
Di rumah Jerry...
Kring..Kring..
"Halo, Mama..", Yura mengangkat telepon dari Ibu Mertunya.
"Sayang, kalian sehat kan?", tanya Bu Mery.
"Iya, Ma, kami sehat kok", jawab Yura.
"Mama dan Papa sehat juga kan?", Yura balik bertanya.
"Kami sehat, Sayang. Oh iya, Mama ada kirim Salad buah ya, itu buatan Mama sendiri lho. Pak Ujang udah di jalan, mungkin bentar lagi sampai di rumah kalian", kata Bu Mery.
"Nanti saladnya kalian habiskan ya, Nak. Kebetulan salad buah itu salah satu makanan kesukaan Jerry", terang Bu Mery.
"Ehmm, iya, Mama, nanti kami habisin saladnya ya. Terimakasih ya, Mama", balas Yura.
"Nak, besok kan weekend nih, Papa dan Mama ada rencana ke Jakarta. Kebetulan ada anaknya rekan bisnis Papa yang menikah. Apakah kalian mau ikut? Sekalian nanti kita berkunjung ke rumah Besan Mama, hehehe", ajak Bu Mery.
"Sepertinya kami belum bisa ikut, Ma, karena hari Minggu nanti kebetulan Yura juga ada janji mau bertemu Client", kata Yura yang tidak tau client siapa yang dia maksud, hahahaha.
"Baiklah, Sayang, tidak apa-apa. Yasudah, Mama tutup teleponnya ya. Mama mau packing dulu. Jangan lupa nanti salad buahnya dihabiskan ya, Nak", Bu Mery mengakhiri panggilan teleponnya.
"Iya, Mama", balas Yura lalu menekan tombol merah pada layar handphonenya.
Jerry yang sedari tadi duduk di pinggir ranjang, memperhatikan istrinya yang duduk di sofa.
__ADS_1
"Mama bilang apa tadi?", tanya Jerry.
"Pak Ujang bentar lagi datang mau hantar salad buah kiriman Mama. Katanya itu kesukaan kamu, jadi Mama minta kita menghabiskannya", jawab Yura dengan nada yang datar tanpa melihat suaminya.
Aduh Yura gemesin deh kalo lagi ngambek gini.
"Salad Buah?", kata Jerry antusias.
"Oh iya, Sayang, tadi kamu bilang sama Mama kalau hari Minggu kamu ada janji mau bertemu Client? Yang mana ya?", tanya Jerry.
"Aku mau bertemu Albert", jawab Yura singkat.
"Albert? Adiknya Frans maksud kamu? Emangnya dia Client kamu? Sejak kapan?", selidik Jerry.
"Dia sahabatku", jawab Yura singkat.
"Kenapa tadi sama Mama kamu bilang mau bertemu Client?", Jerry mulai kesal dengan Yura.
Haduuhh, kenapa jadi ribut begini yakk??
"Sebenernya kamu kenapa sih, Sayang?", tanya Jerry yang membuat Yura semakin kesal.
"Jadi kamu mau bertemu Albert tanpa meminta izin dariku? Aku suamimu, Yura", Jerry meninggikan suaranya.
Untung saja kamar mereka kedap suara, jadi perdebatan mereka berdua tidak terdengar ke luar kamar.
"Oohh, apakah seorang suami bisa bebas bertemu wanita lain tanpa harus izin dari istri? Bahkan sampai larut malam", Yura mencoba untuk menahan air matanya.
__ADS_1
"Apakah seorang suami tetap bisa memiliki kekasih hati di tempat lain walaupun di rumah dia sering berbagi peluh dengan istri sahnya?", air mata Yura kini tumpah membasahi pipi mulusnya.
"Yura, aku sudah bilang sama kamu, aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Fely", Jerry menurunkan suaranya.
"Tapi tetap saja kamu belum putus dari dia. Bahkan di galery handphone kamu masih sangat banyak foto kalian berdua", kata Yura terisak.
Yaa, tadi ketika Jerry masih bermanja dengan Yura, ketika dia sedang menikmati buah dada istrinya seperti bayi yang sedang menyusu pada ibunya, Jerry sempat memejamkan matanya sekitar lima belas menit. Dan pada saat itu Yura mengambil handphone suaminya bermaksud untuk memotret kelucuan suaminya yang tidur sambil menghisap payud*ranya. Setelah Yura memotret suaminya, ketika dia membuka galery untuk melihat hasil tangkapannya tadi, alangkah terkejutnya dia karena ternyata Jerry masih menyimpan foto-foto Fely dan dirinya. Bahkan Fely menggunakan pakaian-pakaian yang sangat seksi. Itulah sebabnya ketika mereka selesai bercinta, Yura menanyakan hal itu pada Jerry.
"Astaga, Yura", kata Jerry sambil meremas rambutnya.
"Maafkan aku. Aku akan menghapus semua tentang dia dari handphoneku bahkan dari hidupku", kata Jerry.
Tok..tok..tok..
Ketika Yura masih menangis, terdengar suara ketukan pintu kamar mereka.
"Bu Asih, ada apa, Bu?" tanya Jerry yang membukakan pintu.
"Maaf mengganggu, Pak. Tadi ada Pak Ujang menghantar salad buah kiriman Ibu Mery. Sudah saya masukkan ke dalam kulkas ya, Pak. Saya sekalian mau pamit pulang karena sekarang sudah jam lima sore", kata Bu Asih.
"Oh iya, Bu. Terimakasih untuk hari ini ya. Bu Asih hati-hati di jalan. Mari aku antar ke depan. Sekalian nanti aku mau tutup pintu", kata Jerry dengan tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.
"Baik, Pak", Jawab Bu Asih.
Ketika Bu Asih akan menjalankan sepeda motornya, Jerry menghampiri Bu Asih, "Bu, besok dan lusa tidak usah datang dulu ke rumah ya, karena aku dan Yura mau pergi sampai hari Minggu, jadi rumah kosong. Bu Asih datang lagi hari Senin saja ya", kata Jerry.
Padahal maksud Jerry supaya dia dan Yura bisa menghabiskan waktu berdua saja di rumah mereka, sekaligus mau meluruskan masalah yang tiba-tiba muncul dan lumayan ruwet saat ini.
__ADS_1
"Oh iya, baik Pak Jerry. Kalau begitu Ibu pamit ya", Bu Asih menjalankan sepeda motornya.
"Hati-Hati, Bu", kata Jerry kemudian dia masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.