
Jerry sangat bergair*h menikmati setiap inci tubuh Yura. Tidak ada satu bagian pun yang terlewat dari ciumannya. Bahkan dia menciptakan sangat banyak tanda kepemilikan di sana.
Saat Jerry sedang menikmati da-da sang istri, Yura membisikkan sesuatu ke telinga sang suami, "Boleh aku pegang, Pa?", bisik Yura sambil mengelus bagian inti Jerry. Tentu saja Jerry tidak menolak, dan langsung mengangguk cepat tanda memberi izin. Yaa, biasanya Yura tidak pernah mau menyentuh adiknya Jerry, tetapi pagi ini dengan sangat berani dia memegang bahkan memainkannya dengan tangannya, naik turun, sehingga membuat Jerry merasakan kenikmatan yang tiada tara. Entah dari mana keberanian itu datang.
"Sayang, adiknya dimasukin ya, biar bisa lihat Charlie", pinta Jerry yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Yura.
Entah karena bawain bayi atau apa, tapi pagi ini Yura begitu bergairah sehingga membuat Jerry sangat antusias memompa gerakannya dan Yura pun sangat bersemangat mengikuti ritme gerakan Jerry.
Hingga akhirnya, "Aaaahhhh", desah panjang terdengar sangat merdu ketika Jerry dan Yura sama-sama mencapai pelepasan dalam penyatuan mereka pagi ini.
Sementara itu di tempat lain...
"Nak, sepuluh hari lagi pernikahan Kamu dan Dita. Papa harap kamu sudah mulai membuka hati untuknya ya. Biar bagaimana pun, ini adalah pesan terakhir Mama kamu sebelum dia kembali kepada Bapa di Sorga. Mama sangat berharap kamu bisa menikah dengan Dita. Dita anak yang sangat baik, santun, dan tidak materialistis, Nak. Papa bisa lihat ketulusannya ketika dia merawat Mama kamu sampai Mama menutup mata untuk selamanya. Bagaimana Dita memperlakukan Mama kamu seperti Ibunya sendiri. Papa sangat berharap, kamu bisa menerima Dita di hati kamu ya, Nak. Papa yakin kalau pilihan Mama tidak salah". Pak Edward Brotoseno, Ayah dari Charly Brotoseno dan David Brotoseno, memberi nasihat untuk anak sulungnya ketika mereka sedang sama-sama di meja makan untuk menikmati sarapan pagi.
__ADS_1
Jadi Dokter Charly dan Dave adalah saudara kandung? Yaa. Benar sekali. Itu sebabnya wajah mereka sangat mirip dan sama-sama tampan.
"Sampai sekarang aku masih gak habis pikir, kenapa harus aku, Pa? Kenapa bukan Dave?", tanya Charly.
"Uhuug, uhhug", Dave yang mendengar pertanyaan Charly langsung terbatuk.
"Mas, aku masih terlalu muda. Baru juga lulus kuliah. Baru juga kerja tiga hari. Aku juga kan masih mau lanjutin S2 ku, Mas", protes Dave.
"Tapi kan Mas gak cinta sama Dita, Dek", jawab Charly.
Pak Edward hanya tersenyum mendengar percakapan kedua anaknya yang tampan.
"Charly, kamu anak tertua, Nak. Usia kamu sudah tiga puluh empat tahun, sudah sangat pas untuk membangun rumah tangga. Usia Papa juga sudah enam puluh tahun, sudah saatnya Papa memiliki cucu. Lagi pula Dave kan masih sangat muda, Nak. Usianya masih dua puluh dua tahun. Tidak mungkin Papa meminta Dave menikah terlebih dahulu", jawab Pak Edward dengan lembut.
__ADS_1
"Lagian kenapa juga aku sama Dave jaraknya jauh banget sampe dua belas tahun", gumam Charly.
"Tuhan ngasihnya begitu, mau gimana lagi, Nak", jawab Pak Edward dengan santai.
"Tapi Dita juga seumur Dave, Pa. Usianya juga masih dua puluh tiga tahun. Dia masih terlalu muda juga untuk menikah, apalagi berpasangan denganku", protes Charly.
Pak Edward hanya menggeleng.
"Nak, Papa dan Mama sudah memberi kamu banyak kesempatan untuk memilih jodohmu sendiri. Tapi mana hasilnya? Bahkan kamu aja tidak pernah membawa wanita datang ke rumah untuk dikenalin sama Papa, Mama, dan Dave. Sebagai orangtua, kami khawatir kalau kamu akan menjadi perjaka tua. Sayang loh, Nak, kamu tampan, mapan, pintar, Dokter Spesialis Kandungan pula, untuk apa semua itu kalau tidak ada wanita yang menjadi pendamping hidupmu sampai masa tuamu nanti? Oleh karena itu, Mama kalian memberi pesan di penghujung hidupnya, supaya kamu menikah dengan Dita, wanita pilihan Mama. Dita juga sudah selesai kuliahnya, dia seorang Perawat, jadi dia sangat tepat untuk kamu. Papa harap kamu bisa membuka hatimu ya, Nak. Pernikahan kalian sudah di depan mata", nasihat Pak Edward.
"Betul, Mas. Aku juga yakin kog, Mbak Dita orang yang sangat baik, tulus, dan pasti bisa jadi istri yang sepadan buat Mas Charly", Dave menyemangati Charly.
"Dan satu lagi, Mbak Dita cantik, Mas. Kalian cocok banget, Mas Charly ganteng, Mbak Dita cantik. Aku bisa tebak nanti anak kalian pasti sangat rupawan", tambah Dave yang membuat Pak Edward tertawa.
__ADS_1
"Bisa aja, kamu, Dek. Udah ah, habisin sarapannya. Kebanyakan ngobrol, jadi gak selesai-selesai kita sarapan", ucap Charly sambil mengunyah nasi goreng kesukaannya.