Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Khilaf


__ADS_3

Setelah rapat selesai, para peserta rapat kembali ke ruangan masing-masing, termasuk Dave. Kini hanya ada Jerry dan Ryan yang masih tinggal di ruang meeting.


"Ry, are you okay? Lu gak kayak biasanya. Ada apa? Cerita sama gue", ucap Jerry.


"Gue lagi kacau, Jer", balas Ryan.


"Kacau gimana, Ry? Ada masalah yang gak bisa lu selesaikan?", tanya Jerry.


"Ini tentang gue dan pacar gue. Semalam kami berdua melakukan kesalahan besar, Jer", jawab Ryan dengan tatapan yang jauh.


"Maksud lu kesalahan besar, apa, Ry?", Jerry bingung.


"Gue khilaf, Jer. Semalem pas gue main ke rumah Bella, entah kenapa tumben-tumbenan orang-orang di rumahnya pada pergi. Ya, gue gak tahu kalau ternyata Bella lagi sendirian di rumah. Kayak biasa, gue dateng, kita berdua ngobrol, terus pas Bella ajak gue makan malam di rumahnya, gue baru sadar kalau ternyata di rumah itu cuma kami berdua. Semua keluarganya lagi ke luar kota karena ada saudara mereka yang menikah. Bella gak ikut, karena dia ada deadline kerjaan. Yaudah, kami berdua makan, terus nonton tivi. Entah bisikan darimana, tiba-tiba gue kog berani-beraninya nyium dia", jelas Ryan.


"Lah, emangnya kalian belum pernah ciuman?", tanya Jerry dengan entengnya.


"Yah kalau ciuman mah udah sering, Jer", jawab Ryan.


"Terus masalahnya apa, Ry?", Jerry semakin penasaran.

__ADS_1


"Jer, gue tidur sama Bella. Gue takut dia hamil sebelum kami menikah, Jer", jawab Ryan.


"Astaga, Ry", Jerry mengusap wajahnya.


"Lu udah gak tahan lagi kah sampe harus nidurin pacar lu?", selidik Jerry.


"Gue manusia normal, Jer. Semalam tuh si Bella jauh lebih seksi dari biasanya. Yah mungkin karena suasana juga kali ya, makanya gue sampe khilaf", ucap Ryan.


"Tapi Bella gak ada perlawanan gitu?", tanya Jerry dan Ryan hanya menggeleng.


"Oke, fix. Artinya Bella juga menginginkan lu. Tadi lu bilang kalau semalam dia lebih seksi dari biasanya kan? Pas lu datang ke rumahnya, ternyata Bella lagi sendirian, dan Bella gak ada kasih tahu lu sebelumnya kan? Oke, Bella juga menginginkan lu. Kalian sudah dewasa, sudah tahu konsekuensi. Saran gue, kalian segera menikah, Ry", ucap Jerry.


"Kalian melakukannya atas dasar sama sama mau. Artinya, bisa dibilang kalau sebenarnya Bella sudah siap untuk lu ajak nikah, Ry. Segera lu lamar dia. Jangan ditunda lagi", titah Jerry.


"Sekarang?", Ryan malah bertanya.


"Ya. Lu pulang sekarang, lu beli cincin untuk melamar Bella. Habis itu, lu ajak keluarga lu untuk ketemu keluarga Bella. Udah, kalian segera menikah. Jangan ditunda-tunda lagi", ucap Jerry.


"Jadi gue boleh balik nih sekarang?", Ryan malah berunding.

__ADS_1


"Iya, Gerald Ryando. Segera beli cincin dan lamar pacar lu. Sekarang", titah Jerry.


"Siap, Bapak CEO ganteng. Saya permisi ya, Pak. Terimakasih untuk sarannya. Lu emang sahabat terbaik gue, Jer", ucap Ryan sambil mencium tangan Jerry.


"Lebay, lu, Ry. Udah sana buruan", Jerry berjalan sambil mendorong Ryan.


"Eh, Ry, tapi rasanya enak kan?", bisik Jerry saat mereka keluar dari ruang meeting.


"Pantesan lu doyan, Jer. Ternyata senikmat itu", jawab Ryan yang membuat Jerry menoyor kepala Ryan.


"Tapi kalau sudah menikah, akan lebih nikmat, karena sudah halal dan gak buat dosa", ledek Jerry.


"Namanya juga khilaf, Jer", jawab Ryan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.



Kira-kira beginilah penampakan visual Xaviera Bella alias Bella, pacar seksinya Ryan.


__ADS_1


Kalo ini ingatkan? Yaa dia adalah Gerald Ryando alias Ryan, sesuai khayalan Author ya. Hehehe.


__ADS_2