampak sedang berjalan ke toko pakaian serba lima puluh ribuan yang berada di sebelah hotel tersebut. Mengingat pakaian yang Dita bawa hanya yang menempel pada tubuhnya saat ini, jadi Dita harus membeli beberapa baju, celana, dan pakaian dalam, bahkan Dita juga harus membeli perlengkapan mandi. Dia benar-benar belum mau bertemu Charly, sampai-sampai dia rela menginap di hotel bintang dua tersebut untuk beberapa hari sebelum hari pernikahan mereka. Bahkan hingga pagi ini, dia belum mengaktifkan handphonenya, sepertinya dia tahu kalau Charly terus mencarinya.


Enam jam kemudian...


"Mam, yok kita beli baju pesta buat kamu", ajak Jerry.


"Kerjaan Papi udah selesai?", tanya Yura.


"Tenang, Mam, ada Ryan dan Dave. Jadi amaaan", jawab Jerry.


"Nanti Papi beli baju baru juga ya", pinta Yura.


"Terserah Mami aja deh", Jerry mencium pipi istrinya.


Siang itu, sekitar jam dua siang, Jerry dan Yura berbelanja ke Mall untuk membeli pakaian pesta yang akan Yura dan Jerry pakai di hari pernikahan Dokter Kandungan yang sangat diidolakan Yura, yaitu Dokter Charly Brotoseno, calon suami dari Anindita Kusuma. Bukan hanya itu, Jerry juga akan berbelanja sepatu untuk menambah koleksi sepatunya.


Yaa, bahkan Yura sangat bersemangat untuk menghadiri acara pernikahan Charly dan Dita, sementara kedua calon pengantin entah bagaimana. Semoga pernikahan kalian gak batal ya, Charly dan Dita. Author berharap masalah kalian cepat selesai ya.

__ADS_1


__ADS_2