
"Jangan menatapku seperti itu, Al. Aku sudah bersuami. Hahaha" canda Yura kepada Albert yang terus menatapnya.
"Heemmm... kenapa kamu tidak menungguku, Yura? Bukankah kita memiliki perasaan yang sama? Yaaa meskipun kita tidak pernah berpacaran tapi kamu tahu aku mencintaimu dan begitupun sebaliknya" tiba-tiba Albert melemah.
"Al, dulu aku memang pernah mencintaimu. Tapi itu dulu sebelum akhirnya kamu memutuskan untuk ke Amerika melanjutkan study kamu. Sekarang aku sudah menemukan cintaku yang baru, yang sekarang menjadi suamiku" jawab Yura.
"Tapi kita tetap bersahabat kan, Al? Kamu tetap sahabat baikku. Aku berharap suatu hari nanti kamu akan bertemu dengan tulang rusukmu" tambah Yura.
Secara tidak langsung dan tanpa dia sadari, Yura mengakui bahwa dia mencintai suaminya, Jerry.
"Kamu bahagiakan dengan pernikahanmu, Yur?" tanya Albert.
"Aku bahagia, Al. Sangat bahagia", jawab Yura sambil tersenyum tipis.
"Aku rela melepasmu asalkan kamu benar-benar bahagia dengan lelaki pilihanmu, Yura. Dan aku harap dia pun sangat mencintaimu" harap Albert.
"Amin. Terimakasih, Al" Yura mengaminkan harapan Albert.
Walaupun Yura tahu bahwa sangat tidak mungkin untuk bisa merasakan cinta dari suaminya karena dia tahu suaminya hanya mencintai seorang Fely.
Hah yakin Jerry masih mencintai Fely??
Di rumah...
"Kenapa dia lama sekali? Sudah empat jam dia pergi. Sebenarnya dia sedang bertemu dengan siapa?" batin Jerry yang sedari tadi mondar mandir di ruang tamu sambil terus menoleh ke arlojinya dan sesekali mengintip ke jendela.
Yaaa Jerry sedang menunggu Yura.
__ADS_1
Hahaha.. dasar Jerry, tadi pagi sok-sok jual mahal sama Yura, ehh sekarang malah gelisah.
Kring..Kring...
"Haloo, Sayang.. kamu kemana saja? Urusan kamu sudah selesai belum? Kamu kan sudah janji untuk menemuiku kalau semua urusanmu beres", Fely menuntut melalui sambungan teleponnya.
"Halo, Fely.. maaf aku belum mengabarimu. Aku baru tiba tadi pagi. Ini baru saja sampai di rumah. Nanti malam aku ke apartemen kamu ya, Sayang" bohong Jerry.
Padahal dia sudah sampai dari kemarin siang.
"Janji ya, aku tunggu malam ini. Aku kangen banget sama kamu, Jer", kata Fely dengan gaya manjanya.
"Iya, Sayang. Aku tutup teleponnya, ya. Aku mau istirahat", jawab Jerry lalu mengakhiri panggilan teleponnya.
"Astaga, bahkan aku sama sekali tidak mengingat Fely", Jerry berbicara pada dirinya sendiri.
Yura baru saja tiba di rumah.
"Mas, kamu mau kemana?" tanya Yura kepada Jerry yang terlihat sudah sangat rapi dengan gaya casualnya dan parfumnya sangat wangi.
"Bukan urusan kamu", jawab Jerry sambil berlalu meninggalkan Yura dan melaju dengan mobilnya.
Yura hanya diam. Berharap sang suami memang pergi karena ada urusan penting, bukan ingin menemui kekasihnya.
Tapi nyatanya??
"Jerry... Kamu sudah datang. Katanya nanti malam? Ahh tapi tidak apa-apa, aku sangat senang karena kamu akhirnya datang" Fely langsung memeluk Jerry ketika Jerry tiba di kamar apartemennya.
__ADS_1
"Kita makan yokk, sayang. Aku sudah memesan makanan tadi. Makanan kesukaanmu, nasi rendang. Yummy... kamu suka kan, Jer" Fely langsung mengajak Jerry makan.
"Kebetulan aku lapar, ayo kita makan" Jerry menyambutnya dengan antusias.
Setelah selesai makan, Jerry dan Fely tidak pergi kemana-mana. Mereka hanya menghabiskan waktu berdua di kamar apartemen Fely. Seperti biasa, mereka menonton film romantis.
"Jer, kamu yakin tidak mau menyentuhku?" goda Fely kepada Jerry.
Saat ini Fely menggunakan pakaian yang sangat seksi. Sambil menonton adegan romantis, Fely memegang tangan Jerry dan mengarahkannya ke bagian dadanya. Perlahan Fely pun mengarahkan tangan Jerry ke area wanitanya.
"Jer, menyatulah denganku" Fely masih terus mencoba merayu Jerry.
Sedari tadi Jerry hanya diam. Tidak merespon. Matanya tetap fokus ke televisi.
Bukannya dia tidak tertarik dengan lekuk tubuh Fely yang sangat seksi. Sebenarnya pikiran Jerry sudah melayang kemana-mana, namun dia masih berada dalam kesadarannya dan masih berpikir sehat, sehingga masih bisa mengendalikan dirinya.
Ccupp..
Fely mengecup bibir Jerry. Dan langsung duduk ke pangkuan Jerry sambil memeluk Jerry dengan sangat erat.
"Jer, ayolah.. kamu tidak bosan dengan hubungan kita yang begini saja? Bahkan kamu tidak pernah mencium bibirku", Fely kembali menggoda Jerry.
"Ehhhemm.. Fel, belum sekarang waktunya, Sayang. Kita belum menikah. Ini tidak boleh terjadi.Aku tidak mau merusak kamu", Jerry menolak Fely dan menurunkan Fely dari pangkuannya.
"Oh iya, terimakasih ya, Fel untuk hadiahnya kemarin. Aku sangat suka jam tangan pemberianmu", Jerry mencoba membujuk Fely yang akhirnya manyun duduk disebelahnya.
"hemmm sama-sama. Baguslah kalau kamu menyukainya" jawab Fely dengan datar.
__ADS_1