Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Itu Milikku


__ADS_3

Karena pertengkaran tadi, malam ini Dita memilih untuk tidur terpisah dengan Charly. Yaa, malam ini Dita tidur di sofa ruang tengah apartemen Charly.


"Mulai malam ini, aku gak akan membiarkan ragaku tidur di ranjang yang sama dengan lelaki yang tidak bisa memperlakukan istri layaknya seorang istri. Lebih baik aku tidur di sofa", ucap Dita sambil membawa bantal, guling, dan selimut dari kamar mereka.


"Jangan kamu pakai bantal, guling, dan selimutku. Itu milikku", balas Charly yang sedang duduk di sofa kamarnya, dengan datar, sambil menatap Dita dengan tajam.


"Nih, aku kembalikan semua milikmu", jawab Dita dengan kesal sambil meletakkan kembali bantal, guling, dan selimut ke tempat tidur, lalu keluar meninggalkan Charly.


Yaa, Dita sedang menjalankan rencana Pak Edward yang selanjutnya, yaitu tidur terpisah dengan Charly. Pak Edward ingin melihat seberapa jauh rasa tega anaknya, melihat sang menantu tidur di sofa, sementara Charly tidur di ranjang yang sangat empuk. Tapi kalau perkara bantal, guling, dan selimut Charly yang tidak boleh dipakai Dita, itu di luar dugaan Pak Edward.


"Dasar menyebalkan", gerutu Dita yang kini berbaring di sofa.

__ADS_1


"Lihat saja, aku akan membuatmu bucin kepadaku. Setelah itu, aku akan pergi meninggalkanmu. Biar kamu tahu gimana rasanya sakit hati", omel Dita seorang diri.


Lima belas menit lamanya Dita mencari posisi yang nyaman, akhirnya dia tertidur.


Satu jam kemudian...


Charly yang baru saja selesai membaca buku-buku mengenai dunia kedokteran, khususnya kandungan, merasa matanya mulai mengantuk.


"Ternyata sudah jam sebelas malam", gumam Charly sambil melihat ke arah jam dinding.


"Apa aku sangat keterlaluan ya?", batin Charly sambil memeluk guling menghadap ke kanan, di tempat Dita biasa tidur.

__ADS_1


Charly pun mengelus bantal yang biasa Dita pakai.


"Biasanya setelah aku melihat wajah cantiknya yang sedang tidur, aku akan tidur dengan nyenyak. Malam ini, kenapa ketika dia tidak tidur di sampingku, ketika aku menutup mata, di benakku malah muncul wajahnya yang sedang menangis? Apa sebenarnya dia belum tidur saat ini? Apa dia sedang kedinginan?", ucap Charly seorang diri.


"Ahh, itu hanya pikiranku saja. Emang dasar dia wanita keras kepala, ngapain juga dia harus tidur di sofa? Nanti juga kalau kedinginan, dia pasti masuk ke kamar lagi", batin Charly sambil mengelus guling yang biasa Dita pakai.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam dua pagi. Tapi Charly belum juga bisa memejamkan matanya.


"Aarrggh, ada apa denganku?", Charly mendudukkan dirinya dan bersandar di headboard.


"Kenapa kamu selalu mengganggu pikiranku?", tanya Charly sambil memeluk guling yang biasa Dita pakai.

__ADS_1


"Besok aku udah mulai kerja lagi, aku gak boleh kesiangan", ucap Charly lagi sambil kembali merebahkan tubuhnya. Tapi kini dia tidur di sisi yang biasa Dita tempati, dan memakai bantal serta memeluk guling yang biasa Dita pakai.


Perlahan namun pasti, aroma rambut Dita yang tertinggal di bantal dan aroma tubuh Dita yang tertinggal di guling, mampu membuat Charly terpejam.


__ADS_2