Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Malam Pertama


__ADS_3

Enam hari kemudian...


"Yura, kita mampir beli sate dulu ya", Jerry memarkirkan mobilnya di depan penjual sate. Kemudian mereka berdua turun dari mobil dan Jerry memesan tiga porsi sate kambing. Hahahsh. Wah, sepertinya Author tahu nih apa maksud Jerry.


"Pak, sate kambingnya tiga porsi ya. Tidak usah pakai lontong. Oh iya, sama jeruk hangatnya dua gelas ya, Pak.", kata Jerry.


"Mau makan disini atau bungkus bawa pulang saja, Mas?" tanya Penjual Sate kepada Jerry.


"Hhemm, makan disini saja, Pak", jawab Jerry sambil melirik Yura.


"Mas, kamu pesan tiga porsi sate kambing?", Yura berbisik kepada Jerry.


"Ehheemm, iya", balas Jerry sambil berbisik juga.


"Makan yang banyak ya, istriku. Jangan sampai kamu kehabisan tenaga nanti", kata Jerry ketika mereka selesai berdoa untuk makan karena sate kambing pesanan mereka sudah dihidangkan.


Yura hanya menggeleng mendengar ucapan suaminya.


Sesampainya di rumah..


"Haduuhh, kejadian lagi kan. Bagaimana ini? Aku tidak mungkin keluar hanya menggunakan handuk", kata Yura yang kebingungan di dalam kamar mandi karena dia lupa membawa pakaian gantinya.


"Yura, kenapa lama sekali? Aku juga mau mandi", Jerry mengetok pintu kamar mandi karena Yura tidak kunjung keluar.


"M-mas, bolehkah aku minta tolong?" tanya Yura dari dalam kamar mandi.


"Ada apa Yura?", Jerry cemas karena dia takut terjadi sesuatu pada Yura.


"M-mas, aku lupa membawa pakaianku. Tolong ambilkan di lemari donk, Mas", pinta Yura.


"Astaga, aku kira kamu kenapa-kenapa, Yura", kata Jerry lega. Tapi tiba-tiba pikirannya melayang kemana-mana. Dia sudah tidak sabar untuk segera menyentuh istrinya.

__ADS_1


"Ini pakaianmu", kata Jerry memberikan pakaian Yura dan Yura menerimanya dengan membuka sedikit pintu kamar mandi.


"Terimakasih, Mas", kata Yura.


"Mas, kenapa hanya pakaianku saja? Pakaian dalamnya mana, Mas?" Yura kembali memanggil Jerry.


Tanpa Yura sadari, Jerry tersenyum mendengar pertanyaan istrinya karena memang dia sengaja melakukannya.


"Yura", Jerry kembali mengetok pintu kamar mandi.


"Mana, Mas?" Yura membuka sedikit pintu kamar mandi dan tanpa aba-aba, Jerry langsung menerobos pintu itu dan langsung menarik Yura ke dalam pelukannya.


"Maasss!! apa-apaan kamu? Yura terkejut melihat Jerry yang saat ini berdiri di depannya . Dia sangat malu karena hanya menggunakan handuk untuk melilit tubuhnya.


"Kamu membuat bagian intiku bangun, Yura", kata Jerry sambil menciumi leher Yura.


"Mas, tapi ini kamar mandi", Yura mencoba melepas pelukan Jerry.


Jerry mencium bibir Yura.


"Yura, aku menginginkanmu. Menyatulah denganku, istriku", kata Jerry dengan penuh harap.


"Massss", kata Yura melemah.


Kemudian Jerry kembali mencium bibir istrinya dengan sangat lembut sehingga Yura pun menyerah. Dan kini Yura mengalungkan tangannya di leher Jerry, dia mulai terbiasa mengikuti ritme ciuman Jerry.


"Mari kita lanjutkan di tempat tidur, Yura", kata Jerry melepas ciumannya.


Dan mereka pun berpindah ke tempat tidur.


Yura masih sangat ingat dengan jelas ketika di awal pernikahan mereka, Jerry pernah mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menyentuh Yura. Lalu malam ini justru Jerry yang menginginkan penyatuan itu. Air mata Yura menetes mengingat apa yang pernah Jerry katakan.

__ADS_1


"Yura, kamu menangis?", Jerry yang tersadar melihat air mata istrinya langsung melepas ciumannya dari bibir sang istri.


"Mas, aku mencintaimu", kata Yura kemudian dia mencium bibir suaminya dan sudah pasti langsung mendapat balasan dari Jerry.


"Ahh", desah Yura lolos begitu saja tanpa direncanakan ketika tangan Jerry mulai meremas bagian dada Yura yang masih tertutup handuk.


"Ahhhh", desahnya lagi semakin panjang ketika Jerry melepas handuknya dan mulai memainkan bagian put*ng Yura.


Yaa, saat ini Yura sudah sangat polos karena handuk yang sedari tadi menutup tubuhnya sudah dibuka oleh Jerry dan dia bisa bebas melihat tubuh istrinya yang sangat menggairahkan.


Ciuman Jerry pun semakin turun, mulai dari bibir istrinya, dagunya, lehernya, hingga berhenti di puncak dada sang istri. Yaa Jerry menikmati buah dada istrinya. Dia terus menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Bergantian kanan dan kiri. Jerry sangat menyukainya.


Perlahan tangan Jerry juga menyentuh bagian inti Yura yang sudah basah dan dia memainkan tangannya disana yang disambut ******* halus Yura. "Ahh, Mas".


Jerry pun sudah polos sekarang. Bahkan intinya sudah siap untuk menembus bagian inti Yura.


"Mas, aku takut", kata Yura saat Jerry sudah mempertemukan kedua inti mereka.


"Aku akan pelan-pelan, Yura", balas Jerry dengan sangat lembut.


"Aahkh", pekik Yura menahan sakit. Rasanya sangat sakit saat Jerry sudah berhasil menembusnya dengan sempurna.


"Tenanglah, sakitnya hanya sebentar", kata Jerry sambil menggerakkan pinggulnya naik turun. Semakin lama Yura pun mulai mengikuti irama gerakan Jerry. Dan mereka sangat menikmatinya.


******* keduanya bersahutan merdu, tubuh mereka pun sama-sama tergoncang. Akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan mereka dan Jerry menyiramkan lahar panas di dalam sana.


"Aahkh", desah keduanya diantara tubuh yang memeluk erat dengan penyatuan yang paling dalam.


Akhirnya, setelah empat bulan pernikahan, malam ini mereka benar-benar menjadi sepasang suami istri yang saling memberi kehangatan dan kenikmatan yang hakiki.


Yaa, ini adalah malam pertama mereka berdua. Dan pengalaman pertama bagi keduanya.

__ADS_1


"Terimakasih, Yura. Aku mencintaimu", kata Jerry sambil memeluk Yura yang sudah tidur dan masuk ke alam mimpi.


__ADS_2