
Lima menit kemudian, Jerry keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil kunci mobil yang tadi Yura gantung di samping lemari.
Yura menoleh ke arah Jerry ketika lelaki tampan itu menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
"Mau kemana, Mas?", tanya Yura.
"Cari makan", jawab Jerry singkat sambil merapikan rambutnya di depan meja rias.
"Kog pake parfum?", tanya Yura lagi.
"Sekalian cari cewek", jawab Jerry yang membuat darah Yura mendidih seketika.
"Gak usah pulang lagi kamu, Mas", ucap Yura kesal.
"Kenapa? Ini rumahku kog. Kenapa aku gak boleh pulang ke rumahku sendiri?", pertanyaan Jerry seperti sedang memancing pertengkaran di antara mereka.
"Iya, aku tahu ini rumahmu. Kalau begitu pergilah sesukamu. Jangan menyesal kalau nanti kamu tidak akan melihat aku dan Charlie lagi di rumah ini", jawab Yura lalu membukakan pintu kamar untuk Jerry.
"Kenapa malah diam? Pergilah", ucap Yura karena Jerry hanya mematung.
"Aku tahu kalau aku sekarang tidak cantik lagi, tubuhku menjadi sangat gemuk, bahkan wajahku berjerawat. Aku tidak semolek Joanna, selingkuhanmu itu", ucap Yura yang masih berdiri sambil memegang handle pintu yang terbuka.
"Kenapa malah bahas Joanna lagi sih?", ketus Jerry.
"Aku, Ryan, bahkan Papa juga sudah jelasin ke kamu kalau hubunganku dan Joanna tidak lebih dari Bos dan karyawan. Hanya sebatas profesional kerja", tambah Jerry yang saat ini berdiri di depan Yura.
"Pergi dan kembalilah sesukamu, Mas. Jangan menyesal kalau nanti ketika pulang, aku dan Charlie tidak berada di rumah ini lagi", ucap Yura yang matanya kini sudah basah.
"Aarrrghh", Jerry kesal lalu keluar dari kamar.
Braaakkk!!
Terdengar suara pintu depan tertutup sangat keras karena dibanting Jerry.
🎵🎤
Ketika kau marah dan cemburu
Kau kelihatan begitu cantik
__ADS_1
Walau kadang mengesalkan
Kau selalu bertanya dan penuh curiga
Ku tahu kau takut kehilanganku
Begitupun aku,
maafkan yang selalu kasar marah padamu
Meski tak lagi ada kata cinta terucap
Sekedar basa-basi
Tapi hatiku masih milikmu, milikmu
Cemburu tanda cinta, marah tandanya sayang
Kalau curiga itu karena ku takut kehilangan
Kalau dekat bertengkar, kalau jauh ku rindu
Jadi serba salah, buatku dilema
Tapi aku selalu aishiteru
Aku tak mengerti, angkuh dan egois
Acuh tak acuh padaku seakan tak peduli
Padahal kau butuh perhatianku
Begitupun aku,
Maafkan yang selalu kasar marah padamu
Meski tak lagi ada kata cinta terucap
Sekedar basa-basi
__ADS_1
Tapi hatiku masih milikmu, milikmu
Cemburu tanda cinta, marah tandanya sayang
Kalau curiga itu karena ku takut kehilangan
Kalau dekat bertengkar, kalau jauh ku rindu
Jadi serba salah, buatku dilema
Tapi aku selalu aishiteru
🎤🎵
Jerry berhenti di sebuah coffee shop live music. Sambil menikmati dua potong roti bakar dan secangkir kopi americano, Jerry mendengarkan persembahan lagu dari band yang mengisi di live music malam itu, yang menyanyikan lagu Aishiteru 3 milik Zivilia.
"Cemburu?", batin Jerry.
"Yura sedang cemburu?", gumamnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun coffee shop tersebut masih ramai, karena memang tempat itu adalah tempat favorit anak-anak muda untuk nongkrong. Bukan hanya anak muda, beberapa bapack-bapack keren juga terlihat di dalam ruangan itu. Mereka asik bercengkrama santai.
Namun mata Jerry terpaku ketika melihat seorang wanita yang sepertinya tidak asing baginya, yang sedang duduk mesra di sudut ruangan dengan seorang lelaki yang tidak dia kenal.
Duduk mesra? Iya. Wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu dan memeluk pinggang sang lelaki sambil tangan lelaki itu mengelus kepala sang wanita dengan sangat lembut.
"Bella? Itu kan Bella", gumam Jerry.
"Tapi dia lagi sama siapa? Bukannya dua minggu lagi dia dan Ryan akan menikah?", Jerry berbicara sendiri.
"Astaga, apa mungkin Bella selingkuh?", Jerry bertanya dalam hatinya.
Diam-diam Jerry memotret bahkan merekam momen kebersamaan Bella dan lelaki yang sedang bersamanya tersebut.
"Aku akan menanyakannya langsung dengan Ryan", gumam Jerry.
"Ada hikmahnya juga aku kesini. Jangan sampai Ryan menikah dengan wanita yang salah", batin Jerry.
"Aku tahu kalau aku sekarang tidak cantik lagi, tubuhku menjadi sangat gemuk, bahkan wajahku berjerawat. Aku tidak semolek Joanna, selingkuhanmu itu", ucapan Yura tadi tiba-tiba terngiang di telinga Jerry.
__ADS_1
"Aku harus pulang sekarang. Bagaimana kalau Yura dan Charlie benar-benar pergi? Tidak-tidak, itu tidak boleh terjadi", gumam Jerry lalu beranjak dari duduknya.