Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Tinggal Sementara


__ADS_3


Author ingetin lagi nih wajah tampannya Charly Brotoseno alias Charly.



Ini ingetkan siapa? Yaa, ini Anindita Kusuma alias Dita.


"Halo, Dit, aku di parkiran ya", Reza menelepon Dita.


"Oke, Za, tunggu sebentar ya", jawab Dita.


Lima hari sebelumnya...


Keluar dari lift, dengan membawa koper besar, air mata Dita terus mengalir seperti tiada habisnya. Sesampainya di lobby apartemen, Dita menenangkan dirinya sejenak, duduk di sofa, sambil membuka handphonenya, bermaksud untuk memesan taksi online.


"Mbak Dita, Hai Dit", dua orang lelaki muda menghampiri Dita dan menyapanya.


"Hai, Dave, Reza. Kalian ngapain kesini?", tanya Dita sambil menyeka air matanya.


"Kami habis dari acara ulangtahun teman, Mbak. Tadinya kami mau mampir ke apartemen Mas Charly, eh malah ketemu Mbak Dita disini", bohong Dave.

__ADS_1


Padahal Dave dan Reza diminta Pak Edward untuk standby di lobby apartemen Charly, kalau-kalau saja Dita berniat pergi setelah Wanita aneh suruhan Pak Edward datang. Dan benar saja, Dita memang pergi meninggalkan Charly.


"Mbak Dita menangis? Kenapa, Mbak?", Dave pura-pura tidak tahu.


"Dit, kamu mau kemana dengan koper besar ini?", Reza ikut bertanya.


"Dave, maafin Mbak ya, Mbak gak bisa lagi bertahan sama Mas Charly", Dita semakin terisak.


Reza yang mendengar ucapan Dita, merasa memiliki secercah harapan untuk bisa mengisi hati Dita.


"Dit, ceritanya nanti aja ya. Sekarang kamu mau kemana?", tanya Reza.


"Aku juga belum tahu mau kemana, Za", jawab Dita.


"Iya, Mbak. Untuk sementara Mbak bisa tinggal di apartemen Reza", ucap Dave.


"Kamu jangan khawatir, Dit, aku dan Dave akan bergantian mengantar jemput kamu ketika berangkat maupun pulang kerja", tambah Reza.


"Tapi aku minta tolong, jangan beritahu Mas Charly mengenai keberadaanku ya", pinta Dita.


"Dan tolong jangan beritahu Papa ya, Dave. Biar Mbak saja yang langsung berbicara pada Papa", tambah Dita.

__ADS_1


"Baik, Mbak. Kami berdua tidak akan menceritakan apapun pada Papa dan Mas Charly", jawab Dave.


Padahal ini semua terjadi karena rencana Pak Edward. Hehehe. Sudah tentu Pak Edward tahu semua yang terjadi.


"Yasudah, ayok kami antar kamu ke apartemenku, Dit. Supaya kamu bisa menenangkan diri", ajak Reza.


Sesampainya di apartemen Reza.


"Semoga kamu nyaman disini ya, Dit. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku dan Dave. Oh iya, aku boleh minta nomor ponselmu?", Reza memberanikan diri dengan memberikan handphonenya kepada Dita agar Dita memasukkan sendiri kontaknya di handphone Reza.


"Makasih banyak ya, Za. Kamu sampai rela meminjamkan apartemenmu kepadaku", ucap Dita sambil mengembalikan handphone Reza, yang dibalas senyuman oleh Reza.


"Bahkan aku rela memberikan hatiku dan hidupku untukmu, Dit", batin Reza.


"Yasudah, Mbak, kami pulang ya. Besok Mbak Dita jadwalnya dinas apa?", tanya Dave.


"Besok Mbak off, Dave", jawab Dita.


"Oh baiklah kalau begitu. Besok sambil berangkat ke kantor, aku bawain makanan untuk Mbak ya", ucap Dave.


"Makasih ya, Dave", jawab Dita.

__ADS_1


"Tutup pintunya ya, Dit", ucap Reza sambil membawa tas jinjing berisi pakaian dan perlengkapan lain miliknya selama menginap di rumah Dave.


Akhirnya malam itu Dita mulai tinggal di apartemen Reza untuk sementara.


__ADS_2