Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Apakah Boleh?


__ADS_3

Malam harinya...


"Mom, mau Daddy buatin teh hangat gak?", tanya Charly ketika mereka baru tiba di apartemen.


"Kalau boleh, aku minta tolong buatin air jahe hangat dong, Dad", pinta Dita.


"Oke, Tuan Putri", jawab Charly.


"Makasih ya, Daddy. Aku mandi dulu ya", ucap Dita.


"Iya, Sayang", jawab Charly sambil mengelus lembut pipi sang istri.


Sepuluh menit kemudian..


"Sini, Sayang, duduk di sebelah Daddy", ucap Charly yang sedang menonton televisi saat melihat Dita keluar dari kamar.


"Wangi banget sih", kata Charly sambil mencium leher sang istri yang saat ini duduk di sebelahnya.


"Namanya juga baru mandi, Dad", balas Dita lalu meneguk air jahe buatan Charly.


"Gimana, Sayang, enak?", tanya Charly.


"Enak banget, Dad. Makasih ya", jawab Dita dengan tersenyum.


"Sama-sama, cantikku", ucap Charly lalu mencium pipi sang istri.


Trringg...

__ADS_1


Satu pesan singkat melalui aplikasi WA, masuk ke handphone Charly.


"Siapa sih malam-malam gini nge WA", gumam Charly sambil mengambil handphonenya yang terletak di atas meja.


"Siapa, Dad?", tanya Dita karena melihat raut wajah Charly berubah.


"Dad..", panggil Dita lagi karena tidak direspon oleh Charly.


"As-tag-ga..", ucap Dita yang saat ini memegang handphone Charly.


"Siapa lagi, Mas?", tanya Dita yang kini matanya sudah berlinang.


Yaa, Charly dan Dita kaget, karena WA yang masuk ke handphone Charly berasal dari nomor yang tidak dikenal.


"Mas Charly, terimakasih, akhirnya aku hamil", begitulah isi chat WA yang masuk.


"Sayang, aku juga gak tahu ini siapa. Daddy berani bersum-pah, kalau Daddy tidak berhubungan dengan wanita lain", Charly mencoba menenangkan Dita.


"Gak usah sentuh aku, Mas", ucap Dita sambil menepis tangan Charly yang ingin mengelus pipinya.


"Sebentar", Charly menghubungi nomor yang tadi mengirimnya WA.


"Halo, selamat malam Mas Charly", ucap seorang wanita dari ujung telepon.


"Maaf, ini siapa ya?", tanya Charly sambil menekan layar untuk me-loudspeaker handphonenya, agar Dita bisa mendengar percakapan mereka.


"Mas, saya Rebecca", jawab wanita itu.

__ADS_1


"Aku hamil, Mas", ucapnya lagi.


"Rebecca?", tanya Charly sambil mengingat-ingat.


"Iya, Mas. Aku Rebecca, yang dua bulan lalu datang sama suamiku, ke praktik Dokter Charly untuk melakukan program kehamilan.


"Huuuffth", Charly bernafas lega sambil melirik sang istri.


"Oh iya, saya ingat. Selamat untuk kehamilannya ya, Bu Rebecca. Akhirnya perjuangannya berhasil. Sampaikan salam saya untuk suami Ibu. Besok bisa datang kembali ke praktik saya, kita akan USG ya", ucap Charly.


"Baik, Mas Charly. Sampai ketemu besok", jawab wanita tersebut mengakhiri sambungan telepon mereka.


"Sekarang kamu percaya kan, Mom?", Charly memegang tangan Dita.


"Daddy tidak pernah berhubungan dengan wanita lain", ucap Charly lalu mencium tangan sang istri.


"Maafin aku ya, Dad. Aku terlalu overthinking. Soalnya tadi pagi, wanita aneh yang waktu itu datang lagi. Dia bilang mau ketemu sama kita berdua. Dia mau menjelaskan tentang kehamilannya. Tapi aku gak bolehin dia masuk. Karena dia hanya mau merusak rumah tangga kita. Eh, malam ini malah Daddy dapat WA yang kayak gitu. Aku kan jadi curiga", Dita menceritakan tentang kedatangan wanita suruhan Pak Edward tadi pagi.


"Iya, Sayang. Tentang wanita aneh waktu itu, Daddy sama sekali tidak mengenalnya. Daddy gak bohong", ucap Charly sambil menatap intens mata Dita.


"Daddy cinta banget sama kamu", Charly mendekatkan wajahnya lalu mencium singkat bibir Dita.


"Aku juga cinta sama kamu, Dad. Cinta banget", jawab Dita dengan tersenyum.


"Kamu sudah selesai?", bisik Charly yang dibalas anggukan oleh Dita.


"Apakah boleh?", bisik Charly lagi.

__ADS_1


__ADS_2