Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Ternyata Capek Jadi Bu Asih


__ADS_3

"Mas, kamu mimpi buruk ya?", tanya Yura sambil melepas pelukan Jerry.


"Kembalilah ke kamarmu, maaf aku sudah mengganggu tidurmu", ucap Jerry dengan suara serak, sambil memegang pipi istrinya.


"Kamu kenapa tidur disini?", tanya Yura dengan lembut.


"Aku takut kalau kamu tiba-tiba pergi, Sayang. Dengan aku tidur disini, aku jadi bisa tahu kalau kamu akan keluar dari kamar", jawab Jerry sambil menatap Yura dengan tatapan yang sendu.


"Kembalilah ke kamarmu, Sayang. Biar aku disini", jawab Jerry.


Yura kembali ke kamarnya, dan satu menit kemudian...


"Ayo, kita tidur di kamar kita, Mas", ucap Yura dengan memegang tangan Jerry yang masih berbaring di sofa.


"Serius, Sayang?", tanya Jerry yang langsung duduk.


"Iya", jawab Yura singkat sambil berjalan menuju kamar utama mereka. Jerry mengekor di belakang Yura dengan senyum sumringah yang mengembang.


Sesampainya di kamar..


"Eh, kenapa ikut tidur disini?", tanya Yura ketika Jerry tidur di ranjang, di sebelah Yura.


"Hah? Maksudnya gimana, Sayang?", Jerry bingung.


"Aku balik tidur di kamar ini, bukan berarti aku mau tidur sama kamu, Mas", jawab Yura.

__ADS_1


"Lah, terus?", Jerry semakin bingung.


"Mas Jerry tidur di sofa", Yura menunjuk sofa kamar mereka.


"Astaga, sama aja kalau kayak gini", gumam Jerry sambil membawa guling kesayangannya berjalan menuju sofa.


Keesokan harinya, Jerry bangun jam enam pagi. Ketika bangun, dia melihat Yura masih tidur dengan nyenyak di ranjang mereka.


"Biasanya jam segini Yura sudah bangun", batin Jerry.


Jerry pun turun ke lantai bawah menuju dapur.


Dia memasak untuk mereka berdua.


"Selamat pagi, Bu Asih, sampai hari Jumat, aku dan Yura tidak di rumah. Jadi Bu Asih datang ke rumah mulai hari Sabtu saja ya. Terimakasih", kata Jerry melalui pesan singkat kepada Bu Asih.


Jerry sengaja sedikit berbohong kepada Bu Asih, hanya karena dia ingin berdua saja di rumah mereka bersama Yura. Dia benar-benar ingin mengambil hati sang istri kembali.


Jerry sudah selesai memasak, selanjutnya dia mencuci perabot makan yang kotor. Setelah itu, Jerry membersihkan rumah, menyapu, mengepel, dan mengelap perabot-perabot rumah.


Wow, Hansel Jerry, seorang CEO sukses, tampan, kaya raya, tidak malu untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Author sampai terkagum-kagum.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Jerry sedang duduk bersandar di sofa karena kelelahan. Pinggangnya terasa seperti mau patah.


"Ternyata capek ya jadi Bu Asih", gumam Jerry.

__ADS_1


"Aku yang baru sebentar aja, sudah kelelahan, apalagi Bu Asih yang setiap hari", gumam Jerry lagi.


"Kamu lagi ngapain, Mas? Bu Asih mana?", tanya Yura yang saat ini berdiri di belakang Jerry.


"Hei, Sayang, kamu sudah bangun? Sudah mandi juga ya?", jawab Jerry.


"Bu Asih aku suruh libur sampai hari Jumat, Sayang", tambah Jerry yang masih meregangkan badannya.


Yura melihat sekeliling, "Kamu yang bersihin rumah ini?", tanya Yura. Jerry hanya mengangguk.


"Sarapan yok, Sayang. Aku udah masak ayam goreng dan bening sayur bayam", ucap Jerry.


"Kamu juga masak?", tanya Yura bingung.


"Iya, aku masak, aku bersihin rumah, dan sebentar lagi aku mau mencuci kain dan menyetrika", jawab Jerry yang saat ini sudah duduk di kursi makan.


"Kamu mau langsung makan nasi atau mau minum susu dulu, Sayang?", tanya Jerry.


"Aku bisa buat susu sendiri, Mas", jawab Yura sambil berjalan ke dapur.


Jerry mengikuti Yura, dan ketika Yura menghentikan langkahnya hendak mengambil gelas untuk membuat susu, Jerry memeluknya dari belakang.


"Sayang, izinkan aku melayanimu. Aku tahu, apapun yang aku lakukan, tidak akan bisa menarik ucapan yang sudah keluar dari mulutku kemarin, yang sudah melukai hatimu. Aku tahu tidak mudah bagimu untuk memaafkanku. Tapi aku mohon, jangan tinggalkan aku, Sayang", ucap Jerry.


"Apapun akan aku lakukan untuk bisa kembali mengambil hatimu. Aku rela mengerjakan semua pekerjaan rumah, yang penting aku bisa berdua denganmu. Aku tidak akan pergi ke kantor ataupun dinas ke luar kota, sebelum kamu benar-benar memaafkanku", tambah Jerry sambil mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Tapi aku lagi pengen sendiri, Mas. Aku masih malas banyak bicara denganmu", Yura mencoba melepas pelukan Jerry.


"Kamu boleh mendiamkanku, asalkan kita tidak bercerai, Sayang. Aku rela tidur di sofa setiap malam, yang penting kamu tidak meninggalkanku", Jerry memutar badan Yura, sehingga kini dia bisa melihat wajah cantik istrinya itu.


__ADS_2