
"Bebh, udahan ya. Aku takut kita khilaf kayak waktu itu", Bella meminta Ryan menghentikan aksinya setelah selama lima menit bermain di dada Bella.
"Heemm, yasudah, Bebh. Setelah kita menikah, jangan batasi aku untuk melakukan ini ya", pinta Ryan.
"Iya donk, kalau sudah menikah mah kamu bebas mau berapa lama juga, Yank", jawab Bella.
"Sini aku bantu bangun, rapikan baju kamu, oh iya, jangan lupa pakai tanktop nya ya", ucap Ryan yang sudah lebih dulu berdiri lalu menarik tangan Bella untuk membantunya bangun.
"Gak jadi kamu yang pakein?", tanya Bella.
"Gak jadi deh. Aku takut keterusan, Sayang, kamu seksi banget sih", jawab Ryan sambil memainkan mata kepada Bella.
"Aku tunggu di ruang tamu ya. Jangan lewat dari lima menit, okey", ucap Ryan.
"Iya iya. Tinggal pake baju kog", jawab Bella, lalu Ryan keluar dari kamar Bella.
Di apartemen Charly...
"Mom, nanti kamu tungguin Daddy ya, jangan berangkat kerja sebelum Daddy pulang", Charly mengirim pesan melalui WA kepada Dita.
"Tapi aku masuk jam empat loh, Dad. Gak keburu donk. Kan Daddy baru pulang setengah lima", balas Dita.
"Hemm, iya juga ya. Yaudah gini aja, Mommy pindah ke rumah sakit tempat Daddy kerja aja ya, jadi Asistennya Daddy. Biar kita bisa bareng terus", balas Charly.
"Emangnya semudah itu?", balas Dita.
"Kalau gitu, Mommy gak usah kerja lagi gimana, Mom? Fokus urus Daddy dan anak kita aja, hehehe", balas Charly.
"Aku maunya tetap kerja, Dad. Lagian kamu kan aku urusin terus. Kalau anak, hemm, dibuat aja belum", balas Dita sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Mommy udah pengen ya?", goda Charly.
"Iihh, Daddy apaan sih? Udah ah, aku mau beres-beres. Nanti sore aku berangkat sendiri aja ya", balas Dita.
"Tapi Mommy gak boleh bawa motor ya. Naik taksi online aja. Nanti malam pas pulang kerja, Daddy jemput ya,", balas Charly.
"Iya, suamiku", balas Dita.
"I love you, cantik", balas Charly.
"I love you too, Dokter tampan bucin", balas Dita mengakhiri room chat mereka.
Ting.. Tung...
Ting.. Tung...
Terdengar suara bel di pintu apartemen Charly.
"Selamat pagi menjelang siang", sapa seorang wanita ketika pintu sudah dibuka oleh Dita.
"Kamu?!", seru Dita ketika melihat siapa yang datang.
"Boleh aku masuk?", tanya wanita itu.
"Gak", jawab Dita lalu dia menutup pintu.
Tok.. Tok.. Tok...
Tok.. Tok.. Tok...
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok...
Wanita tadi mengetuk pintu, namun tidak digubris oleh Dita.
Ting.. Tung..
Ting.. Tung..
Ting.. Tung..
Bel pintu apartemen Charly, kembali berbunyi.
Karena merasa kesal, dan tahu siapa yang terus menerus mengetuk pintu dan memencet bel, Dita kembali membuka pintu, dengan menunjukkan wajah tidak sukanya.
"Akhirnya, pintunya dibuka lagi", ucap wanita itu.
"Apa mau kamu?!", tanya Dita ketus.
"Aku mau ketemu sama kamu dan Mas Charly", jawab wanita itu dengan ramah.
"Kamu mau mengarang cerita lagi? Kamu mau bilang lagi kalau kamu hamil anak suamiku?", cecar Dita.
Yaa, wanita itu adalah wanita aneh suruhan Pak Edward, yang mengaku-ngaku sedang mengandung anaknya Charly.
"Aku akan menjelaskan semuanya mengenai kehamilanku. Boleh aku masuk?", tanya wanita aneh itu lagi dengan sangat ramah.
"Tidak. Tidak ada tempat untukmu. Suamiku juga lagi kerja. Aku rasa, kami gak butuh penjelasan darimu. Kamu hanya merusak rumah tangga orang", ucap Dita, lalu dia kembali menutup pintu.
Wanita aneh itu pun menghirup nafas dalam-dalam untuk mengatur emosinya.
__ADS_1
"Halo, Tuan, saya tidak diperbolehkan masuk, jadi saya belum mengatakan apapun", wanita itu menghubungi seseorang.