Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Wanita Aneh


__ADS_3

Ting..tung...


Ting..tung..


Suara bel menyelamatkan Charly dari jawaban atas pertanyaan Dita.


"Aku buka pintu bentar ya. Aku mohon, jangan tinggalkan aku, sekarang lebih baik kamu istirahat", ucap Charly.


Ting..tung..


Suara bel terdengar lagi.


"Hai, Sayang. Apakah kamu merindukanku? Ohh aku sangat merindukanmu, Sayang", ucap seorang wanita yang langsung memeluk tubuh Charly ketika pintu apartemen Charly baru saja dibuka.


"Siapa kamu?!", tanya Charly yang terkejut, sambil melepas pelukan wanita tersebut.


"Aku tidak mengenalmu. Pergi dari sini. Dasar wanita gila!", Charly setengah berteriak.


"Sayang, kamu mengusirku?", tanya wanita itu dengan gaya manja.


"Sayang sayang sayang, iya, sayang sekali aku tidak mengenalmu, dan aku mengusirmu dengan tidak hormat", jawab Charly.


Mendengar sedikit keributan di depan, Dita yang sedang duduk di pinggir ranjang pun langsung keluar dari kamar.


"Mas, ada apa?", tanya Dita penasaran.


"Sayang, kamu membawa wanita lain ke sini? Siapa dia? Kamu selingkuh ya di belakangku?", tanya wanita itu ketika melihat Dita.


"Siapa dia, Mas? Apa maksudnya dengan wanita lain?", Dita semakin penasaran.


"Dita, jangan dengarkan dia, dia wanita gila. Aku beneran tidak mengenalnya", jawab Charly sambil berjalan ke arah Dita.

__ADS_1


"Sayang, setelah apa yang kita lakukan, kamu bilang kalau kamu tidak mengenalku?", protes wanita yang datang tak diundang tersebut.


"Diam kamu! Aku bilang, aku tidak mengenalmu. Pergi dari sini!", bentak Charly.


"Apakah kamu sering membawa wanita lain ke sini?", tanya wanita menyebalkan itu sambil menutup pintu apartemen Charly, lalu berjalan ke arah Charly dan Dita berdiri.


"Apakah kamu juga menidurinya seperti yang kamu lakukan kepadaku?", tanya wanita itu lagi.


"Dita, aku mohon, jangan dengarkan dia. Aku berani bersum-pah kalau aku benar-benar tidak mengenalnya", Charly mencoba meyakinkan Dita yang mulai menangis.


"Hei, Wanita Gila! Jangan pernah kau memfitnah aku. Aku tidak pernah membawa wanita lain ke sini, termasuk kamu!", Charly kembali membentak wanita itu.


"Hanya istriku, satu-satunya wanita yang aku bawa ke apartemenku ini. Kau tadi bertanya apakah aku menidurinya? Wajar itu terjadi, karena dia istri sah ku", jawab Charly sambil menggenggam tangan Dita.


"Oh ya? Terus bagaimana dengan kejadian malam itu? Apakah karena pengaruh minuman keras makanya kamu tidak mengingatnya sama sekali? Aku beritahu kabar penting untuk kamu. Aku hamil anak kamu. Apakah kamu bahagia mendengarnya?", ucap wanita itu sambil tersenyum puas.


Mendengar penuturan wanita yang tidak dikenalnya itu, membuat Dita semakin menangis, dan dia pun melepas genggaman Charly, lalu masuk ke kamar.


"Dita, aku mohon, jangan pergi. Ini fitnah, Dita. Aku benar-benar tidak mengenal wanita ini", Charly mencoba menahan agar Dita tidak pergi.


"Jangan halangi aku, Mas. Aku juga layak bahagia", jawab Dita dengan terisak.


"Sayang, kamu harus bertanggungjawab. Ada anak kamu disini", ucap wanita aneh itu sambil memegang perutnya.


Dada Dita terasa sangat sesak mendengar perkataan wanita itu. Sambil berlari kecil, Dita pun keluar dari apartemen Charly dengan membawa kopernya.


"Dita tunggu", Charly berusaha mengejar istrinya, namun wanita aneh itu menarik tangannya.


"Kenapa kamu lebih memilih dia? Padahal ada aku disini", ucap wanita itu.


"Bagaimana mungkin aku tidak memilih dia, dia adalah istriku. Sementara aku sama sekali tidak mengenalmu", bentak Charly.

__ADS_1


"Tapi aku kekasihmu. Saat ini aku sedang mengandung anakmu", ucap wanita itu yang masih tetap menahan Charly agar tidak pergi.


"AKU TIDAK MENGENALMU! AKU TIDAK PERNAH MENIDURIMU! SATU-SATUNYA WANITA YANG AKU TIDURI ADALAH ISTRIKU YANG AKU CINTAI. DAN SEKARANG DIA PERGI KARENA KAMU, WANITA GILA!", bentak Charly lagi.


Aduh, tuh wanita aneh tahan banget ya dibentak-bentak Charly dari tadi.


"Lepaskan tanganku, atau aku akan mematahkan tanganmu!", ancam Charly sambil melihat wanita itu dengan sangat tajam.


Akhirnya wanita itu pun melepaskan tangan Charly.


"Keluar dari apartemenku!", titah Charly sambil menunggu di depan pintu.


Akhirnya wanita itu pun menurut. Dan ketika wanita itu keluar, Charly langsung menutup dan mengunci pintu, lalu dia berlari ke arah lift, bermaksud untuk mengejar Dita yang kini entah dimana.


"Tugasku selesai, Tuan. Sekarang anak Anda sedang mengejar jantung hatinya", ucap wanita aneh itu melalui panggilan telepon.


"Acting kamu sangat bagus. Terimakasih untuk kerjasamanya. Sekarang kamu boleh pulang", jawab Pak Edward.


"Baik, Tuan", jawab wanita itu.


Ha?? Pak Edward?


Yaa. Semua ini adalah rencana Pak Edward, tanpa sepengetahuan Dita. Pak Edward mendengar semua percakapan yang terjadi. Termasuk ketika Charly mengatakan bahwa dia hanya meniduri wanita yang dia cintai, yaitu istrinya. Karena sejak wanita aneh itu datang, panggilan telepon wanita itu aktif, dan itu adalah panggilan dari Pak Edward. Wanita itu memang selalu memegang handphonenya, agar Pak Edward bisa mendengar dengan jelas apa saja yang mereka katakan.


Pak Edward sengaja membuat skenario ini, karena dia ingin melihat sejauh mana anak sulungnya yang sangat tampan itu bisa meluluhkan hati Dita dan membawa Dita kembali pulang bersamanya.


Yaa, Pak Edward ingin melihat kesungguhan Charly.


Jadi siapa wanita itu?


Dia adalah anak nya Bu Tini, Asisten Rumah Tangga di rumah Pak Edward, dia sedang menggantikan Bu Tini sementara, karena Bu Tini sedang ada acara di kampung.

__ADS_1


__ADS_2