
"Yura, kamu sudah bangun. Bagaimana keadaanmu?", tanya Jerry saat masuk ke dalam kamar mereka.
"Kamu darimana, Mas?" tanya Yura lemah.
"Kepalaku masih sakit, Mas", kata Yura sambil memegang kepalanya.
"Aku suapin kamu makan ya. Tadi aku keluar sebentar untuk membeli makan malam", Jerry menawarkan diri.
"Aku tidak nafsu makan, Mas", keluh Yura.
"Yura, ayolah, makan sedikit saja. Aku suapin kamu ya", bujuk Jerry.
"Nanti aku pijat lagi kepalamu", kata Jerry.
Yura pun menuruti Jerry.
"Mas, boleh aku menanyakan sesuatu?", tanya Yura setelah dia selesai makan.
"Semenjak Papa dan Mama pulang, sikap kamu berubah kepadaku. Kamu menjadi sangat lembut dan memperlakukanku sangat baik, Mas", kata Yura.
"Oh iya, apakah yang Papa katakan kemarin tentang pengakuan Mas bahwa Mas Jerry mencintaiku itu benar?", tanya Yura.
"Awalnya memang aku berkata seperti itu karena aku tidak tahu harus menjawab apa kepada Papa", jawab Jerry.
"Maksud kamu apa, Mas?", Yura bingung.
__ADS_1
"Papa Bram menanyakanku tentang perasaanku kepadamu. Kalau aku bilang bahwa aku tidak mencintaimu, aku takut akan menjadi masalah besar buat keluarga kita. Itu sebabnya aku berkata bahwa aku mencintaimu", jawab Jerry yang membuat Yura menangis.
"Jadi kamu berbohong? Kamu tidak benar-benar mencintaiku?", tangis Yura.
"Maafkan aku", Jerry tertunduk.
"Tapi tadi malam ketika kamu sudah tidur, kamu mengigau sampai menangis sambil menyebut namaku", kata Jerry.
"Aku mengigau, Mas? Apa yang aku katakan?" tanya Yura penasaran.
"Mas Jerry jangan pergi, Mas Jerry tunggu aku, Mas Jerry jangan tinggalkan aku. Kemudian kamu menangis", Jerry menjelaskan apa yang terjadi pada Yura semalam.
"Lalu aku memelukmu hingga kamu tidur kembali. Semalaman aku terjaga, aku takut kamu mengigau dan menangis lagi. Dan itu yang membuatku tersadar dan bertekad untuk memperlakukanmu dengan baik layaknya seorang istri. Aku juga mau belajar mencintaimu, Yura", jujur Jerry.
"Jadi kamu belum tidur dari semalam, Mas?, tanya Yura.
"Apakah kamu yakin dengan ucapanmu tadi?" tanya Yura lagi.
"Ya. Aku akan belajar mencintaimu", jawab Jerry singkat lalu dia mencium kening Yura.
"Semoga kamu bisa benar-benar mencintaiku dan melupakan Fely, Mas", batin Yura.
"Yura, berbaringlah. Aku akan memijat kepalamu", kata Jerry.
Ketika Yura kembali membaringkan tubuhnya, Jerry terus menatap Yura, ada rasa hangat di hatinya ketika bersama istri cantiknya ini. Tanpa dia sadari...
__ADS_1
Ccup.
Jerry mencium bibir Yura.
Yura yang terkejut pun mencoba untuk menolak namun Jerry kembali mencium bibirnya.
"Biarkan aku memberikan apa yang menjadi hakmu, Yura. Aku berjanji bahwa aku akan memberikanmu nafkah lahir dan batin. Aku tahu kau sangat mencintaiku. Bantu aku agar aku bisa mencintaimu", kata Jerry.
"Tapi, Mas..." belum selesai Yura berbicara Jerry kembali mencium bibir Yura dengan sangat lembut dan terus menerus. Akhirnya Yura mengalah dan membalas ciuman suaminya. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut, tangan Jerry pun kini membelai lembut dada Yura dan mulai bergerilya ke dalam baju Yura.
Yaa mereka sangat menikmati suasana ini, hingga kini Jerry sudah berhasil menyentuh bagian put*ng Yura. Namun ketika Jerry akan menurunkan ciumannya ke leher Yura, seketika Yura tersadar dan berkata, "Mas, jangan sekarang". Jerry pun menghentikan ciumannya, "Kenapa Yura, apakah kamu belum siap?"
Yura menggeleng cepat, "Bukan, Mas. Tapi aku lagi datang bulan", kata Yura sambil tertawa kecil.
"Astagaaa. Apakah ini yang membuat kepalamu sakit hari ini?", tanya Jerry sambil tersenyum.
"Aku rasa begitu, Mas. Biasanya aku mengalami kram perut, tapi tidak tahu mengapa datang bulan kali ini malah kepalaku yang sakit. Apalagi hari ini adalah hari pertamaku", kata Yura.
"Hhmmm, jadi berapa hari aku harus menunggu?", tanya Jerry sambil memegang tangan Yura.
"Biasanya sampai enam hari, Mas", kata Yura sambil tertawa kecil.
"Oke baiklah, kalau begitu tunggu aku satu minggu lagi. Bersiaplah ya", pinta Jerry sambil memainkan sebelah matanya dan disambut senyum manis Yura.
"Sekarang kamu tidur ya, sambil aku pijat lagi kepala kamu", kata Jerry.
__ADS_1
"Mas, lebih baik kita tidur sekarang karena kamu juga butuh istirahat. Apalagi semalam kamu tidak tidur, Mas", kata Yura kepada suaminya.