
Malam harinya, sekitar jam sembilan malam.
"Mas, kamu sudah makan malam?", tanya Dita saat dia baru saja pulang dari dinas siangnya dan melihat Charly sedang duduk di sofa kamar mereka.
"Sudah", ucap Charly sambil membaca buku kedokterannya.
"Aku mandi dulu ya, Mas", ucap Dita lagi yang hanya dibalas deheman oleh Charly.
Lima belas menit kemudian, Dita sudah selesai mandi. Kini dia merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Awhh, lelah sekali", gumam Dita.
"Mas, seharian pas aku kerja, kamu ngapain aja?", tanya Dita memecah keheningan.
"Aku? Aku ya kayak biasa. Menghabiskan waktu dengan buku-bukuku, melayani konsultasi secara online, nonton tivi, makan, ya gitu deh", jawab Charly.
"Kamu gak bosan, Mas, dengan rutinitas kamu?", tanya Dita lagi.
"Gak. Aku sangat menyukai rutinitasku", jawab Charly sambil mengunyah kacang almond kesukaannya.
"Emang kamu gak pengen mencari wanita lain, Mas, yang mungkin bisa kamu cintai?", Dita mulai memancing reaksi Charly.
__ADS_1
"Belum kepikiran kesana", jawab Charly cuek yang membuat Dita memanyunkan bibirnya.
"Aku tidur duluan ya, Mas", ucap Dita yang lagi-lagi hanya dibalas deheman oleh Charly.
"Kapan kamu mau buka hatimu untukku, Mas?", batin Dita yang ternyata tidak tidur.
"Bagaimana cara aku memberitahumu, kalau aku sudah tergantung sama kamu, Dit?", batin Charly yang memandangi punggung Dita.
Keesokan harinya...
"Mas, pagi ini sarapan telor rebus dan susu aja ya. Aku gak sempat masak", ucap Dita yang terlihat sedang terburu-buru, karena pagi ini dia bangun kesiangan.
"Aku berangkat kerja ya, Mas", tambah Dita kemudian membuka pintu apartemen Charly dan berangkat ke rumah sakit.
Kring..Kring..
"Halo, Selamat Pagi", ucap Charly dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"Selamat pagi, Dok. Wah, maaf saya mengganggu tidurnya ya, Dok", balas Jerry dari ujung telepon.
"Oh, tidak apa-apa, Pak Jerry. Kebetulan saya baru saja bangun tidur", jawab Charly.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu, Pak Jerry?", tanya Charly.
"Dok, kandungan Yura kan sudah memasuki usia delapan bulan. Nah, dua hari ini, selama kami di Bali, Yura sering merasakan nyeri pada punggung dan lehernya. Pagi ini, dia juga merasakan sakit kepala, Dok. Apakah ini hal yang wajar?", tanya Jerry.
"Hal demikian memang wajar terjadi saat kendungan mulai masuk usia delapan bulan, Pak Jerry. Umumnya dikarenakan pertumbuhan janin yang membuat ukuran rahim semakin membesar dan menekan pembuluh darah serta saraf di area panggul dan punggung. Selain itu, nyeri juga bisa dialami di lutut dan leher. Sebagian ibu hamil juga mungkin lebih sering mengalami sakit kepala. Untuk mengatasinya, Bu Yura bisa mandi air hangat, mengubah posisi tidur, dan berolahraga yang aman untuk Ibu hamil. Selain itu, Pak Jerry juga bisa melakukan terapi pijat kepada bagian tubuh Bu Yura yang terasa nyeri", jelas Charly.
"Oh begitu. Baiklah, Dok, terimakasih untuk penjelasannya", ucap Jerry.
"Sama-sama, Pak Jerry. Kalau ada sesuatu, segera hubungi saya ya", jawab Charly.
"Baik, Dok. Besok pagi kami kembali ke Makassar, mungkin Selasa kami akan menemui Dokter untuk memeriksakan kandungan Yura", balas Jerry.
"Oke, Pak Jerry. Kebetulan besok saya sudah kembali bertugas di rumah sakit. Sampai ketemu hari Selasa ya. Salam untuk Bu Yura", ucap Charly.
"Iya, Dok. Saya tutup teleponnya ya, Dok. Terimakasih", jawab Jerry mengakhiri percakapan mereka.
"Sama-sama, Pak Jerry", balas Charly lalu menekan warna merah pada layar handphonenya.
Setelah selesai melayani konsultasi online dengan Jerry, Charly beranjak dari tempat tidur menuju ruang tamu apartemennya.
"Dita kemana? Apa dia hari ini dinas pagi?", gumam Charly karena tidak melihat Dita.
__ADS_1
"Pasti dia ke rumah sakit, gak mungkin dia pergi ninggalin aku", batin Charly.