Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Gantian Marah


__ADS_3

Malam Harinya...


"Sayang, buka pintunya, aku bawain kamu makan malam", Jerry mengetuk pintu kamar Yura.


Lima Belas menit lamanya Jerry menunggu di depan pintu kamar Yura namun sang pemilik kamar tidak juga membukakan pintunya.


Jerry pun mencoba menelepon istrinya tapi tidak juga diangkat.


"Yasudah kalau memang kamu tidak mau meresponku", kata Jerry pasrah.


Jerry kembali ke kamarnya dan mengambil bantal, guling, dan selimut lalu membawanya ke ruang tengah. Yaa, malam ini Jerry memilih untuk tidur di sofa depan TV.


Ketika sedang membaringkan tubuhnya di atas sofa, Jerry teringat tentang foto-foto Fely yang membuat Yura marah.


"Hufftth, semua gara-gara kamu!", Jerry menggerutu sendiri sambil menghapus semua foto yang berhubungan dengan Fely.


Setelah semua foto itu dihapus, handphone Jerry berdering..


Kring...Kring...


"Haloo... ini siapa?", Jerry menjawab telepon yang berasal dari nomor yang tidak dia kenal.


"Halooo", kata Jerry lagi namun tidak ada jawaban juga dari si penelepon.


"Dasar orang aneh", batin Jerry kemudian dia mematikan sambungan telepon tersebut.


Baru saja Jerry akan menonaktifkan handphonenya, beberapa pesan masuk melalui aplikasi Whatsapp nya.


"Hah? Sangat menjijikkan!", kata Jerry.


Yaa, Jerry mendapat kiriman foto dan video pan*s Fely bersama lelaki yang tidak dia kenal.


"Ini akan menjadi bukti yang kuat agar aku bisa mencampakkan wanita itu", batin Jerry.

__ADS_1


Dua jam kemudian...


"Perutku lapar sekali, astaga", Jerry memegang perutnya.


"Apa Yura tidak lapar? Dari tadi dia tidak keluar dari kamarnya", kata Jerry sambil melihat ke arah kamar Yura.


"Lebih baik aku membujuknya lagi", batin Jerry lalu dia kembali mengetuk pintu kamar Yura.


Tok..tok..tok..


"Sayang, aku terima kemarahanmu, tapi aku minta tolong jangan seperti ini, kamu harus memikirkan kesehatanmu. Kamu makan ya", Jerry kembali mencoba membujuk Yura.


Sepuluh menit lamanya Jerry terus mengetuk pintu kamar Yura, akhirnya si pemilik kamar keluar.


"Sayang, maafkan aku. Aku sudah menghapus semua tentang wanita itu di handphoneku. Kamu boleh mengeceknya", Jerry menyerahkan handphonenya kepada Yura.


"Ini apa?", tanya Yura melihat foto dan video pan*s Fely yang baru saja Jerry terima melalui WA.


"Sayang, itu salah satu bukti kalau wanita itu menghianatiku. Kamu percaya kan sekarang?", tanya Jerry.


"Aku janji, Sayang. Aku akan menyelesaikan semua", kata Jerry sambil memegang tangan istrinya.


"Mas, jangan pegang-pegang", kata Yura sambil menarik tangannya.


"Oke, tidak apa-apa kalau kamu masih belum mau bersentuhan denganku. Sekarang kita makan ya. Aku gak mau kamu sakit lagi, Sayang", ajak Jerry.


"Kamu saja yang makan, Mas. Aku gak selera", jawab Yura.


"Kalau begitu aku juga tidak akan makan", balas Jerry yang kini mulai kesal dengan sikap istrinya.


"Terserah kamu", kata Yura kemudian kembali ke dalam kamarnya meninggalkan Jerry dan langsung menutup pintu.


Keesokan paginya Yura bangun dari tidurnya, seperti biasa dia akan memasak sarapan pagi.

__ADS_1


Walaupun sedang marah kepada sang suami, Yura tetap melakukan tugasnya untuk memasak.


"Mas Jerry tidur di sofa?", batin Yura ketika melihat suaminya tidur di ruang tengah.


"Semalam dia tidak makan?", batin Yura lagi ketika dia melihat bungkusan makanan yang masih rapi di atas meja makan.


Ketika membuka kulkas hendak mengambil bahan-bahan untuk dimasak, Yura terkejut karena ternyata Salad buah kiriman ibu mertuanya kemarin sore belum dimakan suaminya, padahal itu adalah makanan kesukaan Jerry.


Pagi ini Yura hanya memasak telur dadar dan tumis sayur kangkung. Setelah selesai masak, tiba-tiba dia merasa mual.


Jerry terbangun ketika mendengar istrinya yang muntah-muntah di kamar mandi dekat dapur. Bukannya mendekati sang istri, Jerry malah memilih untuk duduk di kursi makan.


Ketika Yura keluar dari kamar mandi, dia melihat Jerry sedang sibuk dengan handphonenya dan tidak menghiraukan Yura sama sekali. Yaa, Jerry sedang bermain game online.


"Apa dia tidak mendengar kalau aku tadi muntah-muntah?", batin Yura.


Yura duduk di kursi makan lalu meminum teh manis hangat yang sudah dia siapkan.


"Kamu mau sarapan?", Yura memecah keheningan di antara mereka.


"Aku gak lapar", jawab Jerry tanpa melihat istrinya.


"Semalam kamu gak makan, Mas? Makanan yang kamu beli semalam masih terbungkus rapi", kata Yura.


"Sini, biar aku buang", kata Jerry sambil mengambil bungkusan makanan itu lalu membuangnya ke tong sampah di dapur.


Degg...


Hati Yura sedikit tergores dengan sikap suaminya pagi ini.


"Salad buah kiriman mama kemarin sudah kamu makan, Mas?", tanya Yura. Padahal dia sudah tahu kalau salad buah itu masih utuh disimpan di dalam kulkas.


"Aku gak selera", kata Jerry yang kini duduk di sofa sambil menonton TV.

__ADS_1


Haduuhh.. kenapa malah gantian marahnya ya. Sekarang malah Jerry yang bersikap cuek.


__ADS_2