Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Saingan


__ADS_3

Dua hari kemudian...


"Papi, hari ini kita jadi kan periksa kandungan ke Dokter Charly?", tanya Yura dengan antusias.


"Jelas donk, Mam. Kemarin Papi udah buat janji sama Dokter Charly. Nanti kita ke rumah sakit sekitar jam sebelas ya, Mam. Jam sembilan nanti, Papi ada meeting sebentar, untuk persiapan ke Palembang hari Jumat besok. Mami gak apa-apa kan Papi tinggal sebentar di rumah, selama Papi ke Palembang? Papi langsung pulang di hari yang sama kog, Mam", ucap Jerry sambil mengelus perut sang istri yang duduk di pangkuannya.


"Iya, Pa. Kan ada Bu Asih, jadi Mami gak akan kesepian. Papi tahu sendiri kan, kalau Bu Asih senang banget dangdutan. Aku juga bisa ajak Mama ke rumah, biar kami dangdutan bareng", jawab Yura dengan tersenyum.


"Papi udah gak sabar mau ketemu Charlie, Mam", Jerry mencium punggung sang istri.


"Sabar ya, Papi. Dua minggu lagi kita ketemu. Aku akan jadi teman main Papi", Yura menirukan suara anak kecil.


"Kita akan bersaing siapa yang lebih tampan ya, Nak. Dan kita bersaing siapa yang lebih sering dimanjain Mami", ucap Jerry sambil mencium telinga sang istri.


"Papi, geli ah. Lagian sama anak kog saingan sih, Pa? Udah jelas kalian sama-sama tampan, dan pasti Mami akan memanjakan kalian berdua. Tanpa pilih-pilih", jawab Yura yang kini berdiri dan mencium pipi Jerry.


"Beneran ya, Mam. Walaupun nanti sudah ada Charlie, Papi harus tetap sering-sering dimanjain", rengek Jerry.

__ADS_1


"Iya, Papi", ucap Yura, lalu mencium singkat bibir sang suami.


Tok..tok..tok..


"Ada yang datang, Pa. Mami masuk ke dalam ya", kata Yura sambil berjalan ke dalam kamar yang berada di ruang kerja Jerry.


"I Love you, Mam", bisik Jerry ketika Yura akan menutup pintu kamarnya.


Tok...tok..tok..


"Ya, masuk", ucap Jerry.


"Selamat pagi, Pak", sapa Dave yang membawa berkas-berkas penting.


"Hai, Dave. Sudah siap semua yang harus kita bahas hari ini?", tanya Jerry.


"Sudah, Pak. Untuk tiket pesawat dan hotel juga sudah beres", jawab Dave.

__ADS_1


"Oke, bagus. Oh iya, Ryan belum datang ya? Saya belum lihat dia dari tadi", tanya Jerry lagi.


"Pak Ryan ada di ruangannya, Pak. Kayaknya lagi sedih. Dari tadi diem aja, gak kayak biasanya", jawab Dave.


"Paling lagi berantem sama pacarnya. Lagian kelamaan sih pacarannya, gak nikah-nikah", celetuk Jerry yang membuat Dave mengu-lum senyumnya.


"Oh iya, Dave. Untuk hotel di Palembang, bisa direfund satu ya, dan tiket pesawatnya direschedule satu. Jadi yang menginap di sana, kamu dan Ryan saja. Kalian disana sampai urusan beres ya. Karena Jumat sore, saya harus langsung pulang. Saya gak mungkin ninggalin Yura lama kan, apalagi sebentar lagi dia melahirkan", ucap Jerry.


"Oh, baik, Pak Jerry", jawab Dave.


"Yaudah, kita ke ruang meeting sekarang ya. Manajer keuangan dan HRD sudah di ruang meeting kan?", tanya Jerry dengan sangat berwibawa.


"Sudah, Pak, mereka sudah menunggu di ruang meeting. Tinggal Pak Ryan yang belum", jawab Dave.


"Lelaki bucin satu itu. Sekarang kamu panggil dia, bilang kalau sudah di tunggu di ruang meeting", titah Jerry sambil berjalan di depan Dave.


"Siap, Pak Jerry. Laksanakan", jawab Dave sambil memposisikan dirinya seperti sedang hormat bendera, lalu berjalan ke ruang kerja Ryan.

__ADS_1


__ADS_2