
Keesokan harinya ketika bangun pagi, Yura tidak melihat Jerry tidur di sebelahnya.
Kemudian Yura melihat ke arah jam dinding, "Astaga, sudah jam tujuh pagi, aku kesiangan. Tapi kemana Mas Jerry?", batin Yura.
Yura pun mengambil handphonenya dari atas nakas, "Perasaan semalam aku gak matiin handphone deh, baterai nya juga masih penuh, kenapa pagi ini bisa mati?", guman Yura.
Kemudian Yura mengaktifkan handphonenya dan langsung menghubungi sang suami.
Berkali-kali Yura menghubungi suaminya tetapi tidak direspon, malah ditolak.
Pesan singkat yang Yura kirim pun tidak dibalas.
"Sebenarnya kemana suamiku? Kenapa sikapnya aneh sekali dari semalam?", batin Yura.
Satu jam kemudian, ketika Yura sedang mengobrol santai dengan Bu Sinta di teras samping rumah dekat kolam renang, sambil menikmati sarapan pagi, Pak Bram menghampiri mereka.
"Mama dan Yura disini ternyata", sapa Pak Bram yang baru kembali dari jalan pagi.
"Pa, tahu mas Jerry kemana gak ya?", tanya Yura.
__ADS_1
"Tadi sih sekitar jam setengah tujuh, pas Papa mau jalan pagi, Jerry bawa mobil kamu. Dia bilang sama Papa mau ketemu teman lamanya, mau ngopi gitu katanya. Pakaiannya juga casual banget kog, Nak. Papa kira dia sudah kasih tahu kamu, Nak", jawab Pak Bram.
"Oh iya, Pa. Yura lupa. Semalam Mas Jerry memang sudah bilang sama Yura", bohong Yura sambil menepuk keningnya. Padahal sebenarnya Jerry tidak mengatakan apapun kepada Yura. Yahh kan semalam Jerry melakukan aksi diam, tidak mengatakan apapun. Tetapi demi menjaga nama baik suaminya dan tidak mau membuat hati orangtuanya bertanya-tanya, Yura terpaksa sedikit berbohong.
"Ketemu teman lama? Siapa teman lama yang Mas Jerry maksud?", batin Yura lagi.
"Papa, cuci tangan duluuu", kata Bu Sinta ketika Pak Bram hendak menyantap bolu kukus yang ada di atas meja sambil memukul lembut tangan suaminya. Sikap spontan Bu Sinta membuat Pak Bram dan Yura tertawa.
"Yasudahlah, Papa sekalian mandi saja, biar nanti bisa menghabiskan bolu kukusnya. Hehehe", jawab Pak Bram.
"Awas kena diabet*s loh, Papa", kata Yura yang membuat Bu Sinta memelototi suaminya.
"Ampun, Nyonya", canda Pak Bram sambil menc*lek pipi istrinya.
"Emangnya kamu dan Jerry aja yang bisa romantis? Papa dan Mama juga harus romantis donk, Nak, biar awet muda terus", balas Pak Bram.
"Papa, lebih baik sekarang mandi. Udah bau keringet tauu", kata Bu Sinta sambil mencubit tangan suaminya.
"Aduuhh, iya iya, Ma", jawab Pak Bram kemudian dia meninggalkan Bu Sinta dan Yura untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Sebenarnya Mas Jerry kemana ya?", batin Yura sambil membuang nafasnya pelan.
"Sayang, kita ke Mall yokk. Sudah lama banget kita gak belanja berdua", ajak Bu Sinta.
"Boleh juga, Ma. Siap-siap yokk. Ehh, Papa diajak gak nih, Ma?", tanya Yura sambil berbisik.
"Papa gak usah ikut, kita berdua aja yaaa", bisik Bu Sinta.
"Tapi mobil Yura kan lagi dipakai sama Mas Jerry", kata Yura lagi.
"Amaaan, kita bisa naik taxi", jawab Bu Sinta yang dibalas jari jempol oleh Yura.
Satu jam kemudian, Bu Sinta dan Yura sudah siap untuk memanjakan diri mereka dengan berbelanja di Mall.
"Ma, Papa mana?", tanya Yura ketika menghampiri Bu Sinta yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Tadi pas lagi sarapan, Papa ditelepon temannya, diajakin main golf. Barusan aja Papa berangkat", jawab Bu Sinta sambil tersenyum.
"Yaudah yokk, kita berangkat. Taxi nya udah nungguin tuh di depan", ajak Bu Sinta.
__ADS_1
"Hufth, sudah tiga jam aku mengelilingi Kota Jakarta ini. Sarapan udah, ngopi juga udah. Bosan juga ya keliling gak jelas gini. Apa sebaiknya aku balik ke rumah Papa Bram? Ahh, tapi aku masih ngambek sama Yura. Bisa-bisanya dia semalam bersikap manis kepada Albert di depan suaminya sendiri", gumam Jerry yang saat ini sedang mengendarai mobil Yura.
Ternyata Jerry masih ngambek, guys.. Haduuuhh.